<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Investor Mulai Incar Kawasan NTT Bangun Hotel dan Resor Mewah</title><description>Popularitas Labuan Bajo sebagai salah satu destinasi wisata unggulan  menarik pengusaha perhotelan untuk berinvestasi membangun hotel</description><link>https://economy.okezone.com/read/2017/03/10/470/1639151/investor-mulai-incar-kawasan-ntt-bangun-hotel-dan-resor-mewah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2017/03/10/470/1639151/investor-mulai-incar-kawasan-ntt-bangun-hotel-dan-resor-mewah"/><item><title>Investor Mulai Incar Kawasan NTT Bangun Hotel dan Resor Mewah</title><link>https://economy.okezone.com/read/2017/03/10/470/1639151/investor-mulai-incar-kawasan-ntt-bangun-hotel-dan-resor-mewah</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2017/03/10/470/1639151/investor-mulai-incar-kawasan-ntt-bangun-hotel-dan-resor-mewah</guid><pubDate>Jum'at 10 Maret 2017 11:44 WIB</pubDate><dc:creator>Koran SINDO</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/03/10/470/1639151/investor-mulai-incar-kawasan-ntt-bangun-hotel-dan-resor-mewah-LFZgZdEnXj.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi : Shutterstock</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/03/10/470/1639151/investor-mulai-incar-kawasan-ntt-bangun-hotel-dan-resor-mewah-LFZgZdEnXj.jpg</image><title>Ilustrasi : Shutterstock</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Popularitas Labuan Bajo sebagai salah satu destinasi wisata unggulan menarik pengusaha perhotelan untuk berinvestasi membangun hotel dan resor berkelas di sana.

Presiden Direktur Mandapa Ritz-Carlton Reserve (PT Sukses Primatama Bersama) Erwin Santosa Kadiman mengatakan, setelah sukses mengembangkan Mandapa di Bali, pihaknya melirik Labuan Bajo di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), sebagai lokasi potensial untuk membangun hotel dan resor.

Erwin meyakini, destinasi dengan ikon komodo itu ke depan akan terus menjadi destinasi yang diminati para wisatawan. &amp;rdquo;Kami berencana membangun di sana mulai hotel bintang tiga hingga resor. Semoga tahun ini bisa dilaksanakan groundbreaking untuk hotel bintang tiga. Lokasinya dekat Kota Labuan Bajo,&amp;rdquo; ujarnya di Jakarta.

Menurut Erwin, banyak pengusaha hotel yang tertarik membuka hotel di destinasi wisata yang sudah berstatus Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata, seperti halnya Mandalika di Lombok, NTB. Menurut dia, KEK memang menawarkan banyak insentif, tapi pihaknya dalam mengembangkan bisnis perhotelan tidak semata mempertimbangkan insentif.

&amp;rdquo;Kami melirik Labuan Bajo karena passion. Kami melihat setelah Bali, orang (wisatawan) akan larinya ke Labuan Bajo. Apalagi sekarang sudah ada penerbangan langsung dari Bali dan Jakarta,&amp;rdquo; ucapnya. Sebelumnya, dalam perbincangan dengan KORAN SINDO, Bupati Manggarai Barat Agustinus Ch Dula mengungkapkan, sejumlah merek hotel ternama, seperti Alila dan Ayana juga berkomitmen membangun hotel dan resor di wilayahnya.

&amp;rdquo;Mereka sudah punya lahannya dan minta kami menyiapkan akses menuju lokasi. Seharusnya bisa groundbreaking tahun ini,&amp;rdquo; ucapnya seraya menambahkan, saat ini di Manggarai Barat sudah ada sembilan hotel berbintang, hotel melati, resor atau cottage,dan homestay.

Lebih lanjut Erwin menambahkan, seperti halnya Mandapa di Ubud, Bali, hotel dan resor yang akan dibangun di Labuan Bajo juga akan memiliki keunikan dan eksotisme tersendiri. Sebagai gambaran, Mandapa yang merupakan besutan The Ritz-Carlton Reserve menawarkan pengalaman yang berbeda dibanding resor lain.

