<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jokowi: Kerugian Setiap Tahun Capai Rp27 Triliun karena Macet</title><description>Pemerintah saat ini tengah gencar membangun proyek infrastuktur.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2017/05/23/320/1697747/jokowi-kerugian-setiap-tahun-capai-rp27-triliun-karena-macet</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2017/05/23/320/1697747/jokowi-kerugian-setiap-tahun-capai-rp27-triliun-karena-macet"/><item><title>Jokowi: Kerugian Setiap Tahun Capai Rp27 Triliun karena Macet</title><link>https://economy.okezone.com/read/2017/05/23/320/1697747/jokowi-kerugian-setiap-tahun-capai-rp27-triliun-karena-macet</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2017/05/23/320/1697747/jokowi-kerugian-setiap-tahun-capai-rp27-triliun-karena-macet</guid><pubDate>Selasa 23 Mei 2017 12:46 WIB</pubDate><dc:creator>Dedy Afrianto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/05/23/320/1697747/jokowi-kerugian-setiap-tahun-capai-rp27-triliun-karena-macet-zds69plr8r.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/05/23/320/1697747/jokowi-kerugian-setiap-tahun-capai-rp27-triliun-karena-macet-zds69plr8r.jpg</image><title>Ilustrasi: (Foto: Okezone)</title></images><description>BOGOR - Pemerintah saat ini tengah gencar membangun proyek infrastuktur. Meskipun fokus kepada daerah tertinggal, pembangunan tetap dilakukan di kota-kota besar seperti Jakarta dan sekitarnya.

Salah satu proyek yang dibangun oleh pemerintah adalah pembangunan mass rapid transit (MRT) dan light rail transit (LRT). Hanya saja, pembangunan sempat menuai perdebatan.

&quot;Sama seperti waktu kita bangun MRT ramainya itu 26 tahun. Sudah direncanakan, 26 tahun ramainya,&quot; kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Kepresidenan Bogor, Selasa (23/5/2017).

Menurut Jokowi, proyek ini memang perlu segera dibangun. Pasalnya, pemerintah sudah mengalami kerugian yang cukup besar akibat kemacetan yang selama ini terjadi.

&quot;Setiap tahun kita rugi hilang yang kita Rp27 triliun di Jakarta karena macet,&quot; terang Jokowi.

Jokowi menambahkan, proyek ini tidak hanya dilihat dari untung rugi semata. Namun, kepentingan masyarakat harus diutamakan karena akan berdampak pada ekonomi Indonesia jangka panjang.

&quot;Ya kalau berhitung bisnis pasti rugi, ya namanya transportasi massal seperti itu, kalau hitungannya bisnis. Kalau hitungannya ekonomis atau tidaknya, benefitnya bagi negara apa, ya pasti untung,&quot; tutupnya.</description><content:encoded>BOGOR - Pemerintah saat ini tengah gencar membangun proyek infrastuktur. Meskipun fokus kepada daerah tertinggal, pembangunan tetap dilakukan di kota-kota besar seperti Jakarta dan sekitarnya.

Salah satu proyek yang dibangun oleh pemerintah adalah pembangunan mass rapid transit (MRT) dan light rail transit (LRT). Hanya saja, pembangunan sempat menuai perdebatan.

&quot;Sama seperti waktu kita bangun MRT ramainya itu 26 tahun. Sudah direncanakan, 26 tahun ramainya,&quot; kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Kepresidenan Bogor, Selasa (23/5/2017).

Menurut Jokowi, proyek ini memang perlu segera dibangun. Pasalnya, pemerintah sudah mengalami kerugian yang cukup besar akibat kemacetan yang selama ini terjadi.

&quot;Setiap tahun kita rugi hilang yang kita Rp27 triliun di Jakarta karena macet,&quot; terang Jokowi.

Jokowi menambahkan, proyek ini tidak hanya dilihat dari untung rugi semata. Namun, kepentingan masyarakat harus diutamakan karena akan berdampak pada ekonomi Indonesia jangka panjang.

&quot;Ya kalau berhitung bisnis pasti rugi, ya namanya transportasi massal seperti itu, kalau hitungannya bisnis. Kalau hitungannya ekonomis atau tidaknya, benefitnya bagi negara apa, ya pasti untung,&quot; tutupnya.</content:encoded></item></channel></rss>
