<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Patung Liberty Terinspirasi Wanita Muslim?</title><description>Patung yang menampakkan seorang perempuan mengangkat obor sembari  menggenggam sebuah buku ini kerap kali muncul di film hollywood.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2017/03/02/470/1631120/patung-liberty-terinspirasi-wanita-muslim</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2017/03/02/470/1631120/patung-liberty-terinspirasi-wanita-muslim"/><item><title>Patung Liberty Terinspirasi Wanita Muslim?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2017/03/02/470/1631120/patung-liberty-terinspirasi-wanita-muslim</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2017/03/02/470/1631120/patung-liberty-terinspirasi-wanita-muslim</guid><pubDate>Kamis 02 Maret 2017 00:12 WIB</pubDate><dc:creator>Trio Hamdani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/03/01/470/1631120/patung-liberty-terinspirasi-wanita-muslim-88zg2kEv4t.jpg" expression="full" type="image/jpeg">(Foto: Getty Images)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/03/01/470/1631120/patung-liberty-terinspirasi-wanita-muslim-88zg2kEv4t.jpg</image><title>(Foto: Getty Images)</title></images><description>JAKARTA - Siapa tak kenal Patung Liberty. Patung yang menampakkan seorang perempuan mengangkat obor sembari menggenggam sebuah buku ini kerap kali muncul di film-film hollywood. Namun, mungkin tak banyak orang mengetahui sejarah berdirinya patung yang terletak di New York, Amerika Serikat (AS).

Melansir Architecturaldigest, terdapat kabar mengejutkan yang menjadi latar belakang berdirinya patung perempuan setinggi 46 meter ini. Diungkapkan, perempuan pemegang obor tersebut awalnya merupakan sosok wanita Muslim.

Pencipta Patung Liberty ini Fr&amp;eacute;d&amp;eacute;ric-Auguste Bartholdi merupakan pematung berasal dari Prancis. Sebelum merancang bentuk patung ini, dirinya bepergian ke negara Mesir.

Saat berada di Mesir, ia mendapatkan banyak inspirasi dari tokoh Nubian kolosal di Abu Simbel. Sebagaimana pembangunan di sepanjang 120 mil Terusan Swez, pemerintahan Mesir hampir menyelesaikan berdirinya mercusuar di pintu masuk ke Selat Malaka.

Namun, Barthodi mengajukan desain seorang perempuan setinggi 86 kaki mengenakan pakaian tradisional Arab yang dijuluki Mesir Membawa Cahaya untuk Asia.

Menurut buku The Statue of Liberty: A Transatlantic Story (Yale University Press, 2012), oleh New York University history professor Edward Berenson, orang Mesir menolak desain yang dirancang olehnya dan lebih memilih rancangan yang lebih menghemat biaya.

Tak ingin kecewa karena rancangannya ditolak, akhirnya Barthodi melakukan proyek baru. Berangkat dari penolakan itu, maka dirinya mengubah desain yang sebelumnya ia tawarkan ke Mesir.

Desain baru itu kini dikenal sebagai Patung Lady Liberty yang berdiri di AS sebagai wujud toleransi dan kebebasan di negara tersebut.</description><content:encoded>JAKARTA - Siapa tak kenal Patung Liberty. Patung yang menampakkan seorang perempuan mengangkat obor sembari menggenggam sebuah buku ini kerap kali muncul di film-film hollywood. Namun, mungkin tak banyak orang mengetahui sejarah berdirinya patung yang terletak di New York, Amerika Serikat (AS).

Melansir Architecturaldigest, terdapat kabar mengejutkan yang menjadi latar belakang berdirinya patung perempuan setinggi 46 meter ini. Diungkapkan, perempuan pemegang obor tersebut awalnya merupakan sosok wanita Muslim.

Pencipta Patung Liberty ini Fr&amp;eacute;d&amp;eacute;ric-Auguste Bartholdi merupakan pematung berasal dari Prancis. Sebelum merancang bentuk patung ini, dirinya bepergian ke negara Mesir.

Saat berada di Mesir, ia mendapatkan banyak inspirasi dari tokoh Nubian kolosal di Abu Simbel. Sebagaimana pembangunan di sepanjang 120 mil Terusan Swez, pemerintahan Mesir hampir menyelesaikan berdirinya mercusuar di pintu masuk ke Selat Malaka.

Namun, Barthodi mengajukan desain seorang perempuan setinggi 86 kaki mengenakan pakaian tradisional Arab yang dijuluki Mesir Membawa Cahaya untuk Asia.

Menurut buku The Statue of Liberty: A Transatlantic Story (Yale University Press, 2012), oleh New York University history professor Edward Berenson, orang Mesir menolak desain yang dirancang olehnya dan lebih memilih rancangan yang lebih menghemat biaya.

Tak ingin kecewa karena rancangannya ditolak, akhirnya Barthodi melakukan proyek baru. Berangkat dari penolakan itu, maka dirinya mengubah desain yang sebelumnya ia tawarkan ke Mesir.

Desain baru itu kini dikenal sebagai Patung Lady Liberty yang berdiri di AS sebagai wujud toleransi dan kebebasan di negara tersebut.</content:encoded></item></channel></rss>
