<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Penerimaan SDA Migas Naik 62,3% Bikin PNBP Meroket</title><description>Menteri Keuangan Sri Mulyani menghadiri rapat kerja dengan Badan Anggaran (Banggar) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2017/07/13/20/1735881/penerimaan-sda-migas-naik-62-3-bikin-pnbp-meroket</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2017/07/13/20/1735881/penerimaan-sda-migas-naik-62-3-bikin-pnbp-meroket"/><item><title>Penerimaan SDA Migas Naik 62,3% Bikin PNBP Meroket</title><link>https://economy.okezone.com/read/2017/07/13/20/1735881/penerimaan-sda-migas-naik-62-3-bikin-pnbp-meroket</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2017/07/13/20/1735881/penerimaan-sda-migas-naik-62-3-bikin-pnbp-meroket</guid><pubDate>Kamis 13 Juli 2017 21:33 WIB</pubDate><dc:creator>Lidya Julita Sembiring</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/07/13/20/1735881/penerimaan-sda-migas-naik-62-3-bikin-pnbp-meroket-XuY34ly1Gg.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: Reuters</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/07/13/20/1735881/penerimaan-sda-migas-naik-62-3-bikin-pnbp-meroket-XuY34ly1Gg.jpg</image><title>Ilustrasi: Reuters</title></images><description>JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani menghadiri rapat kerja dengan Badan Anggaran (Banggar) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI. Adapun pembahasan awal mengenai pelaksanaan semester I Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara tahun 2017.

Menkeu mengatakan, bea keluar pada semester I meningkat pesat dibandingkan periode yang sama di tahun lalu mencapai 31,6%. Pasalnya di tahun 2016 lalu masih tumbuh negatif 33%.

Selain itu, Menkeu juga mempaparkan kinerja baik dari realisasi peneriman negara bukan pajak (PNBP) yang juga tumbuh lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya di periode yang sama.

&quot;Terutama didukung oleh peningkatan SDA migas yang meningkat dari 26,9% menjadi 62,3% pada semester I tahun 2017,&quot; ungkap Menkeu di Ruang Sidang Banggar, Jakarta, Kamis (13/7/2017).

Dalam pembahasan rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan atau RAPBN-2017, pemerintah mengusulkan kenaikan PNBP sebesar Rp10,1 triliun menjadi Rp260,1 triliun.

Sebelumnya, Menkeu Sri Mulyani Indrawati mengatakan mengenai pelaksanaan semester I APBN 2017 yang menunjukkan kinerja yang lebih baik dari dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2016 lalu baik dari sisi pendapatan, belanja dan pembiayaan.

&quot;Hal ini menggambarkan bahwa APBN tetap dijaga sebagai instrumen yang efektif dan kredibel untuk mencapai masyarakat adil dan makmur,&quot; pungkas Sri Mulyani.
</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani menghadiri rapat kerja dengan Badan Anggaran (Banggar) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI. Adapun pembahasan awal mengenai pelaksanaan semester I Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara tahun 2017.

Menkeu mengatakan, bea keluar pada semester I meningkat pesat dibandingkan periode yang sama di tahun lalu mencapai 31,6%. Pasalnya di tahun 2016 lalu masih tumbuh negatif 33%.

Selain itu, Menkeu juga mempaparkan kinerja baik dari realisasi peneriman negara bukan pajak (PNBP) yang juga tumbuh lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya di periode yang sama.

&quot;Terutama didukung oleh peningkatan SDA migas yang meningkat dari 26,9% menjadi 62,3% pada semester I tahun 2017,&quot; ungkap Menkeu di Ruang Sidang Banggar, Jakarta, Kamis (13/7/2017).

Dalam pembahasan rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan atau RAPBN-2017, pemerintah mengusulkan kenaikan PNBP sebesar Rp10,1 triliun menjadi Rp260,1 triliun.

Sebelumnya, Menkeu Sri Mulyani Indrawati mengatakan mengenai pelaksanaan semester I APBN 2017 yang menunjukkan kinerja yang lebih baik dari dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2016 lalu baik dari sisi pendapatan, belanja dan pembiayaan.

&quot;Hal ini menggambarkan bahwa APBN tetap dijaga sebagai instrumen yang efektif dan kredibel untuk mencapai masyarakat adil dan makmur,&quot; pungkas Sri Mulyani.
</content:encoded></item></channel></rss>
