<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bangun 3 Pabrik Obat, Kalbe Farma Alokasikan Capex Rp1,2 Triliun</title><description>PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) mengalokasikan belanja modal (capital  expenditure/capex) sebesar Rp1,2 triliun untuk pembangunan tiga pabrik  produk obat-obatan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2017/06/06/278/1708636/bangun-3-pabrik-obat-kalbe-farma-alokasikan-capex-rp1-2-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2017/06/06/278/1708636/bangun-3-pabrik-obat-kalbe-farma-alokasikan-capex-rp1-2-triliun"/><item><title>Bangun 3 Pabrik Obat, Kalbe Farma Alokasikan Capex Rp1,2 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2017/06/06/278/1708636/bangun-3-pabrik-obat-kalbe-farma-alokasikan-capex-rp1-2-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2017/06/06/278/1708636/bangun-3-pabrik-obat-kalbe-farma-alokasikan-capex-rp1-2-triliun</guid><pubDate>Selasa 06 Juni 2017 11:30 WIB</pubDate><dc:creator>Koran SINDO</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/06/06/278/1708636/bangun-3-pabrik-obat-kalbe-farma-alokasikan-capex-rp1-2-triliun-FJrKICNpy7.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: Reuters</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/06/06/278/1708636/bangun-3-pabrik-obat-kalbe-farma-alokasikan-capex-rp1-2-triliun-FJrKICNpy7.jpg</image><title>Ilustrasi: Reuters</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp1,2 triliun untuk pembangunan tiga pabrik produk obat-obatan.

Presiden Direktur Kalbe Farma Vidjongtius menjelaskan, tahun ini perseroan masih fokus pada empat divisi utamanya, yaitu divisi obat resep, produk obat bebas dan minuman energi, nutrisi, dan terakhir distribusi dan logistik.

&amp;ldquo;Untuk itu pada tahun ini kami akan mengalokasikan belanja modal sebesar Rp1,2 triliun,&amp;rdquo; kata Vidjongtius seusai menghadiri rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) di Jakarta.

Menurut dia, dari alokasi belanja modal tersebut, sebagian besar atau sekira 80% akan digunakan untuk pembangunan tiga pabrik. Ketiga pabrik produksi obat-obatan tersebut dua di antaranya berlokasi di Cikarang, Jawa Barat, dan satu pabrik berada di Pulo Gadung, Jakarta Timur.

&amp;ldquo;Dari capex Rp1,2 triliun itu akan digunakan untuk pembangunan tiga pabrik, selain itu untuk maintenance mesin di pabrik eksisting dan juga menambah cabang distribusi,&amp;rdquo; paparnya.

Sementara untuk sumber pendanaan capex, menurut Vidjongtius, berasal dari kas internal dan eksternal. Untuk dana kas internal sebesar 70% atau sekira Rp840 miliar, sedangkan sisanya sebesar 30% atau Rp360 miliar akan diperoleh dari pinjaman bank.

&amp;ldquo;Hingga Maret 2017, dari alokasi belanja modal sebesar Rp1,2 triliun, sudah terserap sekitar Rp200 miliar,&amp;rdquo; jelasnya.

Dalam divisi bisnis distribusi, perseroan juga berencana memasuki pasar Indonesia bagian timur.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp1,2 triliun untuk pembangunan tiga pabrik produk obat-obatan.

Presiden Direktur Kalbe Farma Vidjongtius menjelaskan, tahun ini perseroan masih fokus pada empat divisi utamanya, yaitu divisi obat resep, produk obat bebas dan minuman energi, nutrisi, dan terakhir distribusi dan logistik.

&amp;ldquo;Untuk itu pada tahun ini kami akan mengalokasikan belanja modal sebesar Rp1,2 triliun,&amp;rdquo; kata Vidjongtius seusai menghadiri rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) di Jakarta.

Menurut dia, dari alokasi belanja modal tersebut, sebagian besar atau sekira 80% akan digunakan untuk pembangunan tiga pabrik. Ketiga pabrik produksi obat-obatan tersebut dua di antaranya berlokasi di Cikarang, Jawa Barat, dan satu pabrik berada di Pulo Gadung, Jakarta Timur.

&amp;ldquo;Dari capex Rp1,2 triliun itu akan digunakan untuk pembangunan tiga pabrik, selain itu untuk maintenance mesin di pabrik eksisting dan juga menambah cabang distribusi,&amp;rdquo; paparnya.

Sementara untuk sumber pendanaan capex, menurut Vidjongtius, berasal dari kas internal dan eksternal. Untuk dana kas internal sebesar 70% atau sekira Rp840 miliar, sedangkan sisanya sebesar 30% atau Rp360 miliar akan diperoleh dari pinjaman bank.

&amp;ldquo;Hingga Maret 2017, dari alokasi belanja modal sebesar Rp1,2 triliun, sudah terserap sekitar Rp200 miliar,&amp;rdquo; jelasnya.

Dalam divisi bisnis distribusi, perseroan juga berencana memasuki pasar Indonesia bagian timur.</content:encoded></item></channel></rss>
