<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wah, Indonesia Diguyur Dana Asing hingga Rp105 Triliun</title><description>Total dana asing yang masuk dalam negeri tercatat sebesar Rp105 triliun hingga 12 Mei 2017.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2017/05/18/20/1694295/wah-indonesia-diguyur-dana-asing-hingga-rp105-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2017/05/18/20/1694295/wah-indonesia-diguyur-dana-asing-hingga-rp105-triliun"/><item><title>Wah, Indonesia Diguyur Dana Asing hingga Rp105 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2017/05/18/20/1694295/wah-indonesia-diguyur-dana-asing-hingga-rp105-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2017/05/18/20/1694295/wah-indonesia-diguyur-dana-asing-hingga-rp105-triliun</guid><pubDate>Kamis 18 Mei 2017 16:41 WIB</pubDate><dc:creator>Ulfa Arieza</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/05/18/20/1694295/wah-indonesia-diguyur-dana-asing-hingga-rp105-triliun-ueMdXmv7Mx.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Ulfa/Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/05/18/20/1694295/wah-indonesia-diguyur-dana-asing-hingga-rp105-triliun-ueMdXmv7Mx.jpg</image><title>Foto: Ulfa/Okezone</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Total dana asing yang masuk dalam negeri tercatat sebesar Rp105 triliun hingga 12 Mei 2017. Angka ini lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
&amp;ldquo;Sampai dengan minggu lalu, dana masuk Rp105 triliun, kalau dibandingkan dengan tahun periode yang sama sebesar Rp65 triliun,&amp;rdquo; ujar Gubernur BI Agus Martowardojo di Gedung BI, Jakarta, Kamis (18/5/2017).
Dana masuk ke pasar modal sebesar Rp24,6 triliun sedangkan untuk surat berharga Indonesia sebesar Rp71 triliun.
&amp;ldquo;Kita melihat bahwa aliran masuk untuk cukup besar dan&amp;nbsp;stabil,&amp;rdquo; pungkasnya.
BI mencatat nilai tukar rupiah bergerak menguat sepanjang triwulan I 2017 dan relatif stabil pada April 2017. Pada triwulan I 2017 nilai tukar rupiah, secara point to point (ptp), menguat sebesar 1,1% ke level Rp13.326 per dolar AS.&amp;nbsp; Sepanjang April 2017, rupiah relatif stabil dan ditutup pada level Rp13.329 per dolar AS.&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Penguatan rupiah didukung oleh masih berlanjutnya aliran masuk modal asing sejalan dengan perbaikan outlook sovereign rating, data makroekonomi yang positif, dan sentimen positif terhadap prospek ekonomi Indonesia,&amp;rdquo; tambahnya.
(kmj)</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Total dana asing yang masuk dalam negeri tercatat sebesar Rp105 triliun hingga 12 Mei 2017. Angka ini lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
&amp;ldquo;Sampai dengan minggu lalu, dana masuk Rp105 triliun, kalau dibandingkan dengan tahun periode yang sama sebesar Rp65 triliun,&amp;rdquo; ujar Gubernur BI Agus Martowardojo di Gedung BI, Jakarta, Kamis (18/5/2017).
Dana masuk ke pasar modal sebesar Rp24,6 triliun sedangkan untuk surat berharga Indonesia sebesar Rp71 triliun.
&amp;ldquo;Kita melihat bahwa aliran masuk untuk cukup besar dan&amp;nbsp;stabil,&amp;rdquo; pungkasnya.
BI mencatat nilai tukar rupiah bergerak menguat sepanjang triwulan I 2017 dan relatif stabil pada April 2017. Pada triwulan I 2017 nilai tukar rupiah, secara point to point (ptp), menguat sebesar 1,1% ke level Rp13.326 per dolar AS.&amp;nbsp; Sepanjang April 2017, rupiah relatif stabil dan ditutup pada level Rp13.329 per dolar AS.&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Penguatan rupiah didukung oleh masih berlanjutnya aliran masuk modal asing sejalan dengan perbaikan outlook sovereign rating, data makroekonomi yang positif, dan sentimen positif terhadap prospek ekonomi Indonesia,&amp;rdquo; tambahnya.
(kmj)</content:encoded></item></channel></rss>
