<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Persaingan Ketat, Bank Bukopin Turunkan Target Kredit Jadi 10%</title><description>PT Bank Bukopin Tbk menurunkan target penyaluran kredit pada tahun ini akibat persaingan yang ketat.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2017/06/16/278/1717546/persaingan-ketat-bank-bukopin-turunkan-target-kredit-jadi-10</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2017/06/16/278/1717546/persaingan-ketat-bank-bukopin-turunkan-target-kredit-jadi-10"/><item><title>Persaingan Ketat, Bank Bukopin Turunkan Target Kredit Jadi 10%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2017/06/16/278/1717546/persaingan-ketat-bank-bukopin-turunkan-target-kredit-jadi-10</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2017/06/16/278/1717546/persaingan-ketat-bank-bukopin-turunkan-target-kredit-jadi-10</guid><pubDate>Jum'at 16 Juni 2017 07:34 WIB</pubDate><dc:creator>Donald Banjarnahor</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/06/16/278/1717546/persaingan-ketat-bank-bukopin-turunkan-target-kredit-jadi-10-VKOWb6KvEz.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/06/16/278/1717546/persaingan-ketat-bank-bukopin-turunkan-target-kredit-jadi-10-VKOWb6KvEz.jpg</image><title>Ilustrasi: (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; PT Bank Bukopin Tbk menurunkan target penyaluran kredit pada tahun ini akibat persaingan yang ketat serta kondisi ekonomi nasional yang baru mulai pulih.
Direktur Keuangan dan Perencanaan Bank Bukopin Eko&amp;nbsp;Rachmansyah&amp;nbsp;Gindo mengatakan, perseroan merevisi target penyaluran kredit menjadi 10% dibandingkan dengan target sebelumnya yang dipatok 12,6%-12,7%.
&amp;ldquo;Jadi ini akibat persaingan yang cukup tinggi dan kondisi ekonomi yang meskipun sudah cukup pulih tetapi masih warming up. Jadi pada kuartal I kemarin relatif slow dan kami berharap pada semester 2 bisa tumbuh kencang,&amp;rdquo; ujarnya di sela-sela Buka Puasa Bersama dengan Media, Kamis (15/6/2017).
Dia mengakui hingga Mei 2017 kredit Bank Bukopin tumbuh lebih lambat dibandingkan target, yakni hanya 7% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, dana pihak ketiga berhasil tumbuh 15%
&amp;ldquo;Tapi kami masih optimistis terhadap ekonomi Indonesia setelah kemarin Indonesia dapat investment grade dan Moodys juga berikan prospek positif bagi kita (perbankan). Jadi kita optimistis pada semester 2 ini,&amp;rdquo; ujarnya.
Lebih lanjut dia merinci &amp;nbsp;rasio kredit bermasalah atau non performing loan&amp;nbsp;(NPL) Bank Bukopin berada di level 4%. Terkait hal ini Bank Bukopin akan melakukan berbagai strategi agar NPL tidak melebih dari 3,5%.
&amp;ldquo;Restrukturisasi (kredit bermasalah) masih berjalan intensif collection juga dilakukan, termasuk ambil alih aset. Cadangan kecukupan (penurunan nilai/CKPN) kami juga sudah dinaikkan jadi 21%,&amp;rdquo; ujarnya.
Hingga akhir Maret 2017, kredit Bank Bukopin mencapai Rp72,3 triliun, naik 7,64% dari tahun sebelumnya. Sementara dana pihak ketiga mencapai &amp;nbsp;Rp 93,8 triliun, tumbuh 15,37% dari tahun sebelumnya.&amp;#8203;</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; PT Bank Bukopin Tbk menurunkan target penyaluran kredit pada tahun ini akibat persaingan yang ketat serta kondisi ekonomi nasional yang baru mulai pulih.
Direktur Keuangan dan Perencanaan Bank Bukopin Eko&amp;nbsp;Rachmansyah&amp;nbsp;Gindo mengatakan, perseroan merevisi target penyaluran kredit menjadi 10% dibandingkan dengan target sebelumnya yang dipatok 12,6%-12,7%.
&amp;ldquo;Jadi ini akibat persaingan yang cukup tinggi dan kondisi ekonomi yang meskipun sudah cukup pulih tetapi masih warming up. Jadi pada kuartal I kemarin relatif slow dan kami berharap pada semester 2 bisa tumbuh kencang,&amp;rdquo; ujarnya di sela-sela Buka Puasa Bersama dengan Media, Kamis (15/6/2017).
Dia mengakui hingga Mei 2017 kredit Bank Bukopin tumbuh lebih lambat dibandingkan target, yakni hanya 7% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, dana pihak ketiga berhasil tumbuh 15%
&amp;ldquo;Tapi kami masih optimistis terhadap ekonomi Indonesia setelah kemarin Indonesia dapat investment grade dan Moodys juga berikan prospek positif bagi kita (perbankan). Jadi kita optimistis pada semester 2 ini,&amp;rdquo; ujarnya.
Lebih lanjut dia merinci &amp;nbsp;rasio kredit bermasalah atau non performing loan&amp;nbsp;(NPL) Bank Bukopin berada di level 4%. Terkait hal ini Bank Bukopin akan melakukan berbagai strategi agar NPL tidak melebih dari 3,5%.
&amp;ldquo;Restrukturisasi (kredit bermasalah) masih berjalan intensif collection juga dilakukan, termasuk ambil alih aset. Cadangan kecukupan (penurunan nilai/CKPN) kami juga sudah dinaikkan jadi 21%,&amp;rdquo; ujarnya.
Hingga akhir Maret 2017, kredit Bank Bukopin mencapai Rp72,3 triliun, naik 7,64% dari tahun sebelumnya. Sementara dana pihak ketiga mencapai &amp;nbsp;Rp 93,8 triliun, tumbuh 15,37% dari tahun sebelumnya.&amp;#8203;</content:encoded></item></channel></rss>
