<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>'Jalur Sutera' China, Menko Darmin Tak Ingin Indonesia Tambah Utang</title><description>Pemerintah Indonesia akan menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) One Belt, One Road di Beijing pada pertengahan Mei.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2017/05/05/320/1684551/jalur-sutera-china-menko-darmin-tak-ingin-indonesia-tambah-utang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2017/05/05/320/1684551/jalur-sutera-china-menko-darmin-tak-ingin-indonesia-tambah-utang"/><item><title>'Jalur Sutera' China, Menko Darmin Tak Ingin Indonesia Tambah Utang</title><link>https://economy.okezone.com/read/2017/05/05/320/1684551/jalur-sutera-china-menko-darmin-tak-ingin-indonesia-tambah-utang</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2017/05/05/320/1684551/jalur-sutera-china-menko-darmin-tak-ingin-indonesia-tambah-utang</guid><pubDate>Jum'at 05 Mei 2017 20:24 WIB</pubDate><dc:creator>Dedy Afrianto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/05/05/320/1684551/jalur-sutera-china-menko-darmin-tak-ingin-indonesia-tambah-utang-WV1OztdaL0.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/05/05/320/1684551/jalur-sutera-china-menko-darmin-tak-ingin-indonesia-tambah-utang-WV1OztdaL0.jpg</image><title>Ilustrasi: (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Pemerintah Indonesia akan menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) One Belt, One Road di Beijing pada pertengahan Mei. Hari ini, Jumat (5/5/2017), Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mulai melakukan persiapan KTT tersebut dengan memanggil sejumlah Menteri Kabinet Kerja.

Adapun yang dimaksud dengan One Belt One Road adalah jalur ekonomi dan perdagangan dari China melalui jalur laut dan darat hingga ke berbagai negara. Jalur ini kemudian sering diistilahkan dengan 'Jalur Sutera'.

Menurut Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution, Indonesia hingga saat ini belum memanfatkan potensi Jalur Sutera dengan optimal. Indonesia pun kalah dari Pakistan dalam hal pemanfaatan program ini.

&quot;Ternyata banyak negara, seperti Pakistan itu dapat USD62 miliar dari China. Kita itu selalu takut kadang-kadang, China lagi, China lagi,&quot; kata Darmin di Kompleks Istana Negara, Jakarta, Jumat (5/5/2017).

Untuk itu, Darmin ingin Indonesia benar-benar memanfaatkan program ini. Namun, Darmin tak ingin Indonesia menambah utang luar negeri pada program ini.

&quot;Nah yang penting jangan ngutang. Kalau ngutang, panjang rentetannya. Nah ini kita sedang pikirkan, apa yang bisa tawarkan untuk China tapi enggak ngutang. Investasi. Tunggu saja dua minggu ini, sekarang saya belum bisa ngomong,&quot; tuturnya.

Sementara itu, Kepala BKPM Thomas Lembong mengatakan, hingga saat ini Indonesia belum optimal memanfatkan program yang digagas oleh China tersebut. Hal ini terlihat dari minimnya manfaat yang diambil oleh Indonesia pada program ini.

Untuk itu, pemerintah pun tengah mempersiapkan agar partisipasi Indonesia dalam KTT tidak sia-sia. Utamanya dampaknya bagi pembangunan infrastruktur di Indonesia.

&quot;Nah itu yang sedang kita bicarakan. Dalam minggu depan perlu lagi rakor-rakor di tingkat Menko untuk menyelaraskan apa yang mau kita masukkan, apa yang kita mau ajukan untuk One Belt One Road. Kita harus memilih yang sesuai dengan parameter program tersebut,&quot; ungkapnya.

Belum diketahui apa saja yang akan dipersiapkan secara spesifik dalam KTT kali ini. Pembahasan pun akan dilakukan oleh pemerintah dalam rapat koordinasi tingkat menteri.</description><content:encoded>JAKARTA - Pemerintah Indonesia akan menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) One Belt, One Road di Beijing pada pertengahan Mei. Hari ini, Jumat (5/5/2017), Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mulai melakukan persiapan KTT tersebut dengan memanggil sejumlah Menteri Kabinet Kerja.

Adapun yang dimaksud dengan One Belt One Road adalah jalur ekonomi dan perdagangan dari China melalui jalur laut dan darat hingga ke berbagai negara. Jalur ini kemudian sering diistilahkan dengan 'Jalur Sutera'.

Menurut Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution, Indonesia hingga saat ini belum memanfatkan potensi Jalur Sutera dengan optimal. Indonesia pun kalah dari Pakistan dalam hal pemanfaatan program ini.

&quot;Ternyata banyak negara, seperti Pakistan itu dapat USD62 miliar dari China. Kita itu selalu takut kadang-kadang, China lagi, China lagi,&quot; kata Darmin di Kompleks Istana Negara, Jakarta, Jumat (5/5/2017).

Untuk itu, Darmin ingin Indonesia benar-benar memanfaatkan program ini. Namun, Darmin tak ingin Indonesia menambah utang luar negeri pada program ini.

&quot;Nah yang penting jangan ngutang. Kalau ngutang, panjang rentetannya. Nah ini kita sedang pikirkan, apa yang bisa tawarkan untuk China tapi enggak ngutang. Investasi. Tunggu saja dua minggu ini, sekarang saya belum bisa ngomong,&quot; tuturnya.

Sementara itu, Kepala BKPM Thomas Lembong mengatakan, hingga saat ini Indonesia belum optimal memanfatkan program yang digagas oleh China tersebut. Hal ini terlihat dari minimnya manfaat yang diambil oleh Indonesia pada program ini.

Untuk itu, pemerintah pun tengah mempersiapkan agar partisipasi Indonesia dalam KTT tidak sia-sia. Utamanya dampaknya bagi pembangunan infrastruktur di Indonesia.

&quot;Nah itu yang sedang kita bicarakan. Dalam minggu depan perlu lagi rakor-rakor di tingkat Menko untuk menyelaraskan apa yang mau kita masukkan, apa yang kita mau ajukan untuk One Belt One Road. Kita harus memilih yang sesuai dengan parameter program tersebut,&quot; ungkapnya.

Belum diketahui apa saja yang akan dipersiapkan secara spesifik dalam KTT kali ini. Pembahasan pun akan dilakukan oleh pemerintah dalam rapat koordinasi tingkat menteri.</content:encoded></item></channel></rss>
