<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jelang Lebaran, Astra Akui Permintaan Ramai Sebulan Sebelumnya</title><description>PT&amp;nbsp;Astra International&amp;nbsp;Tbk (ASII) optimis penjualan kendaraan roda empat  perseroan mengalami peningkatan pada bulan Ramadan dan Lebaran.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2017/06/06/278/1709379/jelang-lebaran-astra-akui-permintaan-ramai-sebulan-sebelumnya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2017/06/06/278/1709379/jelang-lebaran-astra-akui-permintaan-ramai-sebulan-sebelumnya"/><item><title>Jelang Lebaran, Astra Akui Permintaan Ramai Sebulan Sebelumnya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2017/06/06/278/1709379/jelang-lebaran-astra-akui-permintaan-ramai-sebulan-sebelumnya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2017/06/06/278/1709379/jelang-lebaran-astra-akui-permintaan-ramai-sebulan-sebelumnya</guid><pubDate>Selasa 06 Juni 2017 21:58 WIB</pubDate><dc:creator>Trio Hamdani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/06/06/278/1709379/jelang-lebaran-astra-akui-permintaan-ramai-sebulan-sebelumnya-RSOwNDK6Wa.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Trio/Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/06/06/278/1709379/jelang-lebaran-astra-akui-permintaan-ramai-sebulan-sebelumnya-RSOwNDK6Wa.jpg</image><title>Foto: Trio/Okezone</title></images><description>JAKARTA - PT&amp;nbsp;Astra International&amp;nbsp;Tbk (ASII) optimis penjualan kendaraan roda empat perseroan mengalami peningkatan pada bulan Ramadan dan Lebaran. Sayangnya, belum dapat dipastikan berapa besar persentase kenaikan penjualan mobil saat Lebaran.
&quot;Yang jelas dia lebih tinggi tapi berapa persentasenya saya harus lihat datanya, tapi dugaan saya Mei lebih tinggi karena yang tahun lalu tingginya di bulan Juni, karena sekarang Lebaran jatuhnya akhir Juni kan sekitar itu,&quot; kata Investor Relation ASII Tira Adianti di Jakarta, Selasa (6/6/2017).
Menurut dia, pola penjualan kendaraan roda empat akan mengalami peningkatan sebulan sebelum Lebaran tiba. Artinya, saat ini penjualan mobil yang dijual perseroan sudah mengalami peningkatan.
&amp;ldquo;Biasanya itu periodenya sebulan sebelumnya orang sudah mulai beli-beli kendaraan. Tapi sekali lagi itu hanya salah satu faktor karena ada orang dapat THR. Tapi kita harus cermati juga kenapa saya bilang masih cukup konservatif melihat empat roda (mobil),&quot; lanjutnya.
Dia menyebutkan, akhir-akhir ini ada sentimen negatif yang membuat penjualan mobil mengalami penurunan tak seperti biasanya. Misalnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang mengimbau Perusahaan Pembiayaan agar lebih memerhatikan risiko kredit macet atau Non Performing Loan (NPL).
&quot;Perusahaan Pembiayaan, karena OJK juga sangat concern kenaikan NPL, jadi perusahaan pembiayaan juga jadi lebih hati-hati memberikan approval kredit. Itu mempengaruhi penjualan. Selain itu jadi situasi politik tanah air misalnya, sosial tanah air itu juga bisa mempengaruhi orang untuk beli,&quot; lanjutnya.
Kejadian pengeboman di Kampung Melayu baru-baru ini pun dinilainya turut membuat penjualan mobil agak tertekan tak hanya bagi Astra, menurut dia hal itu juga terjadi pada perusahaan lain sejenis.
&quot;Kejadian bom di Kampung Melayu waktu itu saya sempat bicara dengan dealer nggak cuma dealer-nya Astra ya, jadi dealers kompetitor juga mereka merasakan itu berdampak pada mereka terhadap sales-nya menurun. Dua minggu pertama terlihat pembeli ramai, setelah kejadian bom agak terpengaruh,&quot; lanjut Tira.
&quot;Nah kejadian-kejadian semacam itu bisa memengaruhi, sama ketika misalnya mau jelang Pilkada kalau lihat situasi itu harus kita cermati. Jadi pengaruhnya harus dilihat bulan per bulan,&quot; pungkasnya.
(kmj)</description><content:encoded>JAKARTA - PT&amp;nbsp;Astra International&amp;nbsp;Tbk (ASII) optimis penjualan kendaraan roda empat perseroan mengalami peningkatan pada bulan Ramadan dan Lebaran. Sayangnya, belum dapat dipastikan berapa besar persentase kenaikan penjualan mobil saat Lebaran.
&quot;Yang jelas dia lebih tinggi tapi berapa persentasenya saya harus lihat datanya, tapi dugaan saya Mei lebih tinggi karena yang tahun lalu tingginya di bulan Juni, karena sekarang Lebaran jatuhnya akhir Juni kan sekitar itu,&quot; kata Investor Relation ASII Tira Adianti di Jakarta, Selasa (6/6/2017).
Menurut dia, pola penjualan kendaraan roda empat akan mengalami peningkatan sebulan sebelum Lebaran tiba. Artinya, saat ini penjualan mobil yang dijual perseroan sudah mengalami peningkatan.
&amp;ldquo;Biasanya itu periodenya sebulan sebelumnya orang sudah mulai beli-beli kendaraan. Tapi sekali lagi itu hanya salah satu faktor karena ada orang dapat THR. Tapi kita harus cermati juga kenapa saya bilang masih cukup konservatif melihat empat roda (mobil),&quot; lanjutnya.
Dia menyebutkan, akhir-akhir ini ada sentimen negatif yang membuat penjualan mobil mengalami penurunan tak seperti biasanya. Misalnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang mengimbau Perusahaan Pembiayaan agar lebih memerhatikan risiko kredit macet atau Non Performing Loan (NPL).
&quot;Perusahaan Pembiayaan, karena OJK juga sangat concern kenaikan NPL, jadi perusahaan pembiayaan juga jadi lebih hati-hati memberikan approval kredit. Itu mempengaruhi penjualan. Selain itu jadi situasi politik tanah air misalnya, sosial tanah air itu juga bisa mempengaruhi orang untuk beli,&quot; lanjutnya.
Kejadian pengeboman di Kampung Melayu baru-baru ini pun dinilainya turut membuat penjualan mobil agak tertekan tak hanya bagi Astra, menurut dia hal itu juga terjadi pada perusahaan lain sejenis.
&quot;Kejadian bom di Kampung Melayu waktu itu saya sempat bicara dengan dealer nggak cuma dealer-nya Astra ya, jadi dealers kompetitor juga mereka merasakan itu berdampak pada mereka terhadap sales-nya menurun. Dua minggu pertama terlihat pembeli ramai, setelah kejadian bom agak terpengaruh,&quot; lanjut Tira.
&quot;Nah kejadian-kejadian semacam itu bisa memengaruhi, sama ketika misalnya mau jelang Pilkada kalau lihat situasi itu harus kita cermati. Jadi pengaruhnya harus dilihat bulan per bulan,&quot; pungkasnya.
(kmj)</content:encoded></item></channel></rss>
