<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pertama Kalinya, Laba Emirates Anjlok hingga 82%</title><description>Maskapai terbesar di Timur Tengah, Emirates pada kuartal I-2017  mencatatkan penurunan laba sebesar 82% menjadi 1,3 miliar dirham (USD354  juta)</description><link>https://economy.okezone.com/read/2017/05/12/278/1689211/pertama-kalinya-laba-emirates-anjlok-hingga-82</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2017/05/12/278/1689211/pertama-kalinya-laba-emirates-anjlok-hingga-82"/><item><title>Pertama Kalinya, Laba Emirates Anjlok hingga 82%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2017/05/12/278/1689211/pertama-kalinya-laba-emirates-anjlok-hingga-82</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2017/05/12/278/1689211/pertama-kalinya-laba-emirates-anjlok-hingga-82</guid><pubDate>Jum'at 12 Mei 2017 11:17 WIB</pubDate><dc:creator>Rizkie Fauzian</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/05/12/278/1689211/pertama-kalinya-laba-emirates-anjlok-hingga-82-AOqF2YV4A8.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Business Insider</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/05/12/278/1689211/pertama-kalinya-laba-emirates-anjlok-hingga-82-AOqF2YV4A8.jpg</image><title>Foto: Business Insider</title></images><description>JAKARTA - Maskapai terbesar di Timur Tengah, Emirates pada kuartal I-2017 mencatatkan penurunan laba sebesar 82% menjadi 1,3 miliar dirham (USD354 juta) atau setara dengan Rp4,779 triliun (Rp13.500 per USD). Merahnya kinerja keuangan ini merupakan yang pertama kalinya dalam lima tahun selama penerbangan tersebut berdiri sejak 1985.

Penurunan laba diakibatkan oleh beberapa hal, seperti tekanan pada tarif penerbangan, melemahnya permintaan pasar, dan adanya kompetisi sesama maskapai.

Selain itu, rencana Inggris untuk keluar dari Uni Eropa, ditambah adanya pembatasan perjalanan ke Amerika Serikat dari Timur Tengah, turut menekan permintaan sepanjang tahun ini.

Chairman Emirates Sheikh Ahmed bin Saeed al-Maktoum mengatakan, perusahaan memperkirakan tahun depan akan lebih menantang. Dirinya melihat, selama kurun waktu dua tahun, pertumbuhan perusahaan memang melambat terutama karena anggaran perjalanan regional diperketat sebab menurunnya harga minyak.

Pendapatan maskapai tersebut juga flat di angka 85,1 miliar dirham. Tagihan bahan bakar juga meningkat 6% pada tahun ini menjadi 21 miliar dirham.</description><content:encoded>JAKARTA - Maskapai terbesar di Timur Tengah, Emirates pada kuartal I-2017 mencatatkan penurunan laba sebesar 82% menjadi 1,3 miliar dirham (USD354 juta) atau setara dengan Rp4,779 triliun (Rp13.500 per USD). Merahnya kinerja keuangan ini merupakan yang pertama kalinya dalam lima tahun selama penerbangan tersebut berdiri sejak 1985.

Penurunan laba diakibatkan oleh beberapa hal, seperti tekanan pada tarif penerbangan, melemahnya permintaan pasar, dan adanya kompetisi sesama maskapai.

Selain itu, rencana Inggris untuk keluar dari Uni Eropa, ditambah adanya pembatasan perjalanan ke Amerika Serikat dari Timur Tengah, turut menekan permintaan sepanjang tahun ini.

Chairman Emirates Sheikh Ahmed bin Saeed al-Maktoum mengatakan, perusahaan memperkirakan tahun depan akan lebih menantang. Dirinya melihat, selama kurun waktu dua tahun, pertumbuhan perusahaan memang melambat terutama karena anggaran perjalanan regional diperketat sebab menurunnya harga minyak.

Pendapatan maskapai tersebut juga flat di angka 85,1 miliar dirham. Tagihan bahan bakar juga meningkat 6% pada tahun ini menjadi 21 miliar dirham.</content:encoded></item></channel></rss>
