<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Hari Arsitektur, 5 Tokoh di Balik Bangunan Ikonik Indonesia</title><description> Tanggal 18 Maret merupakan Hari Arsitektur Indonesia. Perkembangan bangunan di Indonesia pun tak lepas dari jasa para arsitek.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2017/03/18/470/1646234/hari-arsitektur-5-tokoh-di-balik-bangunan-ikonik-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2017/03/18/470/1646234/hari-arsitektur-5-tokoh-di-balik-bangunan-ikonik-indonesia"/><item><title>Hari Arsitektur, 5 Tokoh di Balik Bangunan Ikonik Indonesia</title><link>https://economy.okezone.com/read/2017/03/18/470/1646234/hari-arsitektur-5-tokoh-di-balik-bangunan-ikonik-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2017/03/18/470/1646234/hari-arsitektur-5-tokoh-di-balik-bangunan-ikonik-indonesia</guid><pubDate>Sabtu 18 Maret 2017 21:09 WIB</pubDate><dc:creator>Ulfa Arieza</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/03/18/470/1646234/hari-arsitektur-5-tokoh-di-balik-bangunan-ikonik-indonesia-ftVnVk1Bz9.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Dok Okezone.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/03/18/470/1646234/hari-arsitektur-5-tokoh-di-balik-bangunan-ikonik-indonesia-ftVnVk1Bz9.jpg</image><title>Foto: Dok Okezone.</title></images><description>JAKARTA - Tanggal 18 Maret merupakan Hari Arsitektur Indonesia. Perkembangan bangunan di Indonesia pun tak lepas dari jasa para arsitek.
Indonesia memiliki sejumlah tokoh arsitek yang memiliki nama besar. Berikut ini rangkumannya, seperti dikutip dari 'Mengenal Tokoh Arsitek Indonesia' karya Irfan Arifuddin seperti dirangkum Okezone.
 
1. Soejodi Wirjoatmodjo 
Namanya mungkin tidak terlalu dikenal sebagian orang, namun salah satu karyanya yang dikenal seluruh Indonesia adalah gedung MPR-DPR di Senayan. Tahun-tahun hidupnya di Eropa mempengaruhi Soejoedi dalam mendesain bangunan.
Salah satu yang menginspirasinya adalah arsitek asal Swedia, Ralph Erskine. Karyanya yang pertama adalah kafe restoran Braga Permai yang pernah dinamai Maison Bogerijen. Bentuk awalnya mirip vila Eropa yang ditandai dengan atap curam empat sisi yang disebut mansard.
2. Frederich S Silaban
 
Karya-karyanya banyak menghiasi ibu kota, siapa yang tidak mengenal Monumen Nasional, Gelora Senayan, dan yang paling membanggakan adalah Masjid Istiqlal.
Dia menyelesaikan pendidikannya formal di H.I.S Norumonda, Tapanuli 1927, Koningen Wilhelmina School (K.W.S) di Jakarta pada 1931, dan Academic van Bouwkunst Amsterdam, Balnda pada 1950.
Dari karyanya, Frederich banyak memperoleh penghargaan, baik dari dalam maupun luar negeri. Salah satunya adalah tanda kehormatan Satya Lencana Pembangunan yang diberikan oleh Presiden Soekarno pada 1962. 2. Y.B Mangunwijaya Dalam arsitektur, beliau juga kerap dijuluki sebagai bapak arsitektur modern Indonesia.
Salah satu penghargaan yang pernah diterimanya adalah penghargaan Aga Khan untuk arsitektur, yang merupakan penghargaan tertinggi karya arsitektural di dunia berkembang untuk rancangan pemukiman di tepi kali Code Yogyakarta. Dalam bidang arsitektur, Mangunwijaya memiliki kecenderungan bermain dengan warna, ruang, dan suasana. Hal ini menjadikan karya-karyanya dipenuhi dengan ungkapan bentuk yang beraneka ragam sehingga tampil unik.
3. Han Awal
 
Merupakan arsitek yang ikut berkontribusi dalam pembangunan Gedung Arsip Nasional (pemugaran). Dalam kariernya, Han dikenal sebagai arsitek pemugaran bangunan-bangunan itu, karya pemugarannya meliputi Gereja Katedral Jakarta, Gedung Arsip, Gedung Bank Indonesia Jakarta Kota, dan Gereja Immanuel.
Prestasinya dalam merancang bangunan membuahkan penghargaan Internasional Award of Excellence UNESCO Asia Pasific Heritage untuk Bangunan Museum Arsip Nasional.

