<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>SISI LAIN: Cerita Kazuhiro Kashio, CEO Jam Casio yang Pertahankan Folosofi Bisnis Keluarga</title><description>Casio menjadi perusahaan keluarga yang eksis dan mengglobal dengan  tataran eksekutif masih dipegang oleh orang yang memiliki ikatan darah  dan persaudaraan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2017/07/14/320/1736169/sisi-lain-cerita-kazuhiro-kashio-ceo-jam-casio-yang-pertahankan-folosofi-bisnis-keluarga</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2017/07/14/320/1736169/sisi-lain-cerita-kazuhiro-kashio-ceo-jam-casio-yang-pertahankan-folosofi-bisnis-keluarga"/><item><title>SISI LAIN: Cerita Kazuhiro Kashio, CEO Jam Casio yang Pertahankan Folosofi Bisnis Keluarga</title><link>https://economy.okezone.com/read/2017/07/14/320/1736169/sisi-lain-cerita-kazuhiro-kashio-ceo-jam-casio-yang-pertahankan-folosofi-bisnis-keluarga</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2017/07/14/320/1736169/sisi-lain-cerita-kazuhiro-kashio-ceo-jam-casio-yang-pertahankan-folosofi-bisnis-keluarga</guid><pubDate>Jum'at 14 Juli 2017 11:50 WIB</pubDate><dc:creator>Koran SINDO</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/07/14/320/1736169/cerita-kazuhiro-kashio-ceo-jam-casio-yang-pertahankan-folosofi-bisnis-keluarga-dey4b26Rvn.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Financial Times</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/07/14/320/1736169/cerita-kazuhiro-kashio-ceo-jam-casio-yang-pertahankan-folosofi-bisnis-keluarga-dey4b26Rvn.jpg</image><title>Foto: Financial Times</title></images><description>JAKARTA - Casio menjadi perusahaan keluarga yang eksis dan mengglobal dengan tataran eksekutif masih dipegang oleh orang yang memiliki ikatan darah dan persaudaraan.  Namun, perusahaan itu terus berinovasi dan berkembang dengan pesat dengan berbagai produk yang selalu mengikuti perkembangan zaman.
Kazuhiro Kashio merupakan Presiden Casio keempat yang berasal dari keluarga Kashio. Casio Computer didirikan pada 1957 oleh empat bersaudara. Presiden Casio yang pertama adalah kakek Kazuhiro, presiden kedua merupakan saudara lelaki kakek yang menjabat selama 26 tahun, dan presiden generasi ketiga, yakni ayahnya Kazuhiro berkuasa selama 27 tahun.
Kazuhiro merupakan generasi ke empat dalam kepemimpinan bisnis keluarga Casio. &amp;rdquo;Waktu terus berubah. Sebagai presiden perusahaan, saya berpikir untuk mengubah pendekatan manajemen dari atas ke bawah menjadi bawah ke atas,&amp;rdquo; ujar Kazuhiro, dilansir The World Folio.
Dia menambahkan, pihaknya ingin menciptakan Casio yang baru dengan membangun kolaborasi bersama para staf yang lebih muda guna membawa perusahaan jauh lebih baik pada masa mendatang.
Kendati demikian, Kazuhiro tetap mempertahankan filosofi bisnis keluarganya yakni &amp;rdquo;menumbuhkan kreativitas dan kontribusi dari nol menjadi satu atau membuat sesuatu dari nol&amp;rdquo;.
Dia juga mengaku tidak akan menyerah dalam memperjuangkan filo sofi tersebut yang telah bertahan selama 59 tahun untuk terus berlanjut ke generasi berikutnya.  Kazuhiro menegaskan, filosofi Casio dalam hal kreativitas dan kontribusi serta kemampuan untuk mencipta kan satu dari nol merupakan sumpah untuk menumbuhkan inovasi.
Itu juga sebagai komitmen untuk menciptakan produk yang orisinal dan bermanfaat. &amp;rdquo;Saya selalu berharap brand ini bisa terus eksis dan memiliki performa yang lebih baik dengan terus berinovasi, termasuk menghadirkan smart watch,&amp;rdquo; ujar Kazuhiro.
&amp;rdquo;Salah satu produk jam kita juga menggunakan teknologi digital ponsel pintar. Kami menawarkan smart watch yang unik dan berharga,&amp;rdquo; paparnya.
Selama bertahun-tahun Casio bukan hanya memproduksi jam, tapi banyak produk seperti kalkulator, ponsel pintar, printer, alat musik, dan masih banyak lagi. Hal menarik dalam produk Casio adalah menyisir anak sekolah yang dikenal sebagai pasar yang stabil karena selalu ada siswa baru setiap tahun sehingga selalu ada produk Casio yang bisa dijual.
