<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Duh, Masyarakat Masih Nilai Perencanaan Keuangan Hal yang Rumit</title><description>Peran penting perencanaan keuangan keuangan di kalangan masyarakat masih belum terlalu dirasakan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2017/05/24/320/1699008/duh-masyarakat-masih-nilai-perencanaan-keuangan-hal-yang-rumit</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2017/05/24/320/1699008/duh-masyarakat-masih-nilai-perencanaan-keuangan-hal-yang-rumit"/><item><title>Duh, Masyarakat Masih Nilai Perencanaan Keuangan Hal yang Rumit</title><link>https://economy.okezone.com/read/2017/05/24/320/1699008/duh-masyarakat-masih-nilai-perencanaan-keuangan-hal-yang-rumit</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2017/05/24/320/1699008/duh-masyarakat-masih-nilai-perencanaan-keuangan-hal-yang-rumit</guid><pubDate>Rabu 24 Mei 2017 16:54 WIB</pubDate><dc:creator>Dedy Afrianto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/05/24/320/1699008/duh-masyarakat-masih-nilai-perencanaan-keuangan-hal-yang-rumit-g7iwGsFkkL.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: Shutterstock</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/05/24/320/1699008/duh-masyarakat-masih-nilai-perencanaan-keuangan-hal-yang-rumit-g7iwGsFkkL.jpg</image><title>Ilustrasi: Shutterstock</title></images><description>JAKARTA - Peran penting perencanaan keuangan keuangan di kalangan masyarakat masih belum terlalu dirasakan. Mengacu pada data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sebanyak 96,81% masyarakat Indonesia telah menyadari harus memiliki rencana keuangan. Namun, mayoritas masih didominasi dengan tujuan keuangan jangka pendek untuk memenuhi kehidupan sehari-hari dan mempertahankan hidup.

Untuk memudahkan nasabah dalam memahami langkah-langkah penting dalam perencanaan keuangan masa depan, PT Bank Commonwealth (Bank Commonwealth) memberikan pelatihan yang dikombinasikan dengan permainan kepada nasabah menggunakan Praxis. Pada akhir permainan, nasabah akan mendapatkan gambaran kesejahteraan masa tua mereka sesuai keputusan-keputusan finansial yang diambil selama bermain.

Edukasi ini akan dilakukan di lima kota tempat bank beroperasi, yaitu Jakarta, Surabaya, Bali, Medan, dan Bandung mulai dari Mei hingga Juli 2017. Kegiatan edukasi ini merupakan bagian dari langkah strategis bank untuk mendukung literasi keuangan bagi masyarakat.

&amp;ldquo;Bank Commonwealth senantiasa mendukung pencapaian kesejahteraan finansial nasabah melalui kegiatan edukasi dari berbagai jalur komunikasi. Permainan ini kami harapkan menjadi wadah edukasi keuangan yang tepat untuk memberikan nasabah kami pengalaman perencanaan keuangan jangka panjang yang inovatif,&amp;rdquo; ungkap  Director of Retail Banking Bank Commonwealth Rustini Dewi dalam keterangan tertulisnya, Rabu (24/5/2017).

Hingga saat ini, masih banyak masyarakat yang menganggap perencanaan keuangan sebagai sesuatu yang rumit untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Untuk itu, pemahaman perlu diberikan kepada masyarakat luas seiring meningkatnya kesadaran masyarakat pada sektor pengelolaan keuangan.

&amp;ldquo;Selama ini banyak yang menganggap perencanaan keuangan itu terlalu rumit. Kini kami mencoba untuk menjadikan hal tersebut sebagai kegiatan yang tidak hanya mudah, namun juga fun. Setelah memberikan pengalaman nyata melalui simulasi perencanan keuangan, nasabah akan mulai berpikir tentang kebutuhan dan solusi finansial yang tepat,&quot; ungkap Head of Wealth Management and Customer Segments Bank Commonwealth Ivan Jaya.

