<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Luhut Beri Target Inpex Selesaikan Kajian Blok Masela Tahun Ini</title><description>Luhut Binsar Pandjaitan meminta Inpex Corporation segera menyelesaikan kajian pre-FEED.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2017/05/04/320/1683463/luhut-beri-target-inpex-selesaikan-kajian-blok-masela-tahun-ini</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2017/05/04/320/1683463/luhut-beri-target-inpex-selesaikan-kajian-blok-masela-tahun-ini"/><item><title>Luhut Beri Target Inpex Selesaikan Kajian Blok Masela Tahun Ini</title><link>https://economy.okezone.com/read/2017/05/04/320/1683463/luhut-beri-target-inpex-selesaikan-kajian-blok-masela-tahun-ini</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2017/05/04/320/1683463/luhut-beri-target-inpex-selesaikan-kajian-blok-masela-tahun-ini</guid><pubDate>Kamis 04 Mei 2017 19:09 WIB</pubDate><dc:creator>Feby Novalius</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/05/04/320/1683463/luhut-beri-target-inpex-selesaikan-kajian-blok-masela-tahun-ini-TBWoHGKzeD.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto Menko bidang Kemaritiman Luhut Panjaitan (Feby/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/05/04/320/1683463/luhut-beri-target-inpex-selesaikan-kajian-blok-masela-tahun-ini-TBWoHGKzeD.jpg</image><title>Foto Menko bidang Kemaritiman Luhut Panjaitan (Feby/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Koordinasi bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan meminta Inpex Corporation segera menyelesaikan kajian pre-FEED (Front End Engineering Design). Dia menargetkan tahun ini harus selesai.

&quot;Inpex pre-FEED minta dua kali, kami minat prosesnya satu kali supaya cepat kita harap tahun ini selesai,&quot; ujarnya di Gedung Sasana Kriya, TMII, Jakarta, Kamis (4/5/2017).

Luhut mengatakan, jika kajian pre-FEED ini belum kunjung selesai, akan ada opsi lain yang diberikan kepada Freeport. Sayangnya, dia enggan menjabarkan apa opsi tersebut.

&quot;Ini arus selasai kalau tidak kita lihat langkah apa. Kita punya opsi dong kalau sekian tahun tidak ya kita saja ada opsi lain,&quot; tuturnya.

Selain Luhut, desakan meminta Inpex Corporation menyelesaikan kajian pre-FEED (Front End Engineering Design) juga dilontarkan Menteri ESDM Ignasius Jonan. Bahkan, Jonan menilai, kerja Inpex selaku operator Blok Masela lambat dalam menyelesaikan pre-FEED.

&quot;Saya sudah di ESDM enam bulan. Ini kok enggak jalan-jalan, padahal Blok Masela sudah masuk tahap pre-FEED,&quot; tuturnya.

Jonan mengaku tidak menetapkan target kapan desain kajian awal ini diserahkan ke pemerintah. Tapi, jika sampai batas waktu kesabarannya habis, Jonan memastikan membatalkan kontrak kerja dengan Inpex.

&quot;Tulis ya, kalau kelamaan pre-FEED saya cabut. Ini sampai saya kehilangan kesabaran. Jadi kalau kelamaan ya saya batalin,&quot; tegasnya.

Sebagai informasi, Inpex sebagai operator Blok Masela diminta untuk membuat pre-FEED atau desain awal pengembangan Blok Masela. Dalam pre-FEED mereka harus evaluasi kapasitas 7,5 mtpa plus 474 mmscfd, opsi kedua 9,5 mtpa dan 150 mmscfd. Pre-FEED dilakukan di dua lokasi yakni Pulau Aru dan Pulau Jandena.
</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Koordinasi bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan meminta Inpex Corporation segera menyelesaikan kajian pre-FEED (Front End Engineering Design). Dia menargetkan tahun ini harus selesai.

&quot;Inpex pre-FEED minta dua kali, kami minat prosesnya satu kali supaya cepat kita harap tahun ini selesai,&quot; ujarnya di Gedung Sasana Kriya, TMII, Jakarta, Kamis (4/5/2017).

Luhut mengatakan, jika kajian pre-FEED ini belum kunjung selesai, akan ada opsi lain yang diberikan kepada Freeport. Sayangnya, dia enggan menjabarkan apa opsi tersebut.

&quot;Ini arus selasai kalau tidak kita lihat langkah apa. Kita punya opsi dong kalau sekian tahun tidak ya kita saja ada opsi lain,&quot; tuturnya.

Selain Luhut, desakan meminta Inpex Corporation menyelesaikan kajian pre-FEED (Front End Engineering Design) juga dilontarkan Menteri ESDM Ignasius Jonan. Bahkan, Jonan menilai, kerja Inpex selaku operator Blok Masela lambat dalam menyelesaikan pre-FEED.

&quot;Saya sudah di ESDM enam bulan. Ini kok enggak jalan-jalan, padahal Blok Masela sudah masuk tahap pre-FEED,&quot; tuturnya.

Jonan mengaku tidak menetapkan target kapan desain kajian awal ini diserahkan ke pemerintah. Tapi, jika sampai batas waktu kesabarannya habis, Jonan memastikan membatalkan kontrak kerja dengan Inpex.

&quot;Tulis ya, kalau kelamaan pre-FEED saya cabut. Ini sampai saya kehilangan kesabaran. Jadi kalau kelamaan ya saya batalin,&quot; tegasnya.

Sebagai informasi, Inpex sebagai operator Blok Masela diminta untuk membuat pre-FEED atau desain awal pengembangan Blok Masela. Dalam pre-FEED mereka harus evaluasi kapasitas 7,5 mtpa plus 474 mmscfd, opsi kedua 9,5 mtpa dan 150 mmscfd. Pre-FEED dilakukan di dua lokasi yakni Pulau Aru dan Pulau Jandena.
</content:encoded></item></channel></rss>
