<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Malam Ini, Kapal Pembangkit Listrik Asal Turki Pasok 240 Mw ke Sistem Kelistrikan Sumatera</title><description>Kapal pembangkit listrik asal Turki akan mulai beroperasi secara maksimal mulai Jumat 16 Juni 2017 dini  hari.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2017/06/15/320/1717249/malam-ini-kapal-pembangkit-listrik-asal-turki-pasok-240-mw-ke-sistem-kelistrikan-sumatera</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2017/06/15/320/1717249/malam-ini-kapal-pembangkit-listrik-asal-turki-pasok-240-mw-ke-sistem-kelistrikan-sumatera"/><item><title>Malam Ini, Kapal Pembangkit Listrik Asal Turki Pasok 240 Mw ke Sistem Kelistrikan Sumatera</title><link>https://economy.okezone.com/read/2017/06/15/320/1717249/malam-ini-kapal-pembangkit-listrik-asal-turki-pasok-240-mw-ke-sistem-kelistrikan-sumatera</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2017/06/15/320/1717249/malam-ini-kapal-pembangkit-listrik-asal-turki-pasok-240-mw-ke-sistem-kelistrikan-sumatera</guid><pubDate>Kamis 15 Juni 2017 18:50 WIB</pubDate><dc:creator>Wahyudi Aulia Siregar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/06/15/320/1717249/malam-ini-kapal-pembangkit-listrik-asal-turki-pasok-240-mw-ke-sistem-kelistrikan-sumatera-6iSPio0DHE.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/06/15/320/1717249/malam-ini-kapal-pembangkit-listrik-asal-turki-pasok-240-mw-ke-sistem-kelistrikan-sumatera-6iSPio0DHE.jpg</image><title>Ilustrasi: (Foto: Okezone)</title></images><description>MEDAN &amp;ndash; Kapal pembangkit listrik asal Turki, Karadeniz Powership Onur Sultan, yang disiapkan untuk membantu krisis listrik di Sumatera Bagian Utara, akan mulai beroperasi secara maksimal mulai Jumat 16 Juni 2017 dini hari.

Dengan operasional maksimal itu, kapal berkapasitas 480 megawatt (mw) tersebut akan memasok sebanyak 240 mw listrik ke Sumatera yang dikelola PT PLN.

&amp;ldquo;Kalau kemarin baru 30% pasokan yang kita kirim ke PLN, mulai malam ini kita akan pasok 100% atau sesuai kontrak sebesar 240 mw. Ini akan membantu mengatasi krisis listrik di Sumatera Utara. Tapi untuk pengelolaan listriknya nanti, itu kita serahkan ke PLN,&amp;rdquo; ujar Asia Regional Director Karpowership Indonesia, Ufuk Berk, di Kantor Kelurahan Sicanang, Kecamatan Belawan, Kota Medan, Kamis (15/6/2017) siang.

Ufuk Berk menjelaskan, kapal Karadeniz Powership Onur Sultan memiliki 24 mesin generator yang dapat memasok listrik hingga 480 mw. Mesin tersebut menggunakan bahan bakar jenis Heavy Fuel Oil (HFO) yang masih didatangkan Karpowership dari negara-negara Timur Tengah dan Malaysia.

&amp;ldquo;Kalau di Indonesia tidak ada produksi jenis bahan bakar tersebut. Tapi sebenarnya mesin generator itu bisa beropeasi menggunakan bahan bakar gas alam yang ada di Indonesia,&amp;rdquo; jelasnya.

Untuk beralih ke bahan bakar gas alam, lanjut Ufuk Berk, dibutuhkan konversi tekanan gas pipa yang saat ini sebesar 24 bar menjadi 6 bar sesuai dengan spesifikasi di kapal pembangkit listrik tersebut.

&amp;ldquo;Baik menggunakan gas alam maupun menggunakan HFO, biaya produksi listriknya pasti akan lebih murah. Hal itu karena komponen bahan bakarnya jauh lebih murah dibandingkan bahan bakar diesel yang dipakai PLN di pembangkitnya saat ini,&amp;rdquo; tegas Ufuk Berk.

Kapal Karadeniz Powership Onur Sultan yang memiliki lebar 50 meter dan panjang 100 meter serta berat 1850 grosstonage itu, lanjut Ufuk Berk, akan beroperasi penuh selama lima tahun sesuai dengan kontrak yang sudah dibuat dengan pemerintah. Ufuk pun memastikan operasional kapal dapat berlangsung tanpa henti meski dilakuan pemeliharaan.

&amp;ldquo;Uptime-nya 100% selama lima tahun. Tetap ada pemeliharaan, tapi kita tidak perlu mengurangi pasokan, karena jika satu mesin diperbaiki, kita tinggal aktifkan mesin yang lain. Kita juga memungkinkan memasok sampai 480 mw, itu ada dalam kontrak kita dengan pemerintah Indonesia. Tapi itu tergantung pemerintah nantinya,&amp;rdquo; tegasnya.