&amp;rdquo;Enam ribu jenis kamus elektronik dan 25 juta kalkulator dibeli siswa se kolah menengah setiap tahun. Mereka membeli alat tersebut untuk ujian dan latihan,&amp;rdquo; kata Kazuhiro.
Dia menambahkan, kalau Casio me miliki posisi yang tepat pada pasar anak sekolah dan terus memperluas pasar internasional. Casio yang didirikan pada 1946 setelah era Perang Dunia II men jadi simbol Jepang yang baru untuk memimpin dalam teknologi.
Sejak awal Casio memosisikan diri sebagai perusahaan internasional sejati dengan 70% penjualannya berasal dari luar negeri. Itu menjadi kebanggaan bagi Casio yang sudah memiliki nama dan brand yang melekat pada banyak orang di banyak negara. &amp;rdquo;Kami men ciptakan banyak produk yang di butuh kan masyarakat. Produk kami juga menjadi bu daya dunia,&amp;rdquo; ujar Kazuhiro.</description><content:encoded>JAKARTA - Casio menjadi perusahaan keluarga yang eksis dan mengglobal dengan tataran eksekutif masih dipegang oleh orang yang memiliki ikatan darah dan persaudaraan.  Namun, perusahaan itu terus berinovasi dan berkembang dengan pesat dengan berbagai produk yang selalu mengikuti perkembangan zaman.
Kazuhiro Kashio merupakan Presiden Casio keempat yang berasal dari keluarga Kashio. Casio Computer didirikan pada 1957 oleh empat bersaudara. Presiden Casio yang pertama adalah kakek Kazuhiro, presiden kedua merupakan saudara lelaki kakek yang menjabat selama 26 tahun, dan presiden generasi ketiga, yakni ayahnya Kazuhiro berkuasa selama 27 tahun.
Kazuhiro merupakan generasi ke empat dalam kepemimpinan bisnis keluarga Casio. &amp;rdquo;Waktu terus berubah. Sebagai presiden perusahaan, saya berpikir untuk mengubah pendekatan manajemen dari atas ke bawah menjadi bawah ke atas,&amp;rdquo; ujar Kazuhiro, dilansir The World Folio.
Dia menambahkan, pihaknya ingin menciptakan Casio yang baru dengan membangun kolaborasi bersama para staf yang lebih muda guna membawa perusahaan jauh lebih baik pada masa mendatang.
Kendati demikian, Kazuhiro tetap mempertahankan filosofi bisnis keluarganya yakni &amp;rdquo;menumbuhkan kreativitas dan kontribusi dari nol menjadi satu atau membuat sesuatu dari nol&amp;rdquo;.
Dia juga mengaku tidak akan menyerah dalam memperjuangkan filo sofi tersebut yang telah bertahan selama 59 tahun untuk terus berlanjut ke generasi berikutnya.  Kazuhiro menegaskan, filosofi Casio dalam hal kreativitas dan kontribusi serta kemampuan untuk mencipta kan satu dari nol merupakan sumpah untuk menumbuhkan inovasi.
Itu juga sebagai komitmen untuk menciptakan produk yang orisinal dan bermanfaat. &amp;rdquo;Saya selalu berharap brand ini bisa terus eksis dan memiliki performa yang lebih baik dengan terus berinovasi, termasuk menghadirkan smart watch,&amp;rdquo; ujar Kazuhiro.
&amp;rdquo;Salah satu produk jam kita juga menggunakan teknologi digital ponsel pintar. Kami menawarkan smart watch yang unik dan berharga,&amp;rdquo; paparnya.
Selama bertahun-tahun Casio bukan hanya memproduksi jam, tapi banyak produk seperti kalkulator, ponsel pintar, printer, alat musik, dan masih banyak lagi. Hal menarik dalam produk Casio adalah menyisir anak sekolah yang dikenal sebagai pasar yang stabil karena selalu ada siswa baru setiap tahun sehingga selalu ada produk Casio yang bisa dijual.
&amp;rdquo;Enam ribu jenis kamus elektronik dan 25 juta kalkulator dibeli siswa se kolah menengah setiap tahun. Mereka membeli alat tersebut untuk ujian dan latihan,&amp;rdquo; kata Kazuhiro.
Dia menambahkan, kalau Casio me miliki posisi yang tepat pada pasar anak sekolah dan terus memperluas pasar internasional. Casio yang didirikan pada 1946 setelah era Perang Dunia II men jadi simbol Jepang yang baru untuk memimpin dalam teknologi.
Sejak awal Casio memosisikan diri sebagai perusahaan internasional sejati dengan 70% penjualannya berasal dari luar negeri. Itu menjadi kebanggaan bagi Casio yang sudah memiliki nama dan brand yang melekat pada banyak orang di banyak negara. &amp;rdquo;Kami men ciptakan banyak produk yang di butuh kan masyarakat. Produk kami juga menjadi bu daya dunia,&amp;rdquo; ujar Kazuhiro.</content:encoded></item></channel></rss>
