<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>5 Ide Usaha Ibu PKK hingga PNS, Sederhana Tapi Omzetnya Wow!</title><description>Siapa sangka dari bisnis sederhana di sekitar kita, namun dapat meraup omzet yang menggiurkan setiap bulannya.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2017/03/18/320/1646208/5-ide-usaha-ibu-pkk-hingga-pns-sederhana-tapi-omzetnya-wow</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2017/03/18/320/1646208/5-ide-usaha-ibu-pkk-hingga-pns-sederhana-tapi-omzetnya-wow"/><item><title>5 Ide Usaha Ibu PKK hingga PNS, Sederhana Tapi Omzetnya Wow!</title><link>https://economy.okezone.com/read/2017/03/18/320/1646208/5-ide-usaha-ibu-pkk-hingga-pns-sederhana-tapi-omzetnya-wow</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2017/03/18/320/1646208/5-ide-usaha-ibu-pkk-hingga-pns-sederhana-tapi-omzetnya-wow</guid><pubDate>Sabtu 18 Maret 2017 19:13 WIB</pubDate><dc:creator>Ulfa Arieza</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/03/18/320/1646208/5-ide-usaha-ibu-pkk-hingga-pns-sederhana-tapi-omzetnya-wow-cpNvmrPPG9.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Dok Business News Daily. </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/03/18/320/1646208/5-ide-usaha-ibu-pkk-hingga-pns-sederhana-tapi-omzetnya-wow-cpNvmrPPG9.jpg</image><title>Foto: Dok Business News Daily. </title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Siapa sangka dari bisnis sederhana di sekitar kita, namun dapat meraup omzet yang menggiurkan setiap bulannya.
Kuncinya adalah kejelian dalam melihat potensi bisnis, disertai keuletan dan ketekunan dari para pengusaha dalam mengelola bisnis. Tidak lupa selalu mengembangkan inovasi dalam berbisnis.
Pada artikel ini, terdapat 5 pengusaha yang mampu menyulap hal &amp;ndash; hal sederhana menjadi barang dagangan yang bernilai jual tinggi.
Berikut ini, rangkuman Inspirasi Usaha Okezone dalam sepekan yang patut Anda simak.
1. Bisnis Batok Kelapa Rambah Pasar Eropa dan Jepang
 
 
Batok kelapa yang kurang berharga mampu disulap menjadi kerajinan yang memiliki nilai jual tinggi oleh pengrajin batok I Gede Suriawan. Bahkan, kerajinan batok kelapa kini mampu merambah pasar Eropa dan Asia, tidak hanya dipasarkan di pasaran lokal.
Berbagai komoditas seni mampu dihasilkan melalui batok kelapa, mulai dari asbak, sendok serta kerajinan seni lainnya yang belakangan banyak peminatnya. Bahkan produk ini laris di pasaran Jepang karena terbuat dari bahan alami terutama perabotan rumah tangga.
&amp;ldquo;Di tengah majunya industri kerajinan ini, peran pengrajin belakangan mengakui kesulitan dalam hal bahan baku batok kelapa,&amp;rdquo; ujarnya.
Selain mengkreasi desain sendiri, diakui para konsumen biasanya juga membawa desain tersendiri terutama pesanan dari luar negeri. Harganya pun sangat terjangkau mulai dari kisaran Rp9 ribu hingga Rp100 ribu tergantung tingkat kesulitan pengerjaannya
Klik: Bisnis Batok Kelapa Rambah Pasar Eropa dan Jepang
2. Pedasnya Sate Padang Sukses Raup Omzet Rp16 Juta/Hari
Sate Padang Ajo Ramon yang berdiri di Pasar Santa ini konsisten berjualan dengan bumbu yang sama selama 37 tahun berdiri. Hasilnya, mereka mampu menghasilkan omzet hampir Rp500 juta per bulan.
Bahkan, tidak hanya masyarakat lokal yang menikmati sate Padang ini, cukup banyak wisatawan asing yang mampir untuk mencicipi pedasnya sate Padang yang ditawarkan oleh Ajo Ramon.
Lantas apa rahasia dari kesuksesan Sate Padang Ajo Ramon ini? Beda dari biasanya, pelanggan bisa memilih sate yang tersedia di sini dari mulai lidah, daging, usus dan jantung. Sate tersebut, kemudian disiram dengan kuah sate yang diramu dari 35 bahan rempah.
Racikan ini sukses membuat lidah bergoyang, pasalnya setiap hari Ajo Ramon mampu menjual 8 ribu tusuk sate dengan omzet Rp16 juta per hari dan memiliki 7 cabang dengan puluhan pekerja.
&quot;Rasanya beda dengan sate Padang yang lainnya, gurih dan bumbunya enggak bohong,&quot; tutur salah satu pelanggan sate Ajo.
INSPIRASI BISNIS: Pedasnya Sate Padang Sukses Raup Omzet Rp16 Juta/Hari
 