Selain Kapal Karadeniz Powership Onur Sultan, PT Karpowership Indonesia juga mengoperasionalkan tiga kapal pembangkit lainnya di Indonesia, yakni di Kupang, Manado, dan Ambon. Kapal pembangkit listrik di Kupang memberikan pasokan listrik ke sistem di daerah itu sebesar 120 mw dari kapasitas kapal yang mencapai 120 mw.

Sementara untuk di Manado dan Ambon, masing-masing mendapatkan pasokan 60 mw dari kapasitas kapal yang beroperasi di kedua daerah itu sebesar 120 mw. Pada September 2017, PT Karpowership Indonesia juga berencana mendatangkan satu kapal lagi untuk dioperasikan di Lombok, dengan kontrak operasional mencapai 60 mw dan kapasitas kapal hingga 80-100 mw.

&amp;ldquo;Namun yang terbesar masih yang di Belawan. Ini bahkan yang terbesar di dunia,&amp;rdquo; jelasnya.
</description><content:encoded>MEDAN &amp;ndash; Kapal pembangkit listrik asal Turki, Karadeniz Powership Onur Sultan, yang disiapkan untuk membantu krisis listrik di Sumatera Bagian Utara, akan mulai beroperasi secara maksimal mulai Jumat 16 Juni 2017 dini hari.

Dengan operasional maksimal itu, kapal berkapasitas 480 megawatt (mw) tersebut akan memasok sebanyak 240 mw listrik ke Sumatera yang dikelola PT PLN.

&amp;ldquo;Kalau kemarin baru 30% pasokan yang kita kirim ke PLN, mulai malam ini kita akan pasok 100% atau sesuai kontrak sebesar 240 mw. Ini akan membantu mengatasi krisis listrik di Sumatera Utara. Tapi untuk pengelolaan listriknya nanti, itu kita serahkan ke PLN,&amp;rdquo; ujar Asia Regional Director Karpowership Indonesia, Ufuk Berk, di Kantor Kelurahan Sicanang, Kecamatan Belawan, Kota Medan, Kamis (15/6/2017) siang.

Ufuk Berk menjelaskan, kapal Karadeniz Powership Onur Sultan memiliki 24 mesin generator yang dapat memasok listrik hingga 480 mw. Mesin tersebut menggunakan bahan bakar jenis Heavy Fuel Oil (HFO) yang masih didatangkan Karpowership dari negara-negara Timur Tengah dan Malaysia.

&amp;ldquo;Kalau di Indonesia tidak ada produksi jenis bahan bakar tersebut. Tapi sebenarnya mesin generator itu bisa beropeasi menggunakan bahan bakar gas alam yang ada di Indonesia,&amp;rdquo; jelasnya.

Untuk beralih ke bahan bakar gas alam, lanjut Ufuk Berk, dibutuhkan konversi tekanan gas pipa yang saat ini sebesar 24 bar menjadi 6 bar sesuai dengan spesifikasi di kapal pembangkit listrik tersebut.

&amp;ldquo;Baik menggunakan gas alam maupun menggunakan HFO, biaya produksi listriknya pasti akan lebih murah. Hal itu karena komponen bahan bakarnya jauh lebih murah dibandingkan bahan bakar diesel yang dipakai PLN di pembangkitnya saat ini,&amp;rdquo; tegas Ufuk Berk.

Kapal Karadeniz Powership Onur Sultan yang memiliki lebar 50 meter dan panjang 100 meter serta berat 1850 grosstonage itu, lanjut Ufuk Berk, akan beroperasi penuh selama lima tahun sesuai dengan kontrak yang sudah dibuat dengan pemerintah. Ufuk pun memastikan operasional kapal dapat berlangsung tanpa henti meski dilakuan pemeliharaan.

&amp;ldquo;Uptime-nya 100% selama lima tahun. Tetap ada pemeliharaan, tapi kita tidak perlu mengurangi pasokan, karena jika satu mesin diperbaiki, kita tinggal aktifkan mesin yang lain. Kita juga memungkinkan memasok sampai 480 mw, itu ada dalam kontrak kita dengan pemerintah Indonesia. Tapi itu tergantung pemerintah nantinya,&amp;rdquo; tegasnya.

Selain Kapal Karadeniz Powership Onur Sultan, PT Karpowership Indonesia juga mengoperasionalkan tiga kapal pembangkit lainnya di Indonesia, yakni di Kupang, Manado, dan Ambon. Kapal pembangkit listrik di Kupang memberikan pasokan listrik ke sistem di daerah itu sebesar 120 mw dari kapasitas kapal yang mencapai 120 mw.

Sementara untuk di Manado dan Ambon, masing-masing mendapatkan pasokan 60 mw dari kapasitas kapal yang beroperasi di kedua daerah itu sebesar 120 mw. Pada September 2017, PT Karpowership Indonesia juga berencana mendatangkan satu kapal lagi untuk dioperasikan di Lombok, dengan kontrak operasional mencapai 60 mw dan kapasitas kapal hingga 80-100 mw.

&amp;ldquo;Namun yang terbesar masih yang di Belawan. Ini bahkan yang terbesar di dunia,&amp;rdquo; jelasnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
