<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>INSPIRASI BISNIS: Nilai Tradisional Wayang Kulit Seharga Jutaan Rupiah</title><description>Wayang kulit adalah salah satu karya seni peninggalan para leluhur yang hingga kini masih bertahan di tanah Jawa.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2017/04/23/320/1673691/inspirasi-bisnis-nilai-tradisional-wayang-kulit-seharga-jutaan-rupiah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2017/04/23/320/1673691/inspirasi-bisnis-nilai-tradisional-wayang-kulit-seharga-jutaan-rupiah"/><item><title>INSPIRASI BISNIS: Nilai Tradisional Wayang Kulit Seharga Jutaan Rupiah</title><link>https://economy.okezone.com/read/2017/04/23/320/1673691/inspirasi-bisnis-nilai-tradisional-wayang-kulit-seharga-jutaan-rupiah</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2017/04/23/320/1673691/inspirasi-bisnis-nilai-tradisional-wayang-kulit-seharga-jutaan-rupiah</guid><pubDate>Minggu 23 April 2017 08:13 WIB</pubDate><dc:creator>Bambang Sugiarto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/04/21/320/1673691/inspirasi-bisnis-nilai-tradisional-wayang-kulit-seharga-jutaan-rupiah-7n5zB3K8cb.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/04/21/320/1673691/inspirasi-bisnis-nilai-tradisional-wayang-kulit-seharga-jutaan-rupiah-7n5zB3K8cb.jpg</image><title>Ilustrasi: (Foto: Okezone)</title></images><description>JEMBER - Wayang kulit adalah salah satu karya seni peninggalan para leluhur yang hingga kini masih bertahan di tanah Jawa. Di sebuah desa di Jember, terdapat perajin wayang kulit asli yang dirintis justru oleh kaum muda.
Wayang kulit buatan warga desa Dukuh Dempok, Kecamatan Ambulu, Jember ini ternyata tak kalah bersaing dengan produksi wayang kulit dari Kota Solo, Jawa Tengah.
Bahkan, wayang kulit buatan warga desa ini bisa melayani pemesanan hingga ke luar negeri, seperti Korea, China, Hong Kong dan Amerika Serikat (AS).
Dari   desa tersebut  ternyata muncul pemuda yang getol mempertahankan bisnis wayang kulit. Dia adalah adalah  Robby, yang kini berusia 35 tahun. Kesehariannya kini adalah membuat wayang kulit  pahatan atau tatahan.
Robby telah menekuni pembuatan wayang kulit sejak 10 tahun silam. Ia memang sengaja menekuni usaha ini untuk melestarikan budaya bangsa yang kini tak lagi di lirik kaum muda.
Dibantu lima pekerjanya, Robby hanya mampu membuat  sebuah wayang kulit hingga tiga hari. &amp;ldquo;Memang cukup lama, karena sangat rumit dan perlu ketelatenan saat mendesain,&amp;rdquo; kata dia.
Apalagi wayang kulit dengan tokoh seperti Gatot Kaca dan Bima butuh torehan yang tidak boleh serampangan membuatnya sehingga pas dengan tokohnya.
Kerumitan itulah membuat wayang kulit produksi Robby sangat mahal. Satu buah wayang kulit, dia melempar dari harga Rp250 ribu hingga Rp1,5 juta. Untuk membuat wayang kulit menurut Robby, terlebih dahulu menata kulit sapi  yang sudah kering dengan cara memahat sesuai  bentuk dan karakternya.
Selanjutnya dilakukan pewarnaan dasar dengan  cat berwarna putih untuk menutup pori-pori kulit wayang. Setelah kering dilanjutkan pewarnaan karakter sesuai tokoh wayang.
&amp;ldquo;Kemudian wayang kulit tersebut di keringkan di terik matahari,&amp;rdquo; ujarnya.</description><content:encoded>JEMBER - Wayang kulit adalah salah satu karya seni peninggalan para leluhur yang hingga kini masih bertahan di tanah Jawa. Di sebuah desa di Jember, terdapat perajin wayang kulit asli yang dirintis justru oleh kaum muda.
Wayang kulit buatan warga desa Dukuh Dempok, Kecamatan Ambulu, Jember ini ternyata tak kalah bersaing dengan produksi wayang kulit dari Kota Solo, Jawa Tengah.
Bahkan, wayang kulit buatan warga desa ini bisa melayani pemesanan hingga ke luar negeri, seperti Korea, China, Hong Kong dan Amerika Serikat (AS).
Dari   desa tersebut  ternyata muncul pemuda yang getol mempertahankan bisnis wayang kulit. Dia adalah adalah  Robby, yang kini berusia 35 tahun. Kesehariannya kini adalah membuat wayang kulit  pahatan atau tatahan.
Robby telah menekuni pembuatan wayang kulit sejak 10 tahun silam. Ia memang sengaja menekuni usaha ini untuk melestarikan budaya bangsa yang kini tak lagi di lirik kaum muda.
Dibantu lima pekerjanya, Robby hanya mampu membuat  sebuah wayang kulit hingga tiga hari. &amp;ldquo;Memang cukup lama, karena sangat rumit dan perlu ketelatenan saat mendesain,&amp;rdquo; kata dia.
Apalagi wayang kulit dengan tokoh seperti Gatot Kaca dan Bima butuh torehan yang tidak boleh serampangan membuatnya sehingga pas dengan tokohnya.
Kerumitan itulah membuat wayang kulit produksi Robby sangat mahal. Satu buah wayang kulit, dia melempar dari harga Rp250 ribu hingga Rp1,5 juta. Untuk membuat wayang kulit menurut Robby, terlebih dahulu menata kulit sapi  yang sudah kering dengan cara memahat sesuai  bentuk dan karakternya.
Selanjutnya dilakukan pewarnaan dasar dengan  cat berwarna putih untuk menutup pori-pori kulit wayang. Setelah kering dilanjutkan pewarnaan karakter sesuai tokoh wayang.
&amp;ldquo;Kemudian wayang kulit tersebut di keringkan di terik matahari,&amp;rdquo; ujarnya.</content:encoded></item></channel></rss>
