<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Minat Asing Terhadap Properti Indonesia Tinggi, Ini Risikonya!</title><description>Semakin banyaknya pihak asing yang berminat untuk investasi properti di  Indonesia, maka akan semakin banyak keuntungan untuk Indonesia</description><link>https://economy.okezone.com/read/2017/05/29/470/1701397/minat-asing-terhadap-properti-indonesia-tinggi-ini-risikonya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2017/05/29/470/1701397/minat-asing-terhadap-properti-indonesia-tinggi-ini-risikonya"/><item><title>Minat Asing Terhadap Properti Indonesia Tinggi, Ini Risikonya!</title><link>https://economy.okezone.com/read/2017/05/29/470/1701397/minat-asing-terhadap-properti-indonesia-tinggi-ini-risikonya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2017/05/29/470/1701397/minat-asing-terhadap-properti-indonesia-tinggi-ini-risikonya</guid><pubDate>Senin 29 Mei 2017 08:38 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/05/27/470/1701397/minat-asing-terhadap-properti-indonesia-tinggi-ini-risikonya-y8Xrl17swF.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: Shutterstock</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/05/27/470/1701397/minat-asing-terhadap-properti-indonesia-tinggi-ini-risikonya-y8Xrl17swF.jpg</image><title>Ilustrasi: Shutterstock</title></images><description>JAKARTA - Semakin banyaknya pihak asing yang berminat untuk investasi properti di Indonesia, maka akan semakin banyak keuntungan untuk Indonesia. Namun ternyata di sisi lain, semakin banyak justru menimbulkan beberapa risiko yang perlu diperhatikan dan dicermati.
Seperti dikutip dari buku 'Kajian Stabilitas Keuangan', Senin (29/5/2017), semakin banyaknya pihak asing yang berminat kepada properti di Indonesia akan berefek kepada menurunnya kemampuan penduduk lokal untuk membeli properti. Hal ini dikarenakan permintaan properti akibat pembelian pihak asing dapat menyebabkan harga properti meningkat.
Selain itu, semakin banyaknya pihak asing yang ingin memilik properti di Indonesia juga akan menimbulkan spekulasi dari para pengembang. Pasalnya dengan meningkatnya minat properti dari orang asing akan mendorong pengembang untuk selalu menambah persediaan properti, sedangkan kapasitas pengembang juga terbatas termasuk di dalam penyediaan lahan.
Meningkatnya properti yang tidak produktif juga harus diperhatikan. Karena akan ada banyak yang dibiarkan kosong oleh pemiliknya (WNA). Hal itu juga dapat dijadikan sarana bagi orang asing untuk menghindari pajak dan melakukan pencucian uang dari negara asalnya. Yang paling utama adalah distribusi kemakmuran yang tidak merata bisa terjadi karena hal tersebut.

</description><content:encoded>JAKARTA - Semakin banyaknya pihak asing yang berminat untuk investasi properti di Indonesia, maka akan semakin banyak keuntungan untuk Indonesia. Namun ternyata di sisi lain, semakin banyak justru menimbulkan beberapa risiko yang perlu diperhatikan dan dicermati.
Seperti dikutip dari buku 'Kajian Stabilitas Keuangan', Senin (29/5/2017), semakin banyaknya pihak asing yang berminat kepada properti di Indonesia akan berefek kepada menurunnya kemampuan penduduk lokal untuk membeli properti. Hal ini dikarenakan permintaan properti akibat pembelian pihak asing dapat menyebabkan harga properti meningkat.
Selain itu, semakin banyaknya pihak asing yang ingin memilik properti di Indonesia juga akan menimbulkan spekulasi dari para pengembang. Pasalnya dengan meningkatnya minat properti dari orang asing akan mendorong pengembang untuk selalu menambah persediaan properti, sedangkan kapasitas pengembang juga terbatas termasuk di dalam penyediaan lahan.
Meningkatnya properti yang tidak produktif juga harus diperhatikan. Karena akan ada banyak yang dibiarkan kosong oleh pemiliknya (WNA). Hal itu juga dapat dijadikan sarana bagi orang asing untuk menghindari pajak dan melakukan pencucian uang dari negara asalnya. Yang paling utama adalah distribusi kemakmuran yang tidak merata bisa terjadi karena hal tersebut.

</content:encoded></item></channel></rss>
