<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Hati-Hati! Renovasi Rumah Bisa Picu Konflik Rumah Tangga</title><description>Mengubah bentuk bangunan rumah merupakan salah satu  keputusan yang besar bagi setiap rumah tangga.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2017/02/26/470/1628438/hati-hati-renovasi-rumah-bisa-picu-konflik-rumah-tangga</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2017/02/26/470/1628438/hati-hati-renovasi-rumah-bisa-picu-konflik-rumah-tangga"/><item><title>Hati-Hati! Renovasi Rumah Bisa Picu Konflik Rumah Tangga</title><link>https://economy.okezone.com/read/2017/02/26/470/1628438/hati-hati-renovasi-rumah-bisa-picu-konflik-rumah-tangga</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2017/02/26/470/1628438/hati-hati-renovasi-rumah-bisa-picu-konflik-rumah-tangga</guid><pubDate>Minggu 26 Februari 2017 12:34 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/02/26/470/1628438/hati-hati-renovasi-rumah-bisa-picu-konflik-rumah-tangga-pYyJYjdW4D.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/02/26/470/1628438/hati-hati-renovasi-rumah-bisa-picu-konflik-rumah-tangga-pYyJYjdW4D.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Mengubah bentuk bangunan rumah merupakan salah satu  keputusan yang besar bagi setiap rumah tangga. Pastinya harus ada  anggaran yang dialokasikan yang jumlahnya bisa jadi besar. Sementara  waktu, tenaga, dan pikiran harus fokus agar proses renovasi bisa selesai  tepat waktu.
Persiapan dan perhitungan yang matang tentunya wajib dilakukan  sebelum Anda mulai merenovasi rumah. Asal tahu saja, studi terbaru yang  dimuat di foxnews.com menunjukkan bahwa 12% pasangan memutuskan  bercerai ketika sedang merenovasi rumahnya. Kok, bisa ya?
(Baca juga: Renovasi Rumah Tak Ada IMB, Hati-Hati Kena Sanksi!)
Ternyata, perbedaan pendapat dan hasil renovasi yang salah bisa menjadi penyebabnya. Nah, sebelum keharmonisan rumah tangga Anda jadi taruhannya, sebaiknya cermati dulu renovasi yang tepat untuk rumah Anda.
Dan berikut adalah 4 contoh renovasi yang sering menjadi penyebab konflik rumah tangga.
1. Menambah televisi berukuran besar
Sebagian orang beranggapan bahwa semakin besar ukuran televisi maka  akan menambah pengalaman menonton yang lebih memuaskan. Kenyataannya, 9  dari 10 pasangan memilih mengganti televisi lebih besar sebagai langkah  renovasi rumahnya.
Namun perbedaan pendapat kerap kali terjadi. Cara menanganinya?  Tentukan dulu ukuran televisi yang pas untuk ruangan Anda. Sangat  penting berkompromi dengan pasangan Anda sebelum membeli perabotan baru  untuk rumah.
2. Memilih yang Termurah
Manajemen keuangan yang buruk sering menjadi penyebab keretakan rumah  tangga, namun terlalu menghemat uang juga bukan ide yang baik ketika  merenovasi rumah. Bayangkan ketika pasangan Anda memilih jasa kontraktor  yang terlalu murah, dengan bujet yang tidak masuk akal?
Akhirnya, pekerjaan mereka tidak akan maksimal dan membuat Anda tidak  puas melihat hasilnya. Selain itu pemilihan perabot yang salah juga  bisa memicu konflik kecil di kedua pihak. Misalnya, karena Anda tergoda  membeli karena sedang diskon tapi ternyata desain atau ukurannya tidak  pas ketika dipajang di rumah.
Jadi sebaiknya pilihlah perabot dan jasa kontraktor yang meskipun  sedikit mahal namun bisa memberi hasil renovasi yang memuaskan.
3. Sentuhan Akhir
Salah satu perdebatan yang sering terjadi ketika proses renovasi  rumah ialah memilih material atau desain untuk interior rumah. Mulai  dari skema warna cat dinding, material keramik, sampai dengan lampu  hias. Semua orang memiliki selera dan pendapat yang berbeda, hal itulah  yang membuat renovasi menjadi tugas besar.
Agar tidak terjadi kesalahpahaman, sering-seringlah berdiskusi secara  detil. Bahkan kalau perlu Anda bisa meminta bantuan konsultan desainer  interior untuk menampung semua ide dari masing-masing pasangan sebelum  merancang konsep.
4. Renovasi Dapur
Boleh dibilang dapur merupakan area paling rumit untuk direnovasi.  Ini karena banyaknya jenis desain, peralatan masak, dan detil yang  membutuhkan desain yang matang. Tidak heran banyak pasangan yang beradu  argumen ketika memilih material dan perabot saat mendekor dapur agar  enak dilihat.
Renovasi dapur juga sering memicu konflik karena bujet yang  dikeluarkan bisa cukup besar. Rata-rata biaya renovasi dapur total bisa  menghabiskan biaya sekitar Rp60 juta. Tidak heran Anda dan pasangan akan  dipusingkan dengan pemilihan perabot dan pengeluaran biaya yang  membengkak.
