<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jangan Asal Bangun Perumahan Berkonsep TOD Tanpa Perhatikan Akses</title><description>Pengembangan kawasan permukiman berkonsep Transit Oriented Development (TOD) merupakan sesuatu yang dianggap seksi oleh pengembang</description><link>https://economy.okezone.com/read/2017/04/10/470/1663202/jangan-asal-bangun-perumahan-berkonsep-tod-tanpa-perhatikan-akses</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2017/04/10/470/1663202/jangan-asal-bangun-perumahan-berkonsep-tod-tanpa-perhatikan-akses"/><item><title>Jangan Asal Bangun Perumahan Berkonsep TOD Tanpa Perhatikan Akses</title><link>https://economy.okezone.com/read/2017/04/10/470/1663202/jangan-asal-bangun-perumahan-berkonsep-tod-tanpa-perhatikan-akses</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2017/04/10/470/1663202/jangan-asal-bangun-perumahan-berkonsep-tod-tanpa-perhatikan-akses</guid><pubDate>Senin 10 April 2017 13:44 WIB</pubDate><dc:creator>Trio Hamdani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/04/10/470/1663202/jangan-asal-bangun-perumahan-berkonsep-tod-tanpa-perhatikan-akses-KL03MRfMAW.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/04/10/470/1663202/jangan-asal-bangun-perumahan-berkonsep-tod-tanpa-perhatikan-akses-KL03MRfMAW.jpg</image><title>Ilustrasi: Okezone</title></images><description>JAKARTA - Pengembangan kawasan permukiman berkonsep Transit Oriented Development (TOD) merupakan sesuatu yang dianggap seksi oleh pengembang. Banyak pengembang yang mulai mengincar untuk membangun kawasan yang berpotensi menjadi TOD.

Kawasan yang dinilai prospek menjadi kawasan TOD yakni kawasan di sekitar dibangunnya proyek Light Rail Transit (LRT) dan Mass Rapid Transit (MRT). Namun, pengembang ditekankan agar tak asal membangun perumahan di dekat proyek tersebut.

&quot;Oh iya, itu jangan sampai (asal-asalan), nanti lebih ke konsumen jadinya. Kalau konsumen membeli di situ mestinya memang sesuai, aksesnya ke TOD,&quot; kata Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch Ali Tranghanda dihubungi Okezone di Jakarta.

Ia pun menyebut, daerah dibangunnya perumahan baik tapak maupun vertikal yang paling optimal untuk mengusung konsep TOD adalah yang jaraknya menuju stasiun dapat ditempuh dalam kurun waktu 10-15 menit.

&quot;Jadi, waktu itu saya pernah hitung-hitungan minimal 10 menit dari lokasi, 15 menit paling lama itu ke stasiun TOD terdekat. Aksesnya mesti ada,&quot; jelasnya.

Masalah ketersediaan akses tersebut, menurutnya menjadi persoalan penting yang harus benar-benar diperhatikan oleh pengembang. Selain itu, calon pembeli hunian di kawasan TOD pun diingatkan untuk lebih teliti sebelum membeli.

&quot;Memang kan banyak pengembang yang kebanyakan cuma (jual rumah) murah, tapi kan tidak dilengkapi dengan akses ke sana, jauh. Nah itu memang tipu-tipu pengembang. Jadi konsumen harus hati-hati juga,&quot; ungkapnya.

&quot;Karena banyak yang (rumahnya) diujung, jadi dia mau ke depan aja nggak ada angkutan, naik ojek, ongkos lagi, biaya lagi, belum ke stasiun LRTnya,&quot; tambahnya. (tro)</description><content:encoded>JAKARTA - Pengembangan kawasan permukiman berkonsep Transit Oriented Development (TOD) merupakan sesuatu yang dianggap seksi oleh pengembang. Banyak pengembang yang mulai mengincar untuk membangun kawasan yang berpotensi menjadi TOD.

Kawasan yang dinilai prospek menjadi kawasan TOD yakni kawasan di sekitar dibangunnya proyek Light Rail Transit (LRT) dan Mass Rapid Transit (MRT). Namun, pengembang ditekankan agar tak asal membangun perumahan di dekat proyek tersebut.

&quot;Oh iya, itu jangan sampai (asal-asalan), nanti lebih ke konsumen jadinya. Kalau konsumen membeli di situ mestinya memang sesuai, aksesnya ke TOD,&quot; kata Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch Ali Tranghanda dihubungi Okezone di Jakarta.

Ia pun menyebut, daerah dibangunnya perumahan baik tapak maupun vertikal yang paling optimal untuk mengusung konsep TOD adalah yang jaraknya menuju stasiun dapat ditempuh dalam kurun waktu 10-15 menit.

&quot;Jadi, waktu itu saya pernah hitung-hitungan minimal 10 menit dari lokasi, 15 menit paling lama itu ke stasiun TOD terdekat. Aksesnya mesti ada,&quot; jelasnya.

Masalah ketersediaan akses tersebut, menurutnya menjadi persoalan penting yang harus benar-benar diperhatikan oleh pengembang. Selain itu, calon pembeli hunian di kawasan TOD pun diingatkan untuk lebih teliti sebelum membeli.

&quot;Memang kan banyak pengembang yang kebanyakan cuma (jual rumah) murah, tapi kan tidak dilengkapi dengan akses ke sana, jauh. Nah itu memang tipu-tipu pengembang. Jadi konsumen harus hati-hati juga,&quot; ungkapnya.

&quot;Karena banyak yang (rumahnya) diujung, jadi dia mau ke depan aja nggak ada angkutan, naik ojek, ongkos lagi, biaya lagi, belum ke stasiun LRTnya,&quot; tambahnya. (tro)</content:encoded></item></channel></rss>
