<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wah, Perusahaan Daerah Mulai Melangkah ke Pasar Modal </title><description>Direktur Pengembangan BEI&amp;nbsp;Nicky Hogan menyatakan, perusahaan di daerah mulai menampakkan minatnya untuk segera melantai di bursa.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2017/07/13/278/1735667/wah-perusahaan-daerah-mulai-melangkah-ke-pasar-modal</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2017/07/13/278/1735667/wah-perusahaan-daerah-mulai-melangkah-ke-pasar-modal"/><item><title>Wah, Perusahaan Daerah Mulai Melangkah ke Pasar Modal </title><link>https://economy.okezone.com/read/2017/07/13/278/1735667/wah-perusahaan-daerah-mulai-melangkah-ke-pasar-modal</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2017/07/13/278/1735667/wah-perusahaan-daerah-mulai-melangkah-ke-pasar-modal</guid><pubDate>Kamis 13 Juli 2017 17:41 WIB</pubDate><dc:creator>Trio Hamdani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/07/13/278/1735667/wah-perusahaan-daerah-mulai-melangkah-ke-pasar-modal-RfBKiZWfmT.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: (Foto: Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/07/13/278/1735667/wah-perusahaan-daerah-mulai-melangkah-ke-pasar-modal-RfBKiZWfmT.jpg</image><title>Ilustrasi: (Foto: Antara)</title></images><description>JAKARTA - PT Bursa Efek Indonesia mengungkapkan bahwa perusahaan-perusahaan di daerah memiliki potensi untuk meramaikan perdagangan saham di bursa dengan cara melakukan initial public offering (IPO/Pencatatan Perdana Saham).
Direktur Pengembangan BEI&amp;nbsp;Nicky Hogan menyatakan, perusahaan di daerah menampakkan minatnya untuk segera melantai di bursa. Dengan demikian nantinya akan semakin banyak jumlah emiten atau perusahaan tercatat.
&quot;Beberapa di antaranya memiliki rencana 1-2 tahun ke depan, bahkan beberapa ada yang memiliki rencana mulai bicara dengan underwriter (penjamin emisi bagi perusahaan yang akan menerbitkan sahamnya di pasar modal/perusahaan sekuritas),&quot; katanya di Gedung BEI, Jakarta, Kamis (13/7/2017).
Dia mengatakan, guna memuluskan langkah BEI dalam meningkatkan jumlah emiten, kegiatan mengunjungi tiap-tiap perusahaan yang berpotensi menjadi emiten juga dilakukan.
&quot;Secara berkala, bukan hanya di Jakarta, perusahaan yang kelihatan potensial selalu dikunjungi oleh bursa. Baik swasta termasuk diantaranya adalah anak BUMN (Badan Usaha Milik Negara),&quot; lanjutnya.
Seminar juga tetap dilakukan oleh BEI bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan menggandeng asosiasi dan kantor akuntan publik selaku pemangku kepentingan di pasar modal.
&quot;Juga dilakukan asosiasi dengan Kadin (Kamar Dagang dan Industri Indonesia) dan HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia) setempat. termasuk di Indonesia Timur. Terakhir kami lakukan di Makassar. Semua kita sasar potensi perusahaan emiten,&quot; tukasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Bursa Efek Indonesia mengungkapkan bahwa perusahaan-perusahaan di daerah memiliki potensi untuk meramaikan perdagangan saham di bursa dengan cara melakukan initial public offering (IPO/Pencatatan Perdana Saham).
Direktur Pengembangan BEI&amp;nbsp;Nicky Hogan menyatakan, perusahaan di daerah menampakkan minatnya untuk segera melantai di bursa. Dengan demikian nantinya akan semakin banyak jumlah emiten atau perusahaan tercatat.
&quot;Beberapa di antaranya memiliki rencana 1-2 tahun ke depan, bahkan beberapa ada yang memiliki rencana mulai bicara dengan underwriter (penjamin emisi bagi perusahaan yang akan menerbitkan sahamnya di pasar modal/perusahaan sekuritas),&quot; katanya di Gedung BEI, Jakarta, Kamis (13/7/2017).
Dia mengatakan, guna memuluskan langkah BEI dalam meningkatkan jumlah emiten, kegiatan mengunjungi tiap-tiap perusahaan yang berpotensi menjadi emiten juga dilakukan.
&quot;Secara berkala, bukan hanya di Jakarta, perusahaan yang kelihatan potensial selalu dikunjungi oleh bursa. Baik swasta termasuk diantaranya adalah anak BUMN (Badan Usaha Milik Negara),&quot; lanjutnya.
Seminar juga tetap dilakukan oleh BEI bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan menggandeng asosiasi dan kantor akuntan publik selaku pemangku kepentingan di pasar modal.
&quot;Juga dilakukan asosiasi dengan Kadin (Kamar Dagang dan Industri Indonesia) dan HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia) setempat. termasuk di Indonesia Timur. Terakhir kami lakukan di Makassar. Semua kita sasar potensi perusahaan emiten,&quot; tukasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