Sasarannya para tamu yang menginginkan tidak sekadar menginap melainkan bisa menikmati ketenangan dan nuansa alami pedesaan yang tenteram. General Manager Mandapa Ana Gorjao Henriques mengatakan, Mandapa yang dibuka sejak September 2015 pada tahun pertama okupansinya mencapai 45% dan lebih tinggi lagi di tahun kedua.

Saat musim liburan pada Juli dan Agustus serta akhir tahun okupansi bisa mencapai 100%. Demikian halnya saat tahun baru China atau Imlek okupansinya mencapai 95%. &amp;rdquo;Sejauh ini tamu yang menginap kami paling banyak dari Amerika Serikat, disusul China,&amp;rdquo; ungkapnya.
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Popularitas Labuan Bajo sebagai salah satu destinasi wisata unggulan menarik pengusaha perhotelan untuk berinvestasi membangun hotel dan resor berkelas di sana.

Presiden Direktur Mandapa Ritz-Carlton Reserve (PT Sukses Primatama Bersama) Erwin Santosa Kadiman mengatakan, setelah sukses mengembangkan Mandapa di Bali, pihaknya melirik Labuan Bajo di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), sebagai lokasi potensial untuk membangun hotel dan resor.

Erwin meyakini, destinasi dengan ikon komodo itu ke depan akan terus menjadi destinasi yang diminati para wisatawan. &amp;rdquo;Kami berencana membangun di sana mulai hotel bintang tiga hingga resor. Semoga tahun ini bisa dilaksanakan groundbreaking untuk hotel bintang tiga. Lokasinya dekat Kota Labuan Bajo,&amp;rdquo; ujarnya di Jakarta.

Menurut Erwin, banyak pengusaha hotel yang tertarik membuka hotel di destinasi wisata yang sudah berstatus Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata, seperti halnya Mandalika di Lombok, NTB. Menurut dia, KEK memang menawarkan banyak insentif, tapi pihaknya dalam mengembangkan bisnis perhotelan tidak semata mempertimbangkan insentif.

&amp;rdquo;Kami melirik Labuan Bajo karena passion. Kami melihat setelah Bali, orang (wisatawan) akan larinya ke Labuan Bajo. Apalagi sekarang sudah ada penerbangan langsung dari Bali dan Jakarta,&amp;rdquo; ucapnya. Sebelumnya, dalam perbincangan dengan KORAN SINDO, Bupati Manggarai Barat Agustinus Ch Dula mengungkapkan, sejumlah merek hotel ternama, seperti Alila dan Ayana juga berkomitmen membangun hotel dan resor di wilayahnya.

&amp;rdquo;Mereka sudah punya lahannya dan minta kami menyiapkan akses menuju lokasi. Seharusnya bisa groundbreaking tahun ini,&amp;rdquo; ucapnya seraya menambahkan, saat ini di Manggarai Barat sudah ada sembilan hotel berbintang, hotel melati, resor atau cottage,dan homestay.

Lebih lanjut Erwin menambahkan, seperti halnya Mandapa di Ubud, Bali, hotel dan resor yang akan dibangun di Labuan Bajo juga akan memiliki keunikan dan eksotisme tersendiri. Sebagai gambaran, Mandapa yang merupakan besutan The Ritz-Carlton Reserve menawarkan pengalaman yang berbeda dibanding resor lain.

Sasarannya para tamu yang menginginkan tidak sekadar menginap melainkan bisa menikmati ketenangan dan nuansa alami pedesaan yang tenteram. General Manager Mandapa Ana Gorjao Henriques mengatakan, Mandapa yang dibuka sejak September 2015 pada tahun pertama okupansinya mencapai 45% dan lebih tinggi lagi di tahun kedua.

Saat musim liburan pada Juli dan Agustus serta akhir tahun okupansi bisa mencapai 100%. Demikian halnya saat tahun baru China atau Imlek okupansinya mencapai 95%. &amp;rdquo;Sejauh ini tamu yang menginap kami paling banyak dari Amerika Serikat, disusul China,&amp;rdquo; ungkapnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