Hari Arsitektur, 5 Tokoh di Balik Bangunan Ikonik Indonesia4. Achmad Noeman
 
Sosoknya dikenal sebagai maestro arsitektur masjid di  Indonesia. Sudah banyak karyanya seperti Masjid Salman ITB, Masjid Amir  Hamzah, Masjid at-Tin, Masjid Islamic Center, Masjid Soeharto di Bosnia,  dan Masjid Syekh Yusug di Cape Town, Afrika Selatan. Namun, dari  sejumlah karyanya, masjid Salman di ITB merupakan karya yang  melambungkan namanya karena masjid tersebut dirancang tanpa kubah. Dia  merupakan salah satu pendiri IAI (Ikatan Arsitektur Indonesia).
5. Y.B Mangunwijaya
 
Dalam arsitektur, beliau juga kerap dijuluki sebagai bapak  arsitektur modern Indonesia. Salah satu penghargaan yang pernah  diterimanya adalah penghargaan Aga Khan untuk arsitektur, yang merupakan  penghargaan tertinggi karya arsitektural di dunia berkembang untuk  rancangan pemukiman di tepi kali Code Yogyakarta.
Dalam bidang arsitektur, Mangunwijaya memiliki kecenderungan bermain  dengan warna, ruang, dan suasana. Hal ini menjadikan karya-karyanya  dipenuhi dengan ungkapan bentuk yang beraneka ragam sehingga tampil  unik.</description><content:encoded>JAKARTA - Tanggal 18 Maret merupakan Hari Arsitektur Indonesia. Perkembangan bangunan di Indonesia pun tak lepas dari jasa para arsitek.
Indonesia memiliki sejumlah tokoh arsitek yang memiliki nama besar. Berikut ini rangkumannya, seperti dikutip dari 'Mengenal Tokoh Arsitek Indonesia' karya Irfan Arifuddin seperti dirangkum Okezone.
 
1. Soejodi Wirjoatmodjo 
Namanya mungkin tidak terlalu dikenal sebagian orang, namun salah satu karyanya yang dikenal seluruh Indonesia adalah gedung MPR-DPR di Senayan. Tahun-tahun hidupnya di Eropa mempengaruhi Soejoedi dalam mendesain bangunan.
Salah satu yang menginspirasinya adalah arsitek asal Swedia, Ralph Erskine. Karyanya yang pertama adalah kafe restoran Braga Permai yang pernah dinamai Maison Bogerijen. Bentuk awalnya mirip vila Eropa yang ditandai dengan atap curam empat sisi yang disebut mansard.
2. Frederich S Silaban
 
Karya-karyanya banyak menghiasi ibu kota, siapa yang tidak mengenal Monumen Nasional, Gelora Senayan, dan yang paling membanggakan adalah Masjid Istiqlal.
Dia menyelesaikan pendidikannya formal di H.I.S Norumonda, Tapanuli 1927, Koningen Wilhelmina School (K.W.S) di Jakarta pada 1931, dan Academic van Bouwkunst Amsterdam, Balnda pada 1950.
Dari karyanya, Frederich banyak memperoleh penghargaan, baik dari dalam maupun luar negeri. Salah satunya adalah tanda kehormatan Satya Lencana Pembangunan yang diberikan oleh Presiden Soekarno pada 1962. 2. Y.B Mangunwijaya Dalam arsitektur, beliau juga kerap dijuluki sebagai bapak arsitektur modern Indonesia.
Salah satu penghargaan yang pernah diterimanya adalah penghargaan Aga Khan untuk arsitektur, yang merupakan penghargaan tertinggi karya arsitektural di dunia berkembang untuk rancangan pemukiman di tepi kali Code Yogyakarta. Dalam bidang arsitektur, Mangunwijaya memiliki kecenderungan bermain dengan warna, ruang, dan suasana. Hal ini menjadikan karya-karyanya dipenuhi dengan ungkapan bentuk yang beraneka ragam sehingga tampil unik.
3. Han Awal
 
Merupakan arsitek yang ikut berkontribusi dalam pembangunan Gedung Arsip Nasional (pemugaran). Dalam kariernya, Han dikenal sebagai arsitek pemugaran bangunan-bangunan itu, karya pemugarannya meliputi Gereja Katedral Jakarta, Gedung Arsip, Gedung Bank Indonesia Jakarta Kota, dan Gereja Immanuel.
Prestasinya dalam merancang bangunan membuahkan penghargaan Internasional Award of Excellence UNESCO Asia Pasific Heritage untuk Bangunan Museum Arsip Nasional.

Hari Arsitektur, 5 Tokoh di Balik Bangunan Ikonik Indonesia4. Achmad Noeman
 
Sosoknya dikenal sebagai maestro arsitektur masjid di  Indonesia. Sudah banyak karyanya seperti Masjid Salman ITB, Masjid Amir  Hamzah, Masjid at-Tin, Masjid Islamic Center, Masjid Soeharto di Bosnia,  dan Masjid Syekh Yusug di Cape Town, Afrika Selatan. Namun, dari  sejumlah karyanya, masjid Salman di ITB merupakan karya yang  melambungkan namanya karena masjid tersebut dirancang tanpa kubah. Dia  merupakan salah satu pendiri IAI (Ikatan Arsitektur Indonesia).
5. Y.B Mangunwijaya
 
Dalam arsitektur, beliau juga kerap dijuluki sebagai bapak  arsitektur modern Indonesia. Salah satu penghargaan yang pernah  diterimanya adalah penghargaan Aga Khan untuk arsitektur, yang merupakan  penghargaan tertinggi karya arsitektural di dunia berkembang untuk  rancangan pemukiman di tepi kali Code Yogyakarta.
Dalam bidang arsitektur, Mangunwijaya memiliki kecenderungan bermain  dengan warna, ruang, dan suasana. Hal ini menjadikan karya-karyanya  dipenuhi dengan ungkapan bentuk yang beraneka ragam sehingga tampil  unik.</content:encoded></item></channel></rss>
