<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ide Pajak Progresif Properti Masih Cooling Down</title><description>Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Darmin Nasution mengatakan  sejauh ini wacana pajak progresif belum ada pembicaraan lebih lanjut</description><link>https://economy.okezone.com/read/2017/04/07/470/1661932/ide-pajak-progresif-properti-masih-cooling-down</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2017/04/07/470/1661932/ide-pajak-progresif-properti-masih-cooling-down"/><item><title>Ide Pajak Progresif Properti Masih Cooling Down</title><link>https://economy.okezone.com/read/2017/04/07/470/1661932/ide-pajak-progresif-properti-masih-cooling-down</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2017/04/07/470/1661932/ide-pajak-progresif-properti-masih-cooling-down</guid><pubDate>Jum'at 07 April 2017 20:05 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/04/07/470/1661932/ide-pajak-progresif-properti-masih-cooling-down-iTecqZK2ca.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: Shutterstock</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/04/07/470/1661932/ide-pajak-progresif-properti-masih-cooling-down-iTecqZK2ca.jpg</image><title>Ilustrasi: Shutterstock</title></images><description>JAKARTA - Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Darmin Nasution mengatakan sejauh ini wacana pajak progresif belum ada pembicaraan lebih lanjut. Menurutnya, saat ini kondisi properti sedang sulit. Oleh karena itu, ide tersebut di-cooling down lebih dulu.

&quot;Belum, itu kita pikirkan, soalnya kondisi properti lagi sulit jadi kita cooldown ide itu,&quot; ujarnya di Kantor Kementrian Koordinator bidang Perekonomian, Jakarta, Jumat (7/4/2017).

Darmin melanjutkan, hal seperti ini perlu pembahasan lebih lanjut, dan keputusan tersebut dibutuhkan pada tingkat yang lebih tinggi.

&quot;Jadi belum bisa, tidak akan ada keputusan. Itu kan wacana awal-awal. Wacananya kita harus pikirkan kembali dan keputusannya itu harus di tingkat yang lebih tinggi,&quot; kata Darmin.

Menurutnya, terkait pajak progresif properti akan selesaikan di Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR). Alasannya, karena Kementrian ATR yang mempunyai ide tersebut.

&quot;Itu inisiatif policy, jadi kan ATR punya ide dalam rangka ini. Policy-nya juga bagus, tapi waktunya kurang tepat, gitu aja,&quot; jelas Darmin.

Darmin juga menegaskan jika tidak adanya penghematan anggaran untuk sertifikasi tanah. Darmin menjelaskan yang ada hanya lah penghematan anggaran untuk yang tidak produktif.

&quot;Jadi anggaran tidak produktif dialokasikan ke yang produktif. Untuk anggaran produktif kita adalah terutama program mempercepat sertifikasi lahan rakyat,&quot; kata Darmin.

&quot;Anggaran dinas, macam-macam akan kita lihat satu persatu kalo nggak produktif kita alihkan,&quot; imbuhnya. (tro)</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Darmin Nasution mengatakan sejauh ini wacana pajak progresif belum ada pembicaraan lebih lanjut. Menurutnya, saat ini kondisi properti sedang sulit. Oleh karena itu, ide tersebut di-cooling down lebih dulu.

&quot;Belum, itu kita pikirkan, soalnya kondisi properti lagi sulit jadi kita cooldown ide itu,&quot; ujarnya di Kantor Kementrian Koordinator bidang Perekonomian, Jakarta, Jumat (7/4/2017).

Darmin melanjutkan, hal seperti ini perlu pembahasan lebih lanjut, dan keputusan tersebut dibutuhkan pada tingkat yang lebih tinggi.

&quot;Jadi belum bisa, tidak akan ada keputusan. Itu kan wacana awal-awal. Wacananya kita harus pikirkan kembali dan keputusannya itu harus di tingkat yang lebih tinggi,&quot; kata Darmin.

Menurutnya, terkait pajak progresif properti akan selesaikan di Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR). Alasannya, karena Kementrian ATR yang mempunyai ide tersebut.

&quot;Itu inisiatif policy, jadi kan ATR punya ide dalam rangka ini. Policy-nya juga bagus, tapi waktunya kurang tepat, gitu aja,&quot; jelas Darmin.

Darmin juga menegaskan jika tidak adanya penghematan anggaran untuk sertifikasi tanah. Darmin menjelaskan yang ada hanya lah penghematan anggaran untuk yang tidak produktif.

&quot;Jadi anggaran tidak produktif dialokasikan ke yang produktif. Untuk anggaran produktif kita adalah terutama program mempercepat sertifikasi lahan rakyat,&quot; kata Darmin.

&quot;Anggaran dinas, macam-macam akan kita lihat satu persatu kalo nggak produktif kita alihkan,&quot; imbuhnya. (tro)</content:encoded></item></channel></rss>