Namun bukan berarti Anda harus menghindari renovasi dapur bersama  pasangan. Sebelum memulai proyek renovasi, Anda dan pasangan harus  berdiskusi mengenai biaya, rencana perombakan dan kejadian tak terduga  yang mungkin terjadi di tengah proses renovasi.
Renovasi rumah tanpa bujeting yang matang tentunya bisa menguras  biaya. Dan bisa jadi niatnya hanya renovasi tapi ternyata malah  menghabiskan dana seharga rumah. kalau sudah begini apa tidak sebaiknya  Anda beli rumah baru saja? Dan berikut adalah aneka pilihannya.
(dhe)</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Mengubah bentuk bangunan rumah merupakan salah satu  keputusan yang besar bagi setiap rumah tangga. Pastinya harus ada  anggaran yang dialokasikan yang jumlahnya bisa jadi besar. Sementara  waktu, tenaga, dan pikiran harus fokus agar proses renovasi bisa selesai  tepat waktu.
Persiapan dan perhitungan yang matang tentunya wajib dilakukan  sebelum Anda mulai merenovasi rumah. Asal tahu saja, studi terbaru yang  dimuat di foxnews.com menunjukkan bahwa 12% pasangan memutuskan  bercerai ketika sedang merenovasi rumahnya. Kok, bisa ya?
(Baca juga: Renovasi Rumah Tak Ada IMB, Hati-Hati Kena Sanksi!)
Ternyata, perbedaan pendapat dan hasil renovasi yang salah bisa menjadi penyebabnya. Nah, sebelum keharmonisan rumah tangga Anda jadi taruhannya, sebaiknya cermati dulu renovasi yang tepat untuk rumah Anda.
Dan berikut adalah 4 contoh renovasi yang sering menjadi penyebab konflik rumah tangga.
1. Menambah televisi berukuran besar
Sebagian orang beranggapan bahwa semakin besar ukuran televisi maka  akan menambah pengalaman menonton yang lebih memuaskan. Kenyataannya, 9  dari 10 pasangan memilih mengganti televisi lebih besar sebagai langkah  renovasi rumahnya.
Namun perbedaan pendapat kerap kali terjadi. Cara menanganinya?  Tentukan dulu ukuran televisi yang pas untuk ruangan Anda. Sangat  penting berkompromi dengan pasangan Anda sebelum membeli perabotan baru  untuk rumah.
2. Memilih yang Termurah
Manajemen keuangan yang buruk sering menjadi penyebab keretakan rumah  tangga, namun terlalu menghemat uang juga bukan ide yang baik ketika  merenovasi rumah. Bayangkan ketika pasangan Anda memilih jasa kontraktor  yang terlalu murah, dengan bujet yang tidak masuk akal?
Akhirnya, pekerjaan mereka tidak akan maksimal dan membuat Anda tidak  puas melihat hasilnya. Selain itu pemilihan perabot yang salah juga  bisa memicu konflik kecil di kedua pihak. Misalnya, karena Anda tergoda  membeli karena sedang diskon tapi ternyata desain atau ukurannya tidak  pas ketika dipajang di rumah.
Jadi sebaiknya pilihlah perabot dan jasa kontraktor yang meskipun  sedikit mahal namun bisa memberi hasil renovasi yang memuaskan.
3. Sentuhan Akhir
Salah satu perdebatan yang sering terjadi ketika proses renovasi  rumah ialah memilih material atau desain untuk interior rumah. Mulai  dari skema warna cat dinding, material keramik, sampai dengan lampu  hias. Semua orang memiliki selera dan pendapat yang berbeda, hal itulah  yang membuat renovasi menjadi tugas besar.
Agar tidak terjadi kesalahpahaman, sering-seringlah berdiskusi secara  detil. Bahkan kalau perlu Anda bisa meminta bantuan konsultan desainer  interior untuk menampung semua ide dari masing-masing pasangan sebelum  merancang konsep.
4. Renovasi Dapur
Boleh dibilang dapur merupakan area paling rumit untuk direnovasi.  Ini karena banyaknya jenis desain, peralatan masak, dan detil yang  membutuhkan desain yang matang. Tidak heran banyak pasangan yang beradu  argumen ketika memilih material dan perabot saat mendekor dapur agar  enak dilihat.
Renovasi dapur juga sering memicu konflik karena bujet yang  dikeluarkan bisa cukup besar. Rata-rata biaya renovasi dapur total bisa  menghabiskan biaya sekitar Rp60 juta. Tidak heran Anda dan pasangan akan  dipusingkan dengan pemilihan perabot dan pengeluaran biaya yang  membengkak.
Namun bukan berarti Anda harus menghindari renovasi dapur bersama  pasangan. Sebelum memulai proyek renovasi, Anda dan pasangan harus  berdiskusi mengenai biaya, rencana perombakan dan kejadian tak terduga  yang mungkin terjadi di tengah proses renovasi.
Renovasi rumah tanpa bujeting yang matang tentunya bisa menguras  biaya. Dan bisa jadi niatnya hanya renovasi tapi ternyata malah  menghabiskan dana seharga rumah. kalau sudah begini apa tidak sebaiknya  Anda beli rumah baru saja? Dan berikut adalah aneka pilihannya.
(dhe)</content:encoded></item></channel></rss>