3. Kantongi Pundi Rupiah dari Usaha Kain Batik Api
 
Bantul Yogyakarta seorang pemuda berkreasi dengan membuat batik unik yang dalam proses pengerjaannya menggunakan nyala api. Lugiyantoro, pria berusia 28 tahun warga Bantul, Yogyakarta ini berkreasi dan membuat inovasi baru dalam pembuatan kain batik.
Jika biasanya pengrajin batik mengerjakan pembuatan kain batik dengan menggunakan canting untuk mengoleskan lilin atau malam cair pada kain. Namun pria ini menggunakan api dalam proses pewarnaan pada batik buatannya.
Bahan yang digunakan untuk membatik juga berbeda dengan batik pada umumnya yang menggunakan malam atau lilin, yakni menggunakan adonan tepung dan formalin yang ditambahkan sedikit air Lugiyantoro menjual t-shirt batik api dan kain batik api berukuran 1,2 meter dengan harga antara Rp200 ribu hingga Rp500 ribu lebih tinggi di atas harga kain batik tulis biasa.
INSPIRASI BISNIS: Kantongi Pundi Rupiah dari Usaha Kain Batik Api

4. PNS Ini Dapat Jutaan Rupiah dari Ternak Tikus Putih
 
 
Mungkin sebagian orang menganggap tikus adalah hewan kotor,  menjijikkan dan juga dianggap hama. Namun siapa sangka dibalik itu semua  ternyata tikus-tikus ini dapat menghasilkan pundi-pundi rupiah.  Khususnya bagi peternak tikus putih atau mencit. Biasanya tikus ini  kerap menjadi pakan reptil, burung pemangsa daging dan juga objek  penelitian.
Memanfaatkan ruang tak terpakai di kediamannya, Pardiansyah kini  memiliki ratusan tikus putih. Dari budidaya inilah ia bisa mendapatkan  uang tambahan minimal Rp3 juta di luar pendapatan gaji bulanan sebagai  staf di instansi pemerintah kota Palembang.
Untuk harga satu ekor tikus putih kecil dijual mulai Rp7 ribu hingga  Rp10 ribu dan untuk tikus putih indukan dibanderol Rp50 ribu.
&amp;ldquo;Awalnya saya kan memelihara ular lalu kesulitan cari pakan jadi kita  coba-coba ternak dan ternyata enggak susah makan dan memeliharanya dan  bisa dijual lagi,&amp;rdquo; kata Pardiansyah.
INSPIRASI BISNIS : PNS Ini Dapat Jutaan Rupiah dari Ternak Tikus Putih
5. Omzet Olahan Ikan Nila Ibu PKK Rp120 Juta per Bulan
 
