<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wah! Potensi Energi Panas Laut RI Terbesar di Dunia</title><description>Kapal Riset Geomarin III milik Kementerian ESDM juga akan melakukan riset potensi energi panas laut (ocean thermal energy conversion/OTEC).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2017/05/20/320/1695941/wah-potensi-energi-panas-laut-ri-terbesar-di-dunia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2017/05/20/320/1695941/wah-potensi-energi-panas-laut-ri-terbesar-di-dunia"/><item><title>Wah! Potensi Energi Panas Laut RI Terbesar di Dunia</title><link>https://economy.okezone.com/read/2017/05/20/320/1695941/wah-potensi-energi-panas-laut-ri-terbesar-di-dunia</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2017/05/20/320/1695941/wah-potensi-energi-panas-laut-ri-terbesar-di-dunia</guid><pubDate>Sabtu 20 Mei 2017 17:15 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/05/20/320/1695941/wah-potensi-energi-panas-laut-ri-terbesar-di-dunia-A3tWJkiwBy.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: Shutterstock</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/05/20/320/1695941/wah-potensi-energi-panas-laut-ri-terbesar-di-dunia-A3tWJkiwBy.jpg</image><title>Ilustrasi: Shutterstock</title></images><description>BALI - Selain menemukan potensi gas biogenik atau gas laut dangkal, Kapal Riset Geomarin III milik Kementerian ESDM juga akan melakukan riset potensi energi panas laut (ocean thermal energy conversion/OTEC).

Potensi OTEC yang memanfaatkan perbedaan temperatur suhu laut itu berada di kedalaman minimal 600 meter di bawah permukaan air laut.

&quot;Kami akan mulai riset OTEC besok 21 Mei 2017 dengan fokus di perairan Bali utara yang laut dalamnya cukup dekat pantai,&quot; kata Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan (P3GL) Kementerian ESDM Ediar Usman saat kunjungan (openship) ke Kapal Geomarin III, yang tengah bersandar di Pelabuhan Benoa, Bali, Sabtu (20/5/2017).


Menurut dia, Indonesia mempunyai anugerah potensi OTEC terbesar di dunia yakni sekitar 240 GW.


&quot;OTEC di Indonesia memiliki beda suhu hingga di atas 20 derajat Celsius, sehingga hasil energinya maksimal. Sementara di Jepang, yang sudah menghasilkan energi OTEC, hanya beda 10 derajat,&quot; katanya.


Potensi OTEC antara lain bisa untuk listrik, air bersih, obat-obatan, dan kosmetik.


Openship dihadiri perwakilan antara lain Kemenko Kemaritiman, Kementerian Perikanan dan Kelautan, Bappenas, SKK Migas, PT Pertamina, dan Dinas Tenaga Kerja dan ESDM Provinsi Bali.</description><content:encoded>BALI - Selain menemukan potensi gas biogenik atau gas laut dangkal, Kapal Riset Geomarin III milik Kementerian ESDM juga akan melakukan riset potensi energi panas laut (ocean thermal energy conversion/OTEC).

Potensi OTEC yang memanfaatkan perbedaan temperatur suhu laut itu berada di kedalaman minimal 600 meter di bawah permukaan air laut.

&quot;Kami akan mulai riset OTEC besok 21 Mei 2017 dengan fokus di perairan Bali utara yang laut dalamnya cukup dekat pantai,&quot; kata Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan (P3GL) Kementerian ESDM Ediar Usman saat kunjungan (openship) ke Kapal Geomarin III, yang tengah bersandar di Pelabuhan Benoa, Bali, Sabtu (20/5/2017).


Menurut dia, Indonesia mempunyai anugerah potensi OTEC terbesar di dunia yakni sekitar 240 GW.


&quot;OTEC di Indonesia memiliki beda suhu hingga di atas 20 derajat Celsius, sehingga hasil energinya maksimal. Sementara di Jepang, yang sudah menghasilkan energi OTEC, hanya beda 10 derajat,&quot; katanya.


Potensi OTEC antara lain bisa untuk listrik, air bersih, obat-obatan, dan kosmetik.


Openship dihadiri perwakilan antara lain Kemenko Kemaritiman, Kementerian Perikanan dan Kelautan, Bappenas, SKK Migas, PT Pertamina, dan Dinas Tenaga Kerja dan ESDM Provinsi Bali.</content:encoded></item></channel></rss>
