<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tambah Rusun Murah, Pengembang Tekendala Pembebasan Lahan di Jakarta</title><description>Pengembang terkendala soal uang muka pembebasan lahan dibayar di muka.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2017/05/30/470/1703799/tambah-rusun-murah-pengembang-tekendala-pembebasan-lahan-di-jakarta</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2017/05/30/470/1703799/tambah-rusun-murah-pengembang-tekendala-pembebasan-lahan-di-jakarta"/><item><title>Tambah Rusun Murah, Pengembang Tekendala Pembebasan Lahan di Jakarta</title><link>https://economy.okezone.com/read/2017/05/30/470/1703799/tambah-rusun-murah-pengembang-tekendala-pembebasan-lahan-di-jakarta</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2017/05/30/470/1703799/tambah-rusun-murah-pengembang-tekendala-pembebasan-lahan-di-jakarta</guid><pubDate>Selasa 30 Mei 2017 22:11 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/05/30/470/1703799/tambah-rusun-murah-pengembang-tekendala-pembebasan-lahan-di-jakarta-vhOMbldl2l.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/05/30/470/1703799/tambah-rusun-murah-pengembang-tekendala-pembebasan-lahan-di-jakarta-vhOMbldl2l.jpg</image><title>Ilustrasi: (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Pemerintah membangun Rumah Susun (Rusun) murah di kawasan Kemayoran, Jakarta dengan harga di bawah Rp300 juta, yang dibangun oleh Perum Perumnas. Namun sayangnya dalam pembangunan rusun tersebut, belum menjangkau semua Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di Jakarta.

Executive Director Jakarta Property Institute (JPI), Wendy Haryanto mengatakan, pengembang terkendala soal uang muka pembebasan lahan dibayar di muka. Hal ini membuat pemerintah kesulitan dalam menambah pembangunan rusun murah di Jakarta. Ditambah, saat ini tanah-tanah yang dimiliki negara di wilayah Jakarta juga masih terbatas.

&quot;Misalnya di dukuh atas, itu pasar Jaya. Benhil juga ada. Paling di tanah-tanah pasar itu. Sedangkan, di tata ruang mengatakan enggak bisa membuat pasar menjadi residensial. Harus ada persyaratan-persyaratan tertentu yang harus dipenuhi. Jadi sulit juga pemerintah untuk melakukan itu,&quot; ujarnya dalam sebuah diskusi di Penang Bistro, Jakarta , Selasa (30/5/2017)

Menurut Wendy,  hal tersebut diperlukan sebuah solusi dengan cara memberikan insentif tambahan kepada pengembang. Salah satunya bentuk insentifnya dengan mengalokasikan dana milik pemerintah untuk dibangun rusun murah.

&quot;Jadi tanah-tanah yang dialokasikan khusus untuk itu. Jadi kalau misalnya sekarang hunian murah di jalan Sudirman enggak ada, ya karena enggak masuk angkanya, begitu dihitung enggak memungkinkan. Di kota ini enggak bisa kalau enggak ada insentif,&quot; kata Wendi.</description><content:encoded>JAKARTA - Pemerintah membangun Rumah Susun (Rusun) murah di kawasan Kemayoran, Jakarta dengan harga di bawah Rp300 juta, yang dibangun oleh Perum Perumnas. Namun sayangnya dalam pembangunan rusun tersebut, belum menjangkau semua Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di Jakarta.

Executive Director Jakarta Property Institute (JPI), Wendy Haryanto mengatakan, pengembang terkendala soal uang muka pembebasan lahan dibayar di muka. Hal ini membuat pemerintah kesulitan dalam menambah pembangunan rusun murah di Jakarta. Ditambah, saat ini tanah-tanah yang dimiliki negara di wilayah Jakarta juga masih terbatas.

&quot;Misalnya di dukuh atas, itu pasar Jaya. Benhil juga ada. Paling di tanah-tanah pasar itu. Sedangkan, di tata ruang mengatakan enggak bisa membuat pasar menjadi residensial. Harus ada persyaratan-persyaratan tertentu yang harus dipenuhi. Jadi sulit juga pemerintah untuk melakukan itu,&quot; ujarnya dalam sebuah diskusi di Penang Bistro, Jakarta , Selasa (30/5/2017)

Menurut Wendy,  hal tersebut diperlukan sebuah solusi dengan cara memberikan insentif tambahan kepada pengembang. Salah satunya bentuk insentifnya dengan mengalokasikan dana milik pemerintah untuk dibangun rusun murah.

&quot;Jadi tanah-tanah yang dialokasikan khusus untuk itu. Jadi kalau misalnya sekarang hunian murah di jalan Sudirman enggak ada, ya karena enggak masuk angkanya, begitu dihitung enggak memungkinkan. Di kota ini enggak bisa kalau enggak ada insentif,&quot; kata Wendi.</content:encoded></item></channel></rss>