 
Ikan menjadi komoditas yang melimpah di kawasan Kalungharjo. Produk  makanan ringan UKM Nila Murni dijual di toko milik desa, obyek wisata  Umbul Ponggok, dan penjualan on line. Rata-rata sebulan mampu meraup  omzet Rp100 juta-Rp120 juta. Pendapatan tersebut belum dipotong biaya  produksi dan permodalan kelompok.
Uniknya, seluruh bagian ikan bisa dimanfaatkan tanpa ada yang  terbuang. Olahan ikan berupa makanan ringan merupakan ide kreatif  anggota Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Ponggok, Kecamatan  Polanharjo.
Ketua Tim Penggerak PKK Desa Ponggok, Ratnasari Irawati Sugiyarto,36,  mengatakan, usaha olahan ikan nila dimulai sekitar dua tahun lalu.  Mulanya Ratna mewajibkan setiap RW untuk membuat olahan pangan berbahan  dasar ikan nila.
&amp;rdquo;Setiap bulan saya keliling ke PKK di RW. Nah tiap saya datang saya  selalu minta anggota PKK untuk memunculkan hasil olahan ikan nila,  apapun itu. Akhirnya ada yang bikin nugget, bakso, otak-otak, dan  lainnya,&amp;rdquo; cerita Ratnasari.
Dalam sehari, PKK Desa Ponggok mampu menghabiskan 25 kg ikan nila  untuk diolah menjadi berbagai makanan ringan. Daging ikan digunakan  untuk nugget, bakso, otakotak, keripik, abon, cipiran, dan pangsit.  Sedangkan kulitnya diolah menjadi kerupuk rambak dan duri ikan menjadi  stik.
INSPIRASI BISNIS: Omzet Olahan Ikan Nila Ibu PKK Rp120 Juta per Bulan
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Siapa sangka dari bisnis sederhana di sekitar kita, namun dapat meraup omzet yang menggiurkan setiap bulannya.
Kuncinya adalah kejelian dalam melihat potensi bisnis, disertai keuletan dan ketekunan dari para pengusaha dalam mengelola bisnis. Tidak lupa selalu mengembangkan inovasi dalam berbisnis.
Pada artikel ini, terdapat 5 pengusaha yang mampu menyulap hal &amp;ndash; hal sederhana menjadi barang dagangan yang bernilai jual tinggi.
Berikut ini, rangkuman Inspirasi Usaha Okezone dalam sepekan yang patut Anda simak.
1. Bisnis Batok Kelapa Rambah Pasar Eropa dan Jepang
 
 
Batok kelapa yang kurang berharga mampu disulap menjadi kerajinan yang memiliki nilai jual tinggi oleh pengrajin batok I Gede Suriawan. Bahkan, kerajinan batok kelapa kini mampu merambah pasar Eropa dan Asia, tidak hanya dipasarkan di pasaran lokal.
Berbagai komoditas seni mampu dihasilkan melalui batok kelapa, mulai dari asbak, sendok serta kerajinan seni lainnya yang belakangan banyak peminatnya. Bahkan produk ini laris di pasaran Jepang karena terbuat dari bahan alami terutama perabotan rumah tangga.
&amp;ldquo;Di tengah majunya industri kerajinan ini, peran pengrajin belakangan mengakui kesulitan dalam hal bahan baku batok kelapa,&amp;rdquo; ujarnya.
Selain mengkreasi desain sendiri, diakui para konsumen biasanya juga membawa desain tersendiri terutama pesanan dari luar negeri. Harganya pun sangat terjangkau mulai dari kisaran Rp9 ribu hingga Rp100 ribu tergantung tingkat kesulitan pengerjaannya
Klik: Bisnis Batok Kelapa Rambah Pasar Eropa dan Jepang
2. Pedasnya Sate Padang Sukses Raup Omzet Rp16 Juta/Hari
Sate Padang Ajo Ramon yang berdiri di Pasar Santa ini konsisten berjualan dengan bumbu yang sama selama 37 tahun berdiri. Hasilnya, mereka mampu menghasilkan omzet hampir Rp500 juta per bulan.
Bahkan, tidak hanya masyarakat lokal yang menikmati sate Padang ini, cukup banyak wisatawan asing yang mampir untuk mencicipi pedasnya sate Padang yang ditawarkan oleh Ajo Ramon.
Lantas apa rahasia dari kesuksesan Sate Padang Ajo Ramon ini? Beda dari biasanya, pelanggan bisa memilih sate yang tersedia di sini dari mulai lidah, daging, usus dan jantung. Sate tersebut, kemudian disiram dengan kuah sate yang diramu dari 35 bahan rempah.
Racikan ini sukses membuat lidah bergoyang, pasalnya setiap hari Ajo Ramon mampu menjual 8 ribu tusuk sate dengan omzet Rp16 juta per hari dan memiliki 7 cabang dengan puluhan pekerja.
&quot;Rasanya beda dengan sate Padang yang lainnya, gurih dan bumbunya enggak bohong,&quot; tutur salah satu pelanggan sate Ajo.
INSPIRASI BISNIS: Pedasnya Sate Padang Sukses Raup Omzet Rp16 Juta/Hari
 
