<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   7-Eleven Bangkrut, Kadin: Beli Minum 1, Nongkrongnya 2-3 Jam   </title><description>Akibatnya, permasukkan 7-Eleven tidak besar, namun mereka harus menanggung beban yang tidak sedikit.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2017/06/25/320/1724623/7-eleven-bangkrut-kadin-beli-minum-1-nongkrongnya-2-3-jam</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2017/06/25/320/1724623/7-eleven-bangkrut-kadin-beli-minum-1-nongkrongnya-2-3-jam"/><item><title>   7-Eleven Bangkrut, Kadin: Beli Minum 1, Nongkrongnya 2-3 Jam   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2017/06/25/320/1724623/7-eleven-bangkrut-kadin-beli-minum-1-nongkrongnya-2-3-jam</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2017/06/25/320/1724623/7-eleven-bangkrut-kadin-beli-minum-1-nongkrongnya-2-3-jam</guid><pubDate>Minggu 25 Juni 2017 20:32 WIB</pubDate><dc:creator>Trio Hamdani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/06/25/320/1724623/7-eleven-bangkrut-kadin-beli-minum-1-nongkrongnya-2-3-jam-q34O7SLJ10.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ketua Kadin Rosan Roeslani. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/06/25/320/1724623/7-eleven-bangkrut-kadin-beli-minum-1-nongkrongnya-2-3-jam-q34O7SLJ10.jpg</image><title>Ketua Kadin Rosan Roeslani. (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan P Roeslani menilai surutnya bisnis ritel 7-Eleven (7-Eleven), yang membuat semua tokonya ditutup, lantaran bisnis model seperti 7-Eleven tidak terlalu cocok berkembang di Indonesia.

&quot;7-Eleven mungkin bisnis modelnya kurang pas, karena marjin mereka tipis kan, tapi mereka sewa tempat besar. Karena banyak dipakai nongkrong, tapi marjinnya tipis,&quot; kata dia di Rumah Dinas Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Jakarta, Minggu (25/6/2017).

Dia pun mencontohkan, rata-rata orang yang berbelanja ke 7-Eleven hanya membeli satu produk, kemudian menghabiskan waktu di 7-Eleven hingga berjam-jam. Akibatnya, permasukkan 7-Eleven tidak besar, namun mereka harus menanggung beban yang tidak sedikit.

&quot;Orang beli satu coca-cola nongkrong dua-tiga jam, enggak sesuai bisnis modelnya. Kalau Indomaret, Alfamart tempat kecil, masuk, beli, masuk, beli, volumenya banyak,&quot; jelas Rosan.

Meski 7-Eleven gugur, namun dia melihat secara umum prospek industri ritel masih terbilang prospektif. &quot;Masih baik, tapi memang bisnis modelnya saja kurang pas (kalau 7-Eleven),&quot; ungkapnya.

Bisnis ritel, tambahnya, ditopang oleh industri makanan dan minuman yang masih bagus. &quot;Ya mamin (makanan minuman) masih jalan, masih baguslah, masih optimislah. Lebaran ini saya dapat masukkan spending ya enggak sebanyak tahun lalu, tapi semua masih on track,&quot; tambahnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan P Roeslani menilai surutnya bisnis ritel 7-Eleven (7-Eleven), yang membuat semua tokonya ditutup, lantaran bisnis model seperti 7-Eleven tidak terlalu cocok berkembang di Indonesia.

&quot;7-Eleven mungkin bisnis modelnya kurang pas, karena marjin mereka tipis kan, tapi mereka sewa tempat besar. Karena banyak dipakai nongkrong, tapi marjinnya tipis,&quot; kata dia di Rumah Dinas Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Jakarta, Minggu (25/6/2017).

Dia pun mencontohkan, rata-rata orang yang berbelanja ke 7-Eleven hanya membeli satu produk, kemudian menghabiskan waktu di 7-Eleven hingga berjam-jam. Akibatnya, permasukkan 7-Eleven tidak besar, namun mereka harus menanggung beban yang tidak sedikit.

&quot;Orang beli satu coca-cola nongkrong dua-tiga jam, enggak sesuai bisnis modelnya. Kalau Indomaret, Alfamart tempat kecil, masuk, beli, masuk, beli, volumenya banyak,&quot; jelas Rosan.

Meski 7-Eleven gugur, namun dia melihat secara umum prospek industri ritel masih terbilang prospektif. &quot;Masih baik, tapi memang bisnis modelnya saja kurang pas (kalau 7-Eleven),&quot; ungkapnya.

Bisnis ritel, tambahnya, ditopang oleh industri makanan dan minuman yang masih bagus. &quot;Ya mamin (makanan minuman) masih jalan, masih baguslah, masih optimislah. Lebaran ini saya dapat masukkan spending ya enggak sebanyak tahun lalu, tapi semua masih on track,&quot; tambahnya.</content:encoded></item></channel></rss>
