<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   Kereta Cepat Jakarta-Surabaya Diadu dengan Pesawat, Lebih 'Kencang' Mana?   </title><description>Investasi besar dan mahal yang memberikan manfaatnya kecil sangat dihindari.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2017/07/17/320/1738161/kereta-cepat-jakarta-surabaya-diadu-dengan-pesawat-lebih-kencang-mana</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2017/07/17/320/1738161/kereta-cepat-jakarta-surabaya-diadu-dengan-pesawat-lebih-kencang-mana"/><item><title>   Kereta Cepat Jakarta-Surabaya Diadu dengan Pesawat, Lebih 'Kencang' Mana?   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2017/07/17/320/1738161/kereta-cepat-jakarta-surabaya-diadu-dengan-pesawat-lebih-kencang-mana</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2017/07/17/320/1738161/kereta-cepat-jakarta-surabaya-diadu-dengan-pesawat-lebih-kencang-mana</guid><pubDate>Senin 17 Juli 2017 15:37 WIB</pubDate><dc:creator>Ulfa Arieza</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/07/17/320/1738161/kereta-cepat-jakarta-surabaya-diadu-dengan-pesawat-lebih-kencang-mana-myI5QGWu1G.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi kereta cepat. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/07/17/320/1738161/kereta-cepat-jakarta-surabaya-diadu-dengan-pesawat-lebih-kencang-mana-myI5QGWu1G.jpg</image><title>Ilustrasi kereta cepat. (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Proyek revitalisasi jalur kereta api Jakarta-Surabaya terus dikembangkan. Tidak hanya mempertimbangkan sisi ekonomisnya, proyek ini&amp;nbsp; juga ditelaah dari segi manfaat yang dihasilkan, dibandingkan dengan moda transportasi lainnya.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengkomparasi revitalisasi jalur kereta api Jakarta-Surabaya dengan moda pesawat terbang.&amp;nbsp; Dia menjelaskan, penumpang yang menggunakan pesawat untuk mobilisasi Jakarta ke Surabaya membutuhkan waktu setidaknya 3,5 jam. Termasuk 1,5 jam perjalanan serta 2 jam untuk waktu tunggu.

&quot;Kalau kereta api ini bisa dengan 5 jam ini kompetitif. Tetapi kalau sampai 7 jam, menjadi tidak ada suatu lompatan,&quot; kata dia di Kantor Kementerian Bidang Kemaritiman, Senin (17/7/2017).

Dia menambahkan, pemerintah sangat memerhatikan segi kebermanfaatan bagi masyarakat. Oleh karena itu, investasi besar dan mahal yang memberikan manfaatnya kecil sangat dihindari. &quot;Kita mencari suatu ekuilibrium tertentu untuk membangun kereta api Surabaya yang efisien dan bermanfaat bagi masyarakat&quot; ujar dia.

Saat ini, kajian proyek revitalisasi jalur kereta api Jakarta-Surabaya masih berada di tangan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Menurut dia, pihaknya mempunyai keinginan untuk membuat kereta api semicepat dengan kualifikasi 160 km per jam.&amp;nbsp;

&quot;Itu bisa dicapai dengan dua hal minimal. satu harus dicapai dengan elektrifikasi, yang kedua harus dihilangkan kurang lebih 100 lintasan sebidang,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Proyek revitalisasi jalur kereta api Jakarta-Surabaya terus dikembangkan. Tidak hanya mempertimbangkan sisi ekonomisnya, proyek ini&amp;nbsp; juga ditelaah dari segi manfaat yang dihasilkan, dibandingkan dengan moda transportasi lainnya.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengkomparasi revitalisasi jalur kereta api Jakarta-Surabaya dengan moda pesawat terbang.&amp;nbsp; Dia menjelaskan, penumpang yang menggunakan pesawat untuk mobilisasi Jakarta ke Surabaya membutuhkan waktu setidaknya 3,5 jam. Termasuk 1,5 jam perjalanan serta 2 jam untuk waktu tunggu.

&quot;Kalau kereta api ini bisa dengan 5 jam ini kompetitif. Tetapi kalau sampai 7 jam, menjadi tidak ada suatu lompatan,&quot; kata dia di Kantor Kementerian Bidang Kemaritiman, Senin (17/7/2017).

Dia menambahkan, pemerintah sangat memerhatikan segi kebermanfaatan bagi masyarakat. Oleh karena itu, investasi besar dan mahal yang memberikan manfaatnya kecil sangat dihindari. &quot;Kita mencari suatu ekuilibrium tertentu untuk membangun kereta api Surabaya yang efisien dan bermanfaat bagi masyarakat&quot; ujar dia.

Saat ini, kajian proyek revitalisasi jalur kereta api Jakarta-Surabaya masih berada di tangan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Menurut dia, pihaknya mempunyai keinginan untuk membuat kereta api semicepat dengan kualifikasi 160 km per jam.&amp;nbsp;

&quot;Itu bisa dicapai dengan dua hal minimal. satu harus dicapai dengan elektrifikasi, yang kedua harus dihilangkan kurang lebih 100 lintasan sebidang,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