3. Kantongi Pundi Rupiah dari Usaha Kain Batik Api
 
Bantul Yogyakarta seorang pemuda berkreasi dengan membuat batik unik yang dalam proses pengerjaannya menggunakan nyala api. Lugiyantoro, pria berusia 28 tahun warga Bantul, Yogyakarta ini berkreasi dan membuat inovasi baru dalam pembuatan kain batik.
Jika biasanya pengrajin batik mengerjakan pembuatan kain batik dengan menggunakan canting untuk mengoleskan lilin atau malam cair pada kain. Namun pria ini menggunakan api dalam proses pewarnaan pada batik buatannya.
Bahan yang digunakan untuk membatik juga berbeda dengan batik pada umumnya yang menggunakan malam atau lilin, yakni menggunakan adonan tepung dan formalin yang ditambahkan sedikit air Lugiyantoro menjual t-shirt batik api dan kain batik api berukuran 1,2 meter dengan harga antara Rp200 ribu hingga Rp500 ribu lebih tinggi di atas harga kain batik tulis biasa.
INSPIRASI BISNIS: Kantongi Pundi Rupiah dari Usaha Kain Batik Api

4. PNS Ini Dapat Jutaan Rupiah dari Ternak Tikus Putih
 
 
Mungkin sebagian orang menganggap tikus adalah hewan kotor,  menjijikkan dan juga dianggap hama. Namun siapa sangka dibalik itu semua  ternyata tikus-tikus ini dapat menghasilkan pundi-pundi rupiah.  Khususnya bagi peternak tikus putih atau mencit. Biasanya tikus ini  kerap menjadi pakan reptil, burung pemangsa daging dan juga objek  penelitian.
Memanfaatkan ruang tak terpakai di kediamannya, Pardiansyah kini  memiliki ratusan tikus putih. Dari budidaya inilah ia bisa mendapatkan  uang tambahan minimal Rp3 juta di luar pendapatan gaji bulanan sebagai  staf di instansi pemerintah kota Palembang.
Untuk harga satu ekor tikus putih kecil dijual mulai Rp7 ribu hingga  Rp10 ribu dan untuk tikus putih indukan dibanderol Rp50 ribu.
&amp;ldquo;Awalnya saya kan memelihara ular lalu kesulitan cari pakan jadi kita  coba-coba ternak dan ternyata enggak susah makan dan memeliharanya dan  bisa dijual lagi,&amp;rdquo; kata Pardiansyah.
INSPIRASI BISNIS : PNS Ini Dapat Jutaan Rupiah dari Ternak Tikus Putih
5. Omzet Olahan Ikan Nila Ibu PKK Rp120 Juta per Bulan
 
 
Ikan menjadi komoditas yang melimpah di kawasan Kalungharjo. Produk  makanan ringan UKM Nila Murni dijual di toko milik desa, obyek wisata  Umbul Ponggok, dan penjualan on line. Rata-rata sebulan mampu meraup  omzet Rp100 juta-Rp120 juta. Pendapatan tersebut belum dipotong biaya  produksi dan permodalan kelompok.
Uniknya, seluruh bagian ikan bisa dimanfaatkan tanpa ada yang  terbuang. Olahan ikan berupa makanan ringan merupakan ide kreatif  anggota Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Ponggok, Kecamatan  Polanharjo.
Ketua Tim Penggerak PKK Desa Ponggok, Ratnasari Irawati Sugiyarto,36,  mengatakan, usaha olahan ikan nila dimulai sekitar dua tahun lalu.  Mulanya Ratna mewajibkan setiap RW untuk membuat olahan pangan berbahan  dasar ikan nila.
&amp;rdquo;Setiap bulan saya keliling ke PKK di RW. Nah tiap saya datang saya  selalu minta anggota PKK untuk memunculkan hasil olahan ikan nila,  apapun itu. Akhirnya ada yang bikin nugget, bakso, otak-otak, dan  lainnya,&amp;rdquo; cerita Ratnasari.
Dalam sehari, PKK Desa Ponggok mampu menghabiskan 25 kg ikan nila  untuk diolah menjadi berbagai makanan ringan. Daging ikan digunakan  untuk nugget, bakso, otakotak, keripik, abon, cipiran, dan pangsit.  Sedangkan kulitnya diolah menjadi kerupuk rambak dan duri ikan menjadi  stik.
INSPIRASI BISNIS: Omzet Olahan Ikan Nila Ibu PKK Rp120 Juta per Bulan
</content:encoded></item></channel></rss>
