<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   First Indo American Targetkan Pembiayaan Mampu Tembus Rp1 Triliun   </title><description>PT First Indo American Leasing Tbk (FINN) menargetkan penyaluran pembiayaan baru sebesar Rp1 triliun pada 2017 ini.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2017/06/08/278/1710705/first-indo-american-targetkan-pembiayaan-mampu-tembus-rp1-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2017/06/08/278/1710705/first-indo-american-targetkan-pembiayaan-mampu-tembus-rp1-triliun"/><item><title>   First Indo American Targetkan Pembiayaan Mampu Tembus Rp1 Triliun   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2017/06/08/278/1710705/first-indo-american-targetkan-pembiayaan-mampu-tembus-rp1-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2017/06/08/278/1710705/first-indo-american-targetkan-pembiayaan-mampu-tembus-rp1-triliun</guid><pubDate>Kamis 08 Juni 2017 11:31 WIB</pubDate><dc:creator>Trio Hamdani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/06/08/278/1710705/first-indo-american-targetkan-pembiayaan-mampu-tembus-rp1-triliun-dstOhNvqWH.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi pemberian kredit. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/06/08/278/1710705/first-indo-american-targetkan-pembiayaan-mampu-tembus-rp1-triliun-dstOhNvqWH.jpg</image><title>Ilustrasi pemberian kredit. (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - PT First Indo American Leasing Tbk (FINN) menargetkan penyaluran pembiayaan baru sebesar Rp1 triliun pada 2017 ini. Hingga kuartal I-2017, target tersebut sudah tercapai sebanyak 20%.

&quot;Dari target kita 1 triliun kita sudah capai 20% lebih. Jadi kalau Lebaran pembiayaan cukup signifikan,&quot; kata Direktur Utama FINN Mardjuki di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (8/6/2017).

Di tempat yang sama, Sekretaris Perusahaan FINN Yoga T Halim, mengatakan, menjelang Ramadan sudah terjadi kenaikan pertumbuhan pembiayaan penjualan kendaraan, yang mana Ramadan tahun ini terjadi peningkatan 30% dibanding bukan bulan Ramadan.

&quot;Dari mulai sebelum puasa, sudah ada kenaikan. Bulan lalu berbanding histori kami penjualan tahun lalu, penjualan sudah mencapai Rp80 miliar dibanding rata-rata yang Rp60 miliar. Ada kenaikan 30% di sana,&quot; lanjutnya.

Dia melanjutkan, selain terimbas positif Ramadan, kenaikan penjualan kendaraan perusahaan tumbuh jelang penutupan akhir tahun. &quot;Memang tren kami puncaknya di bulan ini dan jelang akhir tahun,&quot; papar dia.

Dirincikannya, peningkatan terjadi pada Mei yang mana sedang berlangsung Bulan Suci Ramadan. Bulan Mei perolehan tercatat sebesar Rp80 miliar. Sedangkan Maret dan April rata-rata Rp60 miliar.</description><content:encoded>JAKARTA - PT First Indo American Leasing Tbk (FINN) menargetkan penyaluran pembiayaan baru sebesar Rp1 triliun pada 2017 ini. Hingga kuartal I-2017, target tersebut sudah tercapai sebanyak 20%.

&quot;Dari target kita 1 triliun kita sudah capai 20% lebih. Jadi kalau Lebaran pembiayaan cukup signifikan,&quot; kata Direktur Utama FINN Mardjuki di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (8/6/2017).

Di tempat yang sama, Sekretaris Perusahaan FINN Yoga T Halim, mengatakan, menjelang Ramadan sudah terjadi kenaikan pertumbuhan pembiayaan penjualan kendaraan, yang mana Ramadan tahun ini terjadi peningkatan 30% dibanding bukan bulan Ramadan.

&quot;Dari mulai sebelum puasa, sudah ada kenaikan. Bulan lalu berbanding histori kami penjualan tahun lalu, penjualan sudah mencapai Rp80 miliar dibanding rata-rata yang Rp60 miliar. Ada kenaikan 30% di sana,&quot; lanjutnya.

Dia melanjutkan, selain terimbas positif Ramadan, kenaikan penjualan kendaraan perusahaan tumbuh jelang penutupan akhir tahun. &quot;Memang tren kami puncaknya di bulan ini dan jelang akhir tahun,&quot; papar dia.

Dirincikannya, peningkatan terjadi pada Mei yang mana sedang berlangsung Bulan Suci Ramadan. Bulan Mei perolehan tercatat sebesar Rp80 miliar. Sedangkan Maret dan April rata-rata Rp60 miliar.</content:encoded></item></channel></rss>
