<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Aturan Pemerintah Punya Andil Besar dalam Bangkrutnya 7-Eleven </title><description>Ketua Asosiasi Pengusaha Retail Indonesia Roy Mande  mengatakan, bangkrutnya 7-Eleven ini tak terlepas dari minimnya dukungan  pemerintah.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2017/06/28/320/1725458/aturan-pemerintah-punya-andil-besar-dalam-bangkrutnya-7-eleven</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2017/06/28/320/1725458/aturan-pemerintah-punya-andil-besar-dalam-bangkrutnya-7-eleven"/><item><title>Aturan Pemerintah Punya Andil Besar dalam Bangkrutnya 7-Eleven </title><link>https://economy.okezone.com/read/2017/06/28/320/1725458/aturan-pemerintah-punya-andil-besar-dalam-bangkrutnya-7-eleven</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2017/06/28/320/1725458/aturan-pemerintah-punya-andil-besar-dalam-bangkrutnya-7-eleven</guid><pubDate>Rabu 28 Juni 2017 14:16 WIB</pubDate><dc:creator>Dedy Afrianto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/06/28/320/1725458/aturan-pemerintah-punya-andil-besar-dalam-bangkrutnya-7-eleven-u3m63DAxoR.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: (Foto: Sindonews.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/06/28/320/1725458/aturan-pemerintah-punya-andil-besar-dalam-bangkrutnya-7-eleven-u3m63DAxoR.jpg</image><title>Ilustrasi: (Foto: Sindonews.com)</title></images><description>JAKARTA - Retail modern 7-Eleven akan menutup seluruh gerainya pada 30 Juni. Saat ini, 7-Eleven di bawah manajemen PT Modern International Tbk (MDRN) mulai menutup gerainya di beberapa lokasi di Jakarta.

Penutupan 7-Eleven ini tentunya mengejutkan sejumlah pihak. Utamanya adalah kalangan anak muda yang telah terbiasa dengan konsep baru yang ditawarkan oleh 7-Eleven. Konsep baru tersebut adalah adanya tempat untuk 'nongkrong' yang nyaman bagi konsumen. Lantas, apa sebenarnya penyebab utama tutupnya 7-Eleven?

Ketua Asosiasi Pengusaha Retail Indonesia (Aprindo) Roy Mande mengatakan, bangkrutnya 7-Eleven ini tak terlepas dari minimnya dukungan pemerintah. Akibatnya, 7-Eleven sulit melakukan ekspansi usaha hingga ke berbagai daerah.

&quot;Ada aturan bahwa (minimarket) di bawah 400 meter persegi harus dimiliki lokal. Aturan ini perlu direvisi karena retail sulit ekspansi,&quot; kata Roy kepada Okezone.

Menurutnya, pemerintah perlu mengeluarkan aturan yang lebih konkret dan mendukung perkembangan gerai retail modern di Indonesia. Jika tidak, kemungkinan gerai retail modern lainnya bernasib sama seperti 7-Eleven. &quot;Tidak menutup kemungkinan jika pemerintah tidak antisipatif. Regulator perlu antisipatif terutama karena retail ini sedang 'sakit',&quot; ujarnya.

Seperti diketahui, Direktur MDRN Chandra Wijaya menyatakan, perseroan berencana melakukan transaksi material perseroan atas penjualan dan transfer segmen bisnis restoran dan convinience di Indonesia dengan merek waralaba 7-Eleven beserta aset yang menyertainya kepada PT Charoen Pokphand Restu Indonesia.

Namun, transaksi tersebut batal karena tidak tercapainya kesepakatan atas pihak-pihak yang berkepentingan. &quot;Hal material yang berkaitan dan yang timbul sebagai akibat dari pemberhentian operasional gerai 7-Eleven ini akan ditindaklanjuti sesuai dengan peraturan dan hukum yang berlaku, dan akan diselesaikan secepatnya,&quot; katanya.

(ulf)</description><content:encoded>JAKARTA - Retail modern 7-Eleven akan menutup seluruh gerainya pada 30 Juni. Saat ini, 7-Eleven di bawah manajemen PT Modern International Tbk (MDRN) mulai menutup gerainya di beberapa lokasi di Jakarta.

Penutupan 7-Eleven ini tentunya mengejutkan sejumlah pihak. Utamanya adalah kalangan anak muda yang telah terbiasa dengan konsep baru yang ditawarkan oleh 7-Eleven. Konsep baru tersebut adalah adanya tempat untuk 'nongkrong' yang nyaman bagi konsumen. Lantas, apa sebenarnya penyebab utama tutupnya 7-Eleven?

Ketua Asosiasi Pengusaha Retail Indonesia (Aprindo) Roy Mande mengatakan, bangkrutnya 7-Eleven ini tak terlepas dari minimnya dukungan pemerintah. Akibatnya, 7-Eleven sulit melakukan ekspansi usaha hingga ke berbagai daerah.

&quot;Ada aturan bahwa (minimarket) di bawah 400 meter persegi harus dimiliki lokal. Aturan ini perlu direvisi karena retail sulit ekspansi,&quot; kata Roy kepada Okezone.

Menurutnya, pemerintah perlu mengeluarkan aturan yang lebih konkret dan mendukung perkembangan gerai retail modern di Indonesia. Jika tidak, kemungkinan gerai retail modern lainnya bernasib sama seperti 7-Eleven. &quot;Tidak menutup kemungkinan jika pemerintah tidak antisipatif. Regulator perlu antisipatif terutama karena retail ini sedang 'sakit',&quot; ujarnya.

Seperti diketahui, Direktur MDRN Chandra Wijaya menyatakan, perseroan berencana melakukan transaksi material perseroan atas penjualan dan transfer segmen bisnis restoran dan convinience di Indonesia dengan merek waralaba 7-Eleven beserta aset yang menyertainya kepada PT Charoen Pokphand Restu Indonesia.

Namun, transaksi tersebut batal karena tidak tercapainya kesepakatan atas pihak-pihak yang berkepentingan. &quot;Hal material yang berkaitan dan yang timbul sebagai akibat dari pemberhentian operasional gerai 7-Eleven ini akan ditindaklanjuti sesuai dengan peraturan dan hukum yang berlaku, dan akan diselesaikan secepatnya,&quot; katanya.

(ulf)</content:encoded></item></channel></rss>
