<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gawat! Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II Lebih Rendah</title><description>Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo memerkirakan pertumbuhan ekonomi kuartal II 2017 (April-Juni) akan lebih rendah.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2017/07/05/20/1729476/gawat-pertumbuhan-ekonomi-kuartal-ii-lebih-rendah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2017/07/05/20/1729476/gawat-pertumbuhan-ekonomi-kuartal-ii-lebih-rendah"/><item><title>Gawat! Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II Lebih Rendah</title><link>https://economy.okezone.com/read/2017/07/05/20/1729476/gawat-pertumbuhan-ekonomi-kuartal-ii-lebih-rendah</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2017/07/05/20/1729476/gawat-pertumbuhan-ekonomi-kuartal-ii-lebih-rendah</guid><pubDate>Rabu 05 Juli 2017 18:55 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/07/05/20/1729476/gawat-pertumbuhan-ekonomi-kuartal-ii-lebih-rendah-7I64bWfyzH.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/07/05/20/1729476/gawat-pertumbuhan-ekonomi-kuartal-ii-lebih-rendah-7I64bWfyzH.jpg</image><title>Ilustrasi: (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo memerkirakan pertumbuhan ekonomi kuartal II 2017 (April-Juni) akan lebih rendah dari perkiraan sebelumnya menyusul bergesernya realisasi pengeluaran pemerintah dan masyarakat ke kuartal III.
 Menurut Agus, peningkatan konsumsi masyarakat belum sesuai ekspetasi karena pencairan gaji ke-13 tahun ini dibayarkan di kuartal III dan juga beberapa kegiatan ekonomi yang bergeser ke pertengahan tahun.  &quot;Selain itu pengeluaran pemerintah juga lebih pelan,&quot; ujar dia di Dewan Perwakilan Rakyat di Jakarta, Rabu (5/7/2017).  Agus masih enggan mengungkapkan revisi perkiraan pertumbuhan ekonomi di kuartal II. Sebelum direvisi, Bank Sentral memperkirakan ekonomi paruh kedua tahun ini akan tumbuh 5,11% (year on year/yoy).  Meskipun demikian, katanya, koreksi pertumbuhan ekonomi di kuartal II 2017, tidak akan berdampak signifikan terhadap kegiatan ekonomi sepanjang tahun. Pasalnya, pertumbuhan ekonomi di kuartal III (Juni-September) dan kuartal IV (Oktober-Desember) akan lebih baik dari perkiraan sebelumnya karena beberapa kegiatan ekonomi yang bergeser di dua kuartal tersebut.  BI sebelumnya memperkirakan pertumbuhan ekonomi di kuartal III dan IV akan melebihi 5,2% (yoy).  Dengan begitu, meskipun ada perubahan, otoritas moneter masih mempertahankan proyeksi pertumbuhan ekonomi tahun ini di rentang 5%-5,4% (yoy).  &quot;Di kuartal II ada menurun, tapi terkompensasi dengan pertumbuhan ekonomi di kuartal III dan IV akan lebih baik. Sehingga pertumbuhan ekonomi tetap di kisaran 5%-5,4%,&quot; ungkap mantan menteri keuangan itu.  Pada kuartal I 2017, ekonomi Indonesia tumbuh 5,01% (yoy).  Setelah mempertahankan proyeksi pertumbuhan ekonomi di 5%-5,4% tahun ini, BI meramal pada 2018 ekonomi akan tumbuh antara 5,2%-5,6%.  Optimisme kegiatan ekonomi akan menggeliat di paruh kedua juga akan turut mendongkar penyaluran kredit. Meskipun hingga Mei 2017, pertumbuhan kredit melambat di 8,7% (yoy) dibanding April 2017 yang tumbuh 9,4%, Agus masih mempertahankan proyeksi pertumbuhan kredit perbankan di 10%-12% (yoy).  &quot;Nanti dengan pertumbuhan ekonomi lebih baik di semester II kita harapkan kredit akan lebih baik,&quot; ujar dia.</description><content:encoded>JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo memerkirakan pertumbuhan ekonomi kuartal II 2017 (April-Juni) akan lebih rendah dari perkiraan sebelumnya menyusul bergesernya realisasi pengeluaran pemerintah dan masyarakat ke kuartal III.
 Menurut Agus, peningkatan konsumsi masyarakat belum sesuai ekspetasi karena pencairan gaji ke-13 tahun ini dibayarkan di kuartal III dan juga beberapa kegiatan ekonomi yang bergeser ke pertengahan tahun.  &quot;Selain itu pengeluaran pemerintah juga lebih pelan,&quot; ujar dia di Dewan Perwakilan Rakyat di Jakarta, Rabu (5/7/2017).  Agus masih enggan mengungkapkan revisi perkiraan pertumbuhan ekonomi di kuartal II. Sebelum direvisi, Bank Sentral memperkirakan ekonomi paruh kedua tahun ini akan tumbuh 5,11% (year on year/yoy).  Meskipun demikian, katanya, koreksi pertumbuhan ekonomi di kuartal II 2017, tidak akan berdampak signifikan terhadap kegiatan ekonomi sepanjang tahun. Pasalnya, pertumbuhan ekonomi di kuartal III (Juni-September) dan kuartal IV (Oktober-Desember) akan lebih baik dari perkiraan sebelumnya karena beberapa kegiatan ekonomi yang bergeser di dua kuartal tersebut.  BI sebelumnya memperkirakan pertumbuhan ekonomi di kuartal III dan IV akan melebihi 5,2% (yoy).  Dengan begitu, meskipun ada perubahan, otoritas moneter masih mempertahankan proyeksi pertumbuhan ekonomi tahun ini di rentang 5%-5,4% (yoy).  &quot;Di kuartal II ada menurun, tapi terkompensasi dengan pertumbuhan ekonomi di kuartal III dan IV akan lebih baik. Sehingga pertumbuhan ekonomi tetap di kisaran 5%-5,4%,&quot; ungkap mantan menteri keuangan itu.  Pada kuartal I 2017, ekonomi Indonesia tumbuh 5,01% (yoy).  Setelah mempertahankan proyeksi pertumbuhan ekonomi di 5%-5,4% tahun ini, BI meramal pada 2018 ekonomi akan tumbuh antara 5,2%-5,6%.  Optimisme kegiatan ekonomi akan menggeliat di paruh kedua juga akan turut mendongkar penyaluran kredit. Meskipun hingga Mei 2017, pertumbuhan kredit melambat di 8,7% (yoy) dibanding April 2017 yang tumbuh 9,4%, Agus masih mempertahankan proyeksi pertumbuhan kredit perbankan di 10%-12% (yoy).  &quot;Nanti dengan pertumbuhan ekonomi lebih baik di semester II kita harapkan kredit akan lebih baik,&quot; ujar dia.</content:encoded></item></channel></rss>
