<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   Mantap! Indonesia Transport &amp; Infrastructure Targetkan Pendapatan Naik 30%   </title><description>PT Indonesia Transport &amp;amp; Infrastructure (IATA) menargetkan peningkatan pendapatan 30% tahun ini.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2017/05/29/278/1702223/mantap-indonesia-transport-infrastructure-targetkan-pendapatan-naik-30</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2017/05/29/278/1702223/mantap-indonesia-transport-infrastructure-targetkan-pendapatan-naik-30"/><item><title>   Mantap! Indonesia Transport &amp; Infrastructure Targetkan Pendapatan Naik 30%   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2017/05/29/278/1702223/mantap-indonesia-transport-infrastructure-targetkan-pendapatan-naik-30</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2017/05/29/278/1702223/mantap-indonesia-transport-infrastructure-targetkan-pendapatan-naik-30</guid><pubDate>Senin 29 Mei 2017 14:28 WIB</pubDate><dc:creator>Ulfa Arieza</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/05/29/278/1702223/mantap-indonesia-transport-infrastructure-targetkan-pendapatan-naik-30-UJM036xEtZ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">RUPS Indonesia Transport. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/05/29/278/1702223/mantap-indonesia-transport-infrastructure-targetkan-pendapatan-naik-30-UJM036xEtZ.jpg</image><title>RUPS Indonesia Transport. (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - PT Indonesia Transport &amp;amp; Infrastructure (IATA) menargetkan peningkatan pendapatan 30% tahun ini. Pada 2016, perseroan berhasil mengantongi pendapatan sebesar USD16,27 juta. Dengan demikian, maka pada 2017 perseroan menargetkan meraup pendapatan sebesar USD21,05 juta.

Wakil Presiden Direktur IATA A Wishnu Handoyono mengatakan, prospek pertumbuhan industri transportasi udara sangat cemerlang. Indonesia dengan 250 juta penduduk dengan wilayah mencakup sebaran 17.000 pulau, membutuhkan transportasi udara yang menawarkan kecepatan dan jangkauan.

&quot;Indonesia akan menjadi salah satu negara dengan pasar penumpang angkutan udara terbesar ke-5 di dunia. Indonesia akan memasuki 10 besar pada tahun 2020 dan lima besar tahun 2034,&amp;rdquo; ujarnya dalam paparan publik di Gedung MNC Center, Jakarta, Senin (28/5/2017).

Wishnu menjelaskan, sektor contract charter minyak dan gas menyumbang pendapatan terbesar pada 2016 yaitu USD10,21 juta setara dengan 62,77% dari total pendapatan. Disusul oleh sektor pelabuhan batu bara USD3,1 juta setara dengan 19,66%. Terakhir sektor spot charter sebesar USD2,85 juta sekira 17,57 % dari pendapatan.

Dengan target pertumbuhan sebesar 30% maka masing-masing sektor juga ditargetkan meningkat. Sektor contract charter minyak dan gas ditargetkan naik 19% menjadi USD12,2 juta. Untuk pelabuhan batu bara, Wishnu optimis dapat naik sekitar 100% menjadi USD6 juta. Sementara itu pangsa pasar perseroan tahun 2016 tercatat sebesar 20%-30%.

&quot;Secara fundamental batu bara memiliki potensi harga yang lebih positif dibandingkan dengan komoditas utama lainnya. Sepanjang tahun 2016 harganya melonjak 101,87%,&amp;rdquo; terangnya.

Sekadar informasi, PT Indonesia Transport &amp;amp; Infrastructure, melalui dua entitas anak usaha yaitu PT Indonesia Air Transport  mengoperasikan sektor kontrak charter, spot charter, aircraft management, dan jasa lainnya. Sedangkan melalui entitas anak PT MNC Infratama, mengoperasikan fasilitas terminal batu bara, yaitu jalan raya pertambangan dan pelabuhan batu bara.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Indonesia Transport &amp;amp; Infrastructure (IATA) menargetkan peningkatan pendapatan 30% tahun ini. Pada 2016, perseroan berhasil mengantongi pendapatan sebesar USD16,27 juta. Dengan demikian, maka pada 2017 perseroan menargetkan meraup pendapatan sebesar USD21,05 juta.

Wakil Presiden Direktur IATA A Wishnu Handoyono mengatakan, prospek pertumbuhan industri transportasi udara sangat cemerlang. Indonesia dengan 250 juta penduduk dengan wilayah mencakup sebaran 17.000 pulau, membutuhkan transportasi udara yang menawarkan kecepatan dan jangkauan.

&quot;Indonesia akan menjadi salah satu negara dengan pasar penumpang angkutan udara terbesar ke-5 di dunia. Indonesia akan memasuki 10 besar pada tahun 2020 dan lima besar tahun 2034,&amp;rdquo; ujarnya dalam paparan publik di Gedung MNC Center, Jakarta, Senin (28/5/2017).

Wishnu menjelaskan, sektor contract charter minyak dan gas menyumbang pendapatan terbesar pada 2016 yaitu USD10,21 juta setara dengan 62,77% dari total pendapatan. Disusul oleh sektor pelabuhan batu bara USD3,1 juta setara dengan 19,66%. Terakhir sektor spot charter sebesar USD2,85 juta sekira 17,57 % dari pendapatan.

Dengan target pertumbuhan sebesar 30% maka masing-masing sektor juga ditargetkan meningkat. Sektor contract charter minyak dan gas ditargetkan naik 19% menjadi USD12,2 juta. Untuk pelabuhan batu bara, Wishnu optimis dapat naik sekitar 100% menjadi USD6 juta. Sementara itu pangsa pasar perseroan tahun 2016 tercatat sebesar 20%-30%.

&quot;Secara fundamental batu bara memiliki potensi harga yang lebih positif dibandingkan dengan komoditas utama lainnya. Sepanjang tahun 2016 harganya melonjak 101,87%,&amp;rdquo; terangnya.

Sekadar informasi, PT Indonesia Transport &amp;amp; Infrastructure, melalui dua entitas anak usaha yaitu PT Indonesia Air Transport  mengoperasikan sektor kontrak charter, spot charter, aircraft management, dan jasa lainnya. Sedangkan melalui entitas anak PT MNC Infratama, mengoperasikan fasilitas terminal batu bara, yaitu jalan raya pertambangan dan pelabuhan batu bara.</content:encoded></item></channel></rss>
