<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Neraca Dagang Semester I Surplus, Sri Mulyani: Sudah Lebih Baik</title><description>Sri Mulyani Indrawati mengatakan, ekspor  dan impor di semester I tahun ini sudah lebih baik dibandingkan tahun  2016 lalu.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2017/07/18/320/1739217/neraca-dagang-semester-i-surplus-sri-mulyani-sudah-lebih-baik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2017/07/18/320/1739217/neraca-dagang-semester-i-surplus-sri-mulyani-sudah-lebih-baik"/><item><title>Neraca Dagang Semester I Surplus, Sri Mulyani: Sudah Lebih Baik</title><link>https://economy.okezone.com/read/2017/07/18/320/1739217/neraca-dagang-semester-i-surplus-sri-mulyani-sudah-lebih-baik</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2017/07/18/320/1739217/neraca-dagang-semester-i-surplus-sri-mulyani-sudah-lebih-baik</guid><pubDate>Selasa 18 Juli 2017 17:35 WIB</pubDate><dc:creator>Lidya Julita Sembiring</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/07/18/320/1739217/neraca-dagang-semester-i-surplus-sri-mulyani-sudah-lebih-baik-Dpusc58JBu.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/07/18/320/1739217/neraca-dagang-semester-i-surplus-sri-mulyani-sudah-lebih-baik-Dpusc58JBu.jpg</image><title>Ilustrasi: (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) merilis neraca perdagangan Indonesia kembali mengalami surplus selama semester I-2017 (Januari-Juni). Berdasarkan data BPS, nilai ekspor dan impor pada pertengahan tahun 2017 mengalami surplus sebesar USD7,63 miliar.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan, ekspor dan impor di semester I tahun ini sudah lebih baik dibandingkan tahun 2016 lalu.

&quot;Untuk ekspor impor semester I, dibandingkan tahun lalu ekspornya naik 14%, impor naik 9%,&quot; ungkap Sri Mulyani di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (18/7/2017).

Sehingga ia menilai, jangan hanya melihat penurunan ekspor secara drastis secara month to month tapi harus dengan periode yang sama yakni per semester yang sama dan tahun berbeda.

&quot;Jadi kita enggak bereaksi terhadap satu tahun. Kalau lihat dari komposisi, kita lihat momentum pertumbuhan ekonominya masih positif di semester ini dan kita akan jaga di semester II,&quot; jelasnya.

Menkeu menjelaskan, dilihat dari bulan sebelumnya penurunan ekspor dan impor memang menurun dikarenakan masa libur Lebaran yang cukup panjang. Sehingga kegiatan industri impor dan ekspor ikut terhenti sementara waktu.

&quot;Ini penyebabnya karena masalah Lebaran yang cukup panjang. Sehingga kalau kita lihat di Juli ini, yang nanti akan terlihat di Agustus atau semester II ini, momentum pertumbuhannya cukup positif,&quot; tukasnya.
</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) merilis neraca perdagangan Indonesia kembali mengalami surplus selama semester I-2017 (Januari-Juni). Berdasarkan data BPS, nilai ekspor dan impor pada pertengahan tahun 2017 mengalami surplus sebesar USD7,63 miliar.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan, ekspor dan impor di semester I tahun ini sudah lebih baik dibandingkan tahun 2016 lalu.

&quot;Untuk ekspor impor semester I, dibandingkan tahun lalu ekspornya naik 14%, impor naik 9%,&quot; ungkap Sri Mulyani di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (18/7/2017).

Sehingga ia menilai, jangan hanya melihat penurunan ekspor secara drastis secara month to month tapi harus dengan periode yang sama yakni per semester yang sama dan tahun berbeda.

&quot;Jadi kita enggak bereaksi terhadap satu tahun. Kalau lihat dari komposisi, kita lihat momentum pertumbuhan ekonominya masih positif di semester ini dan kita akan jaga di semester II,&quot; jelasnya.

Menkeu menjelaskan, dilihat dari bulan sebelumnya penurunan ekspor dan impor memang menurun dikarenakan masa libur Lebaran yang cukup panjang. Sehingga kegiatan industri impor dan ekspor ikut terhenti sementara waktu.

&quot;Ini penyebabnya karena masalah Lebaran yang cukup panjang. Sehingga kalau kita lihat di Juli ini, yang nanti akan terlihat di Agustus atau semester II ini, momentum pertumbuhannya cukup positif,&quot; tukasnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
