<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Impor LNG dari Amerika, Dirjen Migas: Di Sana Harganya Murah</title><description>Menurut&amp;nbsp; Dirjen Migas IGN Wiratmaja Puja, alasan  melakukan impor gas LNG dari AS lantaran harga gas lebih murah  dibandingkan negara lain.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2017/04/25/320/1675926/impor-lng-dari-amerika-dirjen-migas-di-sana-harganya-murah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2017/04/25/320/1675926/impor-lng-dari-amerika-dirjen-migas-di-sana-harganya-murah"/><item><title>Impor LNG dari Amerika, Dirjen Migas: Di Sana Harganya Murah</title><link>https://economy.okezone.com/read/2017/04/25/320/1675926/impor-lng-dari-amerika-dirjen-migas-di-sana-harganya-murah</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2017/04/25/320/1675926/impor-lng-dari-amerika-dirjen-migas-di-sana-harganya-murah</guid><pubDate>Selasa 25 April 2017 15:26 WIB</pubDate><dc:creator>Feby Novalius</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/04/25/320/1675926/impor-lng-dari-amerika-dirjen-migas-di-sana-harganya-murah-CWmlgAJs53.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Feby/Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/04/25/320/1675926/impor-lng-dari-amerika-dirjen-migas-di-sana-harganya-murah-CWmlgAJs53.jpg</image><title>Foto: Feby/Okezone</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan, Indonesia melakukan impor Liquefied Natural Gas (LNG) sebanyak 1 juta ton per tahun dari Amerika Serikat (AS). Hal ini sejalan dengan penandatanganan kontrak kerja sama antara ExxonMobil dengan Pertamina yang disaksikan langsung Wapres Jusuf Kalla, Mike Pence serta Menteri ESDM Ignasius Jonan. Kontrak tersebut berlaku hingga 2025 dengan jangka kontrak selama 20 tahun.

Menurut Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi IGN Wiratmaja Puja, alasan melakukan impor gas LNG dari AS lantaran harga gas lebih murah dibandingkan negara lain.
Meski demikian, kata Wirat, ada plus minus melakukan impor gas LNG dari AS atau negara lainnya.

&quot;AS itu harga murah bila dibandingkan Timur Tengah. Nanti gas diubah ke LNG dulu. Tapi karena kejauhan (jarak distribusi AS-Indonesia) bisa jadi ada lonjakan harga,&quot; tuturnya, di Gedung Migas, Jakarta, Selasa (25/4/2017).

Wirat menilai, hal ini harus menjadi pertimbangan Pertamina dalam proses pengiriman gas. Tujuannya, jika perhitungan matang maka bisa meminimalisir biaya gas sehingga tetap bisa murah.

&quot;Ini kan kontrak jangka panjang. Jadi pengusaha (Pertamina) harus menghitung jarak angkut karena jauh. Harga gas harus lebih murah. Itu yang harus dihitung,&quot; tuturnya.
(kmj)</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan, Indonesia melakukan impor Liquefied Natural Gas (LNG) sebanyak 1 juta ton per tahun dari Amerika Serikat (AS). Hal ini sejalan dengan penandatanganan kontrak kerja sama antara ExxonMobil dengan Pertamina yang disaksikan langsung Wapres Jusuf Kalla, Mike Pence serta Menteri ESDM Ignasius Jonan. Kontrak tersebut berlaku hingga 2025 dengan jangka kontrak selama 20 tahun.

Menurut Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi IGN Wiratmaja Puja, alasan melakukan impor gas LNG dari AS lantaran harga gas lebih murah dibandingkan negara lain.
Meski demikian, kata Wirat, ada plus minus melakukan impor gas LNG dari AS atau negara lainnya.

&quot;AS itu harga murah bila dibandingkan Timur Tengah. Nanti gas diubah ke LNG dulu. Tapi karena kejauhan (jarak distribusi AS-Indonesia) bisa jadi ada lonjakan harga,&quot; tuturnya, di Gedung Migas, Jakarta, Selasa (25/4/2017).

Wirat menilai, hal ini harus menjadi pertimbangan Pertamina dalam proses pengiriman gas. Tujuannya, jika perhitungan matang maka bisa meminimalisir biaya gas sehingga tetap bisa murah.

&quot;Ini kan kontrak jangka panjang. Jadi pengusaha (Pertamina) harus menghitung jarak angkut karena jauh. Harga gas harus lebih murah. Itu yang harus dihitung,&quot; tuturnya.
(kmj)</content:encoded></item></channel></rss>
