<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Penting! MRT dan LRT Harus Berkoordinasi</title><description>Mass Rapid Transit (MRT) dan light rail transit (LRT) harus saling berkoordinasi satu sama lain.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2017/07/18/320/1739187/penting-mrt-dan-lrt-harus-berkoordinasi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2017/07/18/320/1739187/penting-mrt-dan-lrt-harus-berkoordinasi"/><item><title>Penting! MRT dan LRT Harus Berkoordinasi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2017/07/18/320/1739187/penting-mrt-dan-lrt-harus-berkoordinasi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2017/07/18/320/1739187/penting-mrt-dan-lrt-harus-berkoordinasi</guid><pubDate>Selasa 18 Juli 2017 17:17 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/07/18/320/1739187/penting-mrt-dan-lrt-harus-berkoordinasi-1mD2EpcfQP.jpg" expression="full" type="image/jpeg">(Foto: Ant)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/07/18/320/1739187/penting-mrt-dan-lrt-harus-berkoordinasi-1mD2EpcfQP.jpg</image><title>(Foto: Ant)</title></images><description>JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat meminta agar sarana transportasi masal Mass Rapid Transit (MRT) dan light rail transit (LRT) saling berkoordinasi satu sama lain.

&quot;MRT dan LRT harus terintegrasi dengan baik dengan baik. Kedua operatornya harus bisa berkoordinasi satu sama lain,&quot; kata Djarot di Balai Kota, Jakarta Pusat, Selasa (18/7/2018).

Oleh karena itu, dia pun meminta agar PT MRT Jakarta sebagai operator MRT dan PT Jakarta Propertindo (Jakpro) sebagai operator LRT terus meningkatkan koordinasi.

&quot;Dengan koordinasi yang baik, maka integrasi antara seluruh transportasi masal yang ada di Jakarta, termasuk kereta Commuter Line dan Busway Transjakarta juga akan semakin mudah,&quot; ujar Djarot.

Lebih lanjut, dia menuturkan pada Agustus 2018 mendatang, rencananya kedua sarana transportasi massal berbasis rel tersebut sudah dapat diuji coba.

&quot;Rencananya, Agustus tahun depan, MRT dan LRT sudah bisa diuji coba. Tapi hanya sebatas uji coba keretanya saja, dan belum bisa langsung dibuka untuk umum,&quot; tutur Djarot.

Sementara itu, dia mengungkapkan sebelum dilakukan uji coba dan dioperasikan, besaran dan suplai pasokan listrik untuk kedua sarana transportasi masal itu harus dipastikan terlebih dahulu.

&quot;Koordinasi juga dengan PT PLN untuk memastikan pasokan listriknya. Yang pasti, tahun depan itu ada Asian Games, jadi seluruh infrastruktur pendukung harus siap,&quot; pungkas Djarot.

</description><content:encoded>JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat meminta agar sarana transportasi masal Mass Rapid Transit (MRT) dan light rail transit (LRT) saling berkoordinasi satu sama lain.

&quot;MRT dan LRT harus terintegrasi dengan baik dengan baik. Kedua operatornya harus bisa berkoordinasi satu sama lain,&quot; kata Djarot di Balai Kota, Jakarta Pusat, Selasa (18/7/2018).

Oleh karena itu, dia pun meminta agar PT MRT Jakarta sebagai operator MRT dan PT Jakarta Propertindo (Jakpro) sebagai operator LRT terus meningkatkan koordinasi.

&quot;Dengan koordinasi yang baik, maka integrasi antara seluruh transportasi masal yang ada di Jakarta, termasuk kereta Commuter Line dan Busway Transjakarta juga akan semakin mudah,&quot; ujar Djarot.

Lebih lanjut, dia menuturkan pada Agustus 2018 mendatang, rencananya kedua sarana transportasi massal berbasis rel tersebut sudah dapat diuji coba.

&quot;Rencananya, Agustus tahun depan, MRT dan LRT sudah bisa diuji coba. Tapi hanya sebatas uji coba keretanya saja, dan belum bisa langsung dibuka untuk umum,&quot; tutur Djarot.

Sementara itu, dia mengungkapkan sebelum dilakukan uji coba dan dioperasikan, besaran dan suplai pasokan listrik untuk kedua sarana transportasi masal itu harus dipastikan terlebih dahulu.

&quot;Koordinasi juga dengan PT PLN untuk memastikan pasokan listriknya. Yang pasti, tahun depan itu ada Asian Games, jadi seluruh infrastruktur pendukung harus siap,&quot; pungkas Djarot.

</content:encoded></item></channel></rss>