Pelatihan ini pun diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk memikirkan perencanaan keuangan secara matang. Hal ini penting untuk diperhatikan mengingat akan berdampak pada kehidupan jangka panjang masyarakat luas.

&amp;ldquo;Dengan metode seperti ini, kami berharap mereka dapat menyerap pengalaman secara sederhana tentang cara kerja dan manfaat instrumen keuangan termasuk investasi melalui reksadana dan asuransi. Dari pemahaman itulah, diharapkan lahir keinginan untuk terus meningkatkan kemapanan lewat rencana keuangan jangka panjang,&amp;rdquo; ujar Rustini Dewi.
</description><content:encoded>JAKARTA - Peran penting perencanaan keuangan keuangan di kalangan masyarakat masih belum terlalu dirasakan. Mengacu pada data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sebanyak 96,81% masyarakat Indonesia telah menyadari harus memiliki rencana keuangan. Namun, mayoritas masih didominasi dengan tujuan keuangan jangka pendek untuk memenuhi kehidupan sehari-hari dan mempertahankan hidup.

Untuk memudahkan nasabah dalam memahami langkah-langkah penting dalam perencanaan keuangan masa depan, PT Bank Commonwealth (Bank Commonwealth) memberikan pelatihan yang dikombinasikan dengan permainan kepada nasabah menggunakan Praxis. Pada akhir permainan, nasabah akan mendapatkan gambaran kesejahteraan masa tua mereka sesuai keputusan-keputusan finansial yang diambil selama bermain.

Edukasi ini akan dilakukan di lima kota tempat bank beroperasi, yaitu Jakarta, Surabaya, Bali, Medan, dan Bandung mulai dari Mei hingga Juli 2017. Kegiatan edukasi ini merupakan bagian dari langkah strategis bank untuk mendukung literasi keuangan bagi masyarakat.

&amp;ldquo;Bank Commonwealth senantiasa mendukung pencapaian kesejahteraan finansial nasabah melalui kegiatan edukasi dari berbagai jalur komunikasi. Permainan ini kami harapkan menjadi wadah edukasi keuangan yang tepat untuk memberikan nasabah kami pengalaman perencanaan keuangan jangka panjang yang inovatif,&amp;rdquo; ungkap  Director of Retail Banking Bank Commonwealth Rustini Dewi dalam keterangan tertulisnya, Rabu (24/5/2017).

Hingga saat ini, masih banyak masyarakat yang menganggap perencanaan keuangan sebagai sesuatu yang rumit untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Untuk itu, pemahaman perlu diberikan kepada masyarakat luas seiring meningkatnya kesadaran masyarakat pada sektor pengelolaan keuangan.

&amp;ldquo;Selama ini banyak yang menganggap perencanaan keuangan itu terlalu rumit. Kini kami mencoba untuk menjadikan hal tersebut sebagai kegiatan yang tidak hanya mudah, namun juga fun. Setelah memberikan pengalaman nyata melalui simulasi perencanan keuangan, nasabah akan mulai berpikir tentang kebutuhan dan solusi finansial yang tepat,&quot; ungkap Head of Wealth Management and Customer Segments Bank Commonwealth Ivan Jaya.

Pelatihan ini pun diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk memikirkan perencanaan keuangan secara matang. Hal ini penting untuk diperhatikan mengingat akan berdampak pada kehidupan jangka panjang masyarakat luas.

&amp;ldquo;Dengan metode seperti ini, kami berharap mereka dapat menyerap pengalaman secara sederhana tentang cara kerja dan manfaat instrumen keuangan termasuk investasi melalui reksadana dan asuransi. Dari pemahaman itulah, diharapkan lahir keinginan untuk terus meningkatkan kemapanan lewat rencana keuangan jangka panjang,&amp;rdquo; ujar Rustini Dewi.
</content:encoded></item></channel></rss>
