<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bersaing dengan Transport Online, Angkot Konvensional Perlu Pasang AC</title><description>Angkutan umum konvensional berpendingin udara (AC) merupakan solusi efektif menyikapi persaingan bisnis dengan angkutan online.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2017/05/15/320/1691724/bersaing-dengan-transport-online-angkot-konvensional-perlu-pasang-ac</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2017/05/15/320/1691724/bersaing-dengan-transport-online-angkot-konvensional-perlu-pasang-ac"/><item><title>Bersaing dengan Transport Online, Angkot Konvensional Perlu Pasang AC</title><link>https://economy.okezone.com/read/2017/05/15/320/1691724/bersaing-dengan-transport-online-angkot-konvensional-perlu-pasang-ac</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2017/05/15/320/1691724/bersaing-dengan-transport-online-angkot-konvensional-perlu-pasang-ac</guid><pubDate>Senin 15 Mei 2017 19:51 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/05/15/320/1691724/bersaing-dengan-transport-online-angkot-konvensional-perlu-pasang-ac-j0x4xnYzhy.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/05/15/320/1691724/bersaing-dengan-transport-online-angkot-konvensional-perlu-pasang-ac-j0x4xnYzhy.jpg</image><title>Ilustrasi: (Foto: Okezone)</title></images><description>BEKASI - Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Pudji Hartanto Iskandar mengemukakan angkutan umum konvensional berpendingin udara (AC) merupakan solusi efektif menyikapi persaingan bisnis dengan angkutan online.
&quot;Tuntutan masyarakat sekarang cenderung ke online karena murah, mudah, serta nyaman. Kalau angkot dari dulu gitu-gitu saja, sudah panas, tidak nyaman, dan masih mahal,&quot; katanya.
Hal itu dikemukakan Pudji saat meresmikan operasional angkutan umum perkotaan (angkot) ber-AC di Plaza Pemkot Bekasi, Jalan Ahmad Yani, Bekasi Selatan, Senin (15/5/2017) siang.
Dalam kegiatan itu, Pudji bersama jajaran Dinas Perhubungan dan Dewan Transportasi Kota Bekasi menyosialisasikan angkot ber-AC sebagai rujukan bagi para pengusaha yang berniat memberikan kenyamanan bagi para penumpangnya di tengah persaingan bisnis.
&quot;Kalau teknologi sekarang kita tidak bisa hambat atau larang yang namanya online dimanfaatkan untuk beragam kegiatan, salah satunya transportasi online. Kita hanya bisa atur biar tidak jadi masalah besar,&quot; katanya.
Peluncuran angkot ber-AC di Kota Bekasi diharapkan bisa menjadi solusi efektif bagi pengusaha angkot konvensional dalam menyikapi persaingan bisnis dengan online. &quot;Bangun kompetisi yang bagus. Kita apresiasi pengusaha yang mau lakukan tindakan positif. Angkot ber-AC ini magnet bagi yang lain,&quot; katanya.
Angkot ber-AC yang diperkenalkan kepada masyarakat itu merupakan jenis Toyota Kijang tahun rakitan 2005 milik Haiva Rossi sebanyak satu unit untuk trayek K02 Terminal Bekasi-Pondokgede.
Meski baru menjadi satu-satunya angkot ber-AC di Kota Bekasi, kata Pudji, pihaknya telah memberlakukan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 29 Tahun 2015 yang mewajibkan seluruh pengusaha angkot konvensional di Indonesia dilengkapi pendingin udara (AC) paling lambat 2018.
&quot;Saat ini masih dalam tahapan sosialisasi kepada pengusaha dan masyarakat. Untuk sanksinya kita siapkan mulai 2018,&quot; katanya.
Sementara itu, pemilik angkot ber-AC Haiva Rossi mengaku baru kali ini melengkapi angkotnya dengan pendingin udara.
&quot;Ini murni untuk menyikapi persaingan saya dengan angkutan online yang sekarang sudah banyak. Intinya, saya ingin memberikan pelayanan yang terbaik buat penumpang saya,&quot; katanya.
Dia mengaku belum berniat menaikkan tarif angkot meskipun telah dilengkapi pendingin udara.
&quot;Tarifnya masih normal seperti angkot lain yang belum ber-AC,&quot; katanya.</description><content:encoded>BEKASI - Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Pudji Hartanto Iskandar mengemukakan angkutan umum konvensional berpendingin udara (AC) merupakan solusi efektif menyikapi persaingan bisnis dengan angkutan online.
&quot;Tuntutan masyarakat sekarang cenderung ke online karena murah, mudah, serta nyaman. Kalau angkot dari dulu gitu-gitu saja, sudah panas, tidak nyaman, dan masih mahal,&quot; katanya.
Hal itu dikemukakan Pudji saat meresmikan operasional angkutan umum perkotaan (angkot) ber-AC di Plaza Pemkot Bekasi, Jalan Ahmad Yani, Bekasi Selatan, Senin (15/5/2017) siang.
Dalam kegiatan itu, Pudji bersama jajaran Dinas Perhubungan dan Dewan Transportasi Kota Bekasi menyosialisasikan angkot ber-AC sebagai rujukan bagi para pengusaha yang berniat memberikan kenyamanan bagi para penumpangnya di tengah persaingan bisnis.
&quot;Kalau teknologi sekarang kita tidak bisa hambat atau larang yang namanya online dimanfaatkan untuk beragam kegiatan, salah satunya transportasi online. Kita hanya bisa atur biar tidak jadi masalah besar,&quot; katanya.
Peluncuran angkot ber-AC di Kota Bekasi diharapkan bisa menjadi solusi efektif bagi pengusaha angkot konvensional dalam menyikapi persaingan bisnis dengan online. &quot;Bangun kompetisi yang bagus. Kita apresiasi pengusaha yang mau lakukan tindakan positif. Angkot ber-AC ini magnet bagi yang lain,&quot; katanya.
Angkot ber-AC yang diperkenalkan kepada masyarakat itu merupakan jenis Toyota Kijang tahun rakitan 2005 milik Haiva Rossi sebanyak satu unit untuk trayek K02 Terminal Bekasi-Pondokgede.
Meski baru menjadi satu-satunya angkot ber-AC di Kota Bekasi, kata Pudji, pihaknya telah memberlakukan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 29 Tahun 2015 yang mewajibkan seluruh pengusaha angkot konvensional di Indonesia dilengkapi pendingin udara (AC) paling lambat 2018.
&quot;Saat ini masih dalam tahapan sosialisasi kepada pengusaha dan masyarakat. Untuk sanksinya kita siapkan mulai 2018,&quot; katanya.
Sementara itu, pemilik angkot ber-AC Haiva Rossi mengaku baru kali ini melengkapi angkotnya dengan pendingin udara.
&quot;Ini murni untuk menyikapi persaingan saya dengan angkutan online yang sekarang sudah banyak. Intinya, saya ingin memberikan pelayanan yang terbaik buat penumpang saya,&quot; katanya.
Dia mengaku belum berniat menaikkan tarif angkot meskipun telah dilengkapi pendingin udara.
&quot;Tarifnya masih normal seperti angkot lain yang belum ber-AC,&quot; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
