<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menperin: Penerapan Euro5 Tunggu Rampungnya Kilang Cilacap</title><description>Airlangga Hartarto mengatakan,  pemerintah masih mendalami regulasi perihal rencana pengembangan  kendaraan ramah lingkungan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2017/04/27/320/1678132/menperin-penerapan-euro5-tunggu-rampungnya-kilang-cilacap</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2017/04/27/320/1678132/menperin-penerapan-euro5-tunggu-rampungnya-kilang-cilacap"/><item><title>Menperin: Penerapan Euro5 Tunggu Rampungnya Kilang Cilacap</title><link>https://economy.okezone.com/read/2017/04/27/320/1678132/menperin-penerapan-euro5-tunggu-rampungnya-kilang-cilacap</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2017/04/27/320/1678132/menperin-penerapan-euro5-tunggu-rampungnya-kilang-cilacap</guid><pubDate>Kamis 27 April 2017 19:38 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/04/27/320/1678132/menperin-penerapan-euro5-tunggu-rampungnya-kilang-cilacap-AJn9qwAwAf.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: Shutterstock</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/04/27/320/1678132/menperin-penerapan-euro5-tunggu-rampungnya-kilang-cilacap-AJn9qwAwAf.jpg</image><title>Ilustrasi: Shutterstock</title></images><description>JAKARTA - Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto mengatakan, pemerintah masih mendalami regulasi perihal rencana pengembangan kendaraan ramah lingkungan atau yang kenal dengan istilah low carbon emission vehicle (LCEV).

Menurutnya, pengembangan LCEV di Tanah Air nantinya akan sejalan dengan peningkatan standar emisi dari Euro2 menjadi Euro4. Bahkan, bukan tidak mungkin nantinya bisa menjadi Euro5.

&quot;Penerapan (LCEV) sedang dipersiapkan. Kemungkinan ini juga bisa bersamaan dengan tersedianya Euro4,&quot;  ujar Airlangga di Jakarta International Expo (JIExpo), Jakarta, Kamis (27/4/2017)

Sementara itu untuk Euro5, Airlangga sudah membicarakan dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Namun pihaknya dan Kementerian ESDM masih menunggu pengerjaan Kilang Cilacap agar segera rampung.

&quot;Harapannya, kilang yang di Cilacap bisa cepat selesai dan targetnya bukan hanya Euro4. Kami bicara dengan ESDM, mereka sedang siapkan untuk Euro5. Dengan demikian, Euro4 juga sudah pasti bisa terpenuhi,&quot; jelas Airlangga

Selain perencanaan Euro5, pemerintah juga tengah merencanakan kendaraan dengan LCEV yang mampu menempuh lebih dari 23 kilometer (km) per liter. Namun hal itu masih menunggu regulasi.

&quot;Jadi kalau mobil LCEV itu masih dalam regulasi. Karena kita akan dorong juga hybrid dengan elektrik motor yang hitungannya nanti seperti disampaikan Pak Wapres tadi, dual, tiga low. Jadi yang ini adalah hyper kilometer per liternya itu berapa,&quot; ujar Airlangga.

Nantinya pemerintah juga akan mendorong agar mobil hybrid bisa mendapatkan penurunan dari bea masuk untuk barang mewah dan juga kendaraan tipe sedan

&quot;Jadi dengan demikian nanti sedan juga bisa diproduksi karena tadi arahan Pak Wapres juga untuk mendorong ekspor jd sedan itu digemari di luar negeri. Kalau di Indonesia, hampir semua kalau kita liat kebanyakan pakai MPV,&quot; jelas Airlangga.

</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto mengatakan, pemerintah masih mendalami regulasi perihal rencana pengembangan kendaraan ramah lingkungan atau yang kenal dengan istilah low carbon emission vehicle (LCEV).

Menurutnya, pengembangan LCEV di Tanah Air nantinya akan sejalan dengan peningkatan standar emisi dari Euro2 menjadi Euro4. Bahkan, bukan tidak mungkin nantinya bisa menjadi Euro5.

&quot;Penerapan (LCEV) sedang dipersiapkan. Kemungkinan ini juga bisa bersamaan dengan tersedianya Euro4,&quot;  ujar Airlangga di Jakarta International Expo (JIExpo), Jakarta, Kamis (27/4/2017)

Sementara itu untuk Euro5, Airlangga sudah membicarakan dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Namun pihaknya dan Kementerian ESDM masih menunggu pengerjaan Kilang Cilacap agar segera rampung.

&quot;Harapannya, kilang yang di Cilacap bisa cepat selesai dan targetnya bukan hanya Euro4. Kami bicara dengan ESDM, mereka sedang siapkan untuk Euro5. Dengan demikian, Euro4 juga sudah pasti bisa terpenuhi,&quot; jelas Airlangga

Selain perencanaan Euro5, pemerintah juga tengah merencanakan kendaraan dengan LCEV yang mampu menempuh lebih dari 23 kilometer (km) per liter. Namun hal itu masih menunggu regulasi.

&quot;Jadi kalau mobil LCEV itu masih dalam regulasi. Karena kita akan dorong juga hybrid dengan elektrik motor yang hitungannya nanti seperti disampaikan Pak Wapres tadi, dual, tiga low. Jadi yang ini adalah hyper kilometer per liternya itu berapa,&quot; ujar Airlangga.

Nantinya pemerintah juga akan mendorong agar mobil hybrid bisa mendapatkan penurunan dari bea masuk untuk barang mewah dan juga kendaraan tipe sedan

&quot;Jadi dengan demikian nanti sedan juga bisa diproduksi karena tadi arahan Pak Wapres juga untuk mendorong ekspor jd sedan itu digemari di luar negeri. Kalau di Indonesia, hampir semua kalau kita liat kebanyakan pakai MPV,&quot; jelas Airlangga.

</content:encoded></item></channel></rss>
