<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Hebat! Indonesia Segera Miliki PLTP Berkekuatan Total 617 Mw</title><description>PT Pertamina Geothermal Energy menargetkan dua PLTP yang tengah digarap perusahaan dapat beroperasi pada semester I-2017.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2017/04/01/320/1656400/hebat-indonesia-segera-miliki-pltp-berkekuatan-total-617-mw</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2017/04/01/320/1656400/hebat-indonesia-segera-miliki-pltp-berkekuatan-total-617-mw"/><item><title>Hebat! Indonesia Segera Miliki PLTP Berkekuatan Total 617 Mw</title><link>https://economy.okezone.com/read/2017/04/01/320/1656400/hebat-indonesia-segera-miliki-pltp-berkekuatan-total-617-mw</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2017/04/01/320/1656400/hebat-indonesia-segera-miliki-pltp-berkekuatan-total-617-mw</guid><pubDate>Sabtu 01 April 2017 13:49 WIB</pubDate><dc:creator>Koran SINDO</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/04/01/320/1656400/indonesia-segera-miliki-pltp-berkekuatan-total-617-mw-0kw54ty26x.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Dok Koran Sindo</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/04/01/320/1656400/indonesia-segera-miliki-pltp-berkekuatan-total-617-mw-0kw54ty26x.jpg</image><title>Foto: Dok Koran Sindo</title></images><description>JAKARTA - PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) menargetkan dua pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) yang tengah digarap perusahaan dapat beroperasi pada semester I-2017.
Kedua PLTP tersebut adalah Karaha Bodas Unit 1 berkapasitas 30 megawatt (mw) dan PLTP Ulubelu Unit 4 berkapasitas 55 mw. Total menjadi 85 mw.
Direktur Utama PGE Irfan Zainuddin mengatakan, dengan beroperasinya dua PLTP tersebut kapasitas terpasang pembangkit PGE menjadi sebesar 617 mw. Adapun proyek tersebut membutuhkan biaya investasi sebesar USD398,9 juta yang terdiri atas USD294,9 juta untuk pengembangan bisnis dan sisanya USD104 juta untuk nonpengembangan.
&amp;rdquo;Pada tahun ini PGE menganggarkan biaya-biaya investasi yang cukup besar untuk proyek panas bumi seperti yang sudah ditetapkan dalam kebijakan energi nasional,&amp;rdquo; kata Irfan, di Jakarta, kemarin.
Menurut dia, dalam pengembangan energi panas bumi, PGE telah memberikan kontribusi sebesar 35% dari total wilayah kerja panas bumi yang sudah berproduksi di Indonesia sebesar 1.535 mw. PGE sampai 2025 ditargetkan berkontribusi sebesar 2,3 gigawatt (GW) atau 32% dari yang dicanangkan pemerintah sebesar 7,2 GW dalam Kebijakan Energi Nasional.
&amp;rdquo;PGE akan terus mempercepat pengoperasian PLTP. Pada 2016, perusahaan telah berhasil menyelesaikan tiga proyek PLTP lebih cepat dari jadwal yang direncanakan sehingga dapat berproduksi lebih awal,&amp;rdquo; kata dia.
Dia menyebut ketiga proyek PLTP tersebut adalah PLTP Ulubelu Unit 3, PLTP Lahendong Unit 5, dan PLTP Lahendong Unit 6. Adapun pengoperasian secara komersial PLTP Ulubelu 3 pada 25 Juli 2016, lebih cepat dari jadwal yang direncanakan 6 Agustus 2016.
Sementara COD Lahendong 5 dan 6 masing-masing pada 16 September dan 6 Desember 2016, lebih cepat dari jadwal yang direncanakan 26 Desember dan 1 Februari 2017. Dia menjelaskan, sejak tahun lalu PGE telah menjalankan tujuh proyek pembangkit panas bumi secara paralel, yaitu PLTP Sungai Penuh upstream project 1x55 mw dengan target beroperasi 2020; kemudian PLTP Hululais upstream project 2x55 mw dengan target beroperasi 2019 untuk Unit 1 dan 2021 untuk Unit 2; serta PLTP Ulubelu total project 2x55 mw yang beroperasi 3 Juli 2016 untuk Unit 3 dan Juni 2017 untuk Unit 4.
Kemudian, PLTP Lumut Balai Unit 1 dan 2 total kapasitas 2x55 mw dengan target COD untuk Unit 1 pada 2018 dan Unit 2 pada 2019; PLTP Lumut Balai Unit 3 dan 4 berkapasitas 2x55 mw dengan target COD Unit 3 pada 2022 dan Unit 4 2024. Dia menegaskan, proyek-proyek itu merupakan komitmen Pertamina dalam mendukung program kelistrikan 35.000 mw yang dicanangkan pemerintah. &amp;rdquo;Untukmemaksimalkanitu, PGE akan terus mempercepat penyelesaian proyek untuk dapat berkontribusi bagi kelistrikan nasional,&amp;rdquo; pungkasnya.  (Nanang Wijayanto/Koran Sindo)</description><content:encoded>JAKARTA - PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) menargetkan dua pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) yang tengah digarap perusahaan dapat beroperasi pada semester I-2017.
Kedua PLTP tersebut adalah Karaha Bodas Unit 1 berkapasitas 30 megawatt (mw) dan PLTP Ulubelu Unit 4 berkapasitas 55 mw. Total menjadi 85 mw.
Direktur Utama PGE Irfan Zainuddin mengatakan, dengan beroperasinya dua PLTP tersebut kapasitas terpasang pembangkit PGE menjadi sebesar 617 mw. Adapun proyek tersebut membutuhkan biaya investasi sebesar USD398,9 juta yang terdiri atas USD294,9 juta untuk pengembangan bisnis dan sisanya USD104 juta untuk nonpengembangan.
&amp;rdquo;Pada tahun ini PGE menganggarkan biaya-biaya investasi yang cukup besar untuk proyek panas bumi seperti yang sudah ditetapkan dalam kebijakan energi nasional,&amp;rdquo; kata Irfan, di Jakarta, kemarin.
Menurut dia, dalam pengembangan energi panas bumi, PGE telah memberikan kontribusi sebesar 35% dari total wilayah kerja panas bumi yang sudah berproduksi di Indonesia sebesar 1.535 mw. PGE sampai 2025 ditargetkan berkontribusi sebesar 2,3 gigawatt (GW) atau 32% dari yang dicanangkan pemerintah sebesar 7,2 GW dalam Kebijakan Energi Nasional.
&amp;rdquo;PGE akan terus mempercepat pengoperasian PLTP. Pada 2016, perusahaan telah berhasil menyelesaikan tiga proyek PLTP lebih cepat dari jadwal yang direncanakan sehingga dapat berproduksi lebih awal,&amp;rdquo; kata dia.
Dia menyebut ketiga proyek PLTP tersebut adalah PLTP Ulubelu Unit 3, PLTP Lahendong Unit 5, dan PLTP Lahendong Unit 6. Adapun pengoperasian secara komersial PLTP Ulubelu 3 pada 25 Juli 2016, lebih cepat dari jadwal yang direncanakan 6 Agustus 2016.
Sementara COD Lahendong 5 dan 6 masing-masing pada 16 September dan 6 Desember 2016, lebih cepat dari jadwal yang direncanakan 26 Desember dan 1 Februari 2017. Dia menjelaskan, sejak tahun lalu PGE telah menjalankan tujuh proyek pembangkit panas bumi secara paralel, yaitu PLTP Sungai Penuh upstream project 1x55 mw dengan target beroperasi 2020; kemudian PLTP Hululais upstream project 2x55 mw dengan target beroperasi 2019 untuk Unit 1 dan 2021 untuk Unit 2; serta PLTP Ulubelu total project 2x55 mw yang beroperasi 3 Juli 2016 untuk Unit 3 dan Juni 2017 untuk Unit 4.
Kemudian, PLTP Lumut Balai Unit 1 dan 2 total kapasitas 2x55 mw dengan target COD untuk Unit 1 pada 2018 dan Unit 2 pada 2019; PLTP Lumut Balai Unit 3 dan 4 berkapasitas 2x55 mw dengan target COD Unit 3 pada 2022 dan Unit 4 2024. Dia menegaskan, proyek-proyek itu merupakan komitmen Pertamina dalam mendukung program kelistrikan 35.000 mw yang dicanangkan pemerintah. &amp;rdquo;Untukmemaksimalkanitu, PGE akan terus mempercepat penyelesaian proyek untuk dapat berkontribusi bagi kelistrikan nasional,&amp;rdquo; pungkasnya.  (Nanang Wijayanto/Koran Sindo)</content:encoded></item></channel></rss>
