<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   Kredit Macet Turun, Laba Bank Mandiri Meroket 33% ke Rp9,5 Triliun   </title><description>PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mencatatkan laba bersih sebesar Rp9,5 triliun pada kuartal II-2017.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2017/07/19/278/1739983/kredit-macet-turun-laba-bank-mandiri-meroket-33-ke-rp9-5-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2017/07/19/278/1739983/kredit-macet-turun-laba-bank-mandiri-meroket-33-ke-rp9-5-triliun"/><item><title>   Kredit Macet Turun, Laba Bank Mandiri Meroket 33% ke Rp9,5 Triliun   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2017/07/19/278/1739983/kredit-macet-turun-laba-bank-mandiri-meroket-33-ke-rp9-5-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2017/07/19/278/1739983/kredit-macet-turun-laba-bank-mandiri-meroket-33-ke-rp9-5-triliun</guid><pubDate>Rabu 19 Juli 2017 16:44 WIB</pubDate><dc:creator>Ulfa Arieza</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/07/19/278/1739983/kredit-macet-turun-laba-bank-mandiri-meroket-33-ke-rp9-5-triliun-J0tuvrkJ0L.jpg" expression="full" type="image/jpeg">RUPS Bank Mandiri. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/07/19/278/1739983/kredit-macet-turun-laba-bank-mandiri-meroket-33-ke-rp9-5-triliun-J0tuvrkJ0L.jpg</image><title>RUPS Bank Mandiri. (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mencatatkan laba bersih sebesar Rp9,5 triliun pada kuartal kedua tahun 2017. Angka tersebut naik sebesar Rp2,4 triliun atau 33,7% dari periode yang sama di tahun sebelumnya sebesar Rp7,1 triliun.
Direktur Utama Bank Mandiri, Kartika Wirjoatmodjo menjelaskan, kenaikan laba di Semester I-2017 ini ditopang oleh perbaikan yang dialami oleh dunia usaha. Sehingga, permintaan akan kredit yang sempat turun tajam tidak terulang.
&quot;Ini merupakan sinyal perbaikan untuk ekspansi menangani permasalahan NPL, maupun cadangan NPL sebelumnya mulai terkendali,&quot; kata dia di Plaza Mandiri, Jakarta, Rabu (19/7/2017).
Selain itu, Bank Mandiri mencatat kenaikan aset sebesar Rp96 triliun atau 9,9% menjadi Rp 1.067,4 triliun dari posisi sebelumnya di Juni 2016 sebesar Rp 971,4 triliun. Sementara untuk kredit sepanjang kuartal II-2017 naik sebesar Rp71,2 atau 11,6% ke Rp682 triliun dari Periode yang sama tahun sebelumnya Rp610,9 Triliun.
Di sisi lain, Dana Pihak Ketiga (DPK) juga tumbuh Rp69,5 triliun atau 10,1% menjadi Rp760,9 triliun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp691,4 triliun. Sementara rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) secara gross turun 0,04% dari 3,86% menjadi 3,82%.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mencatatkan laba bersih sebesar Rp9,5 triliun pada kuartal kedua tahun 2017. Angka tersebut naik sebesar Rp2,4 triliun atau 33,7% dari periode yang sama di tahun sebelumnya sebesar Rp7,1 triliun.
Direktur Utama Bank Mandiri, Kartika Wirjoatmodjo menjelaskan, kenaikan laba di Semester I-2017 ini ditopang oleh perbaikan yang dialami oleh dunia usaha. Sehingga, permintaan akan kredit yang sempat turun tajam tidak terulang.
&quot;Ini merupakan sinyal perbaikan untuk ekspansi menangani permasalahan NPL, maupun cadangan NPL sebelumnya mulai terkendali,&quot; kata dia di Plaza Mandiri, Jakarta, Rabu (19/7/2017).
Selain itu, Bank Mandiri mencatat kenaikan aset sebesar Rp96 triliun atau 9,9% menjadi Rp 1.067,4 triliun dari posisi sebelumnya di Juni 2016 sebesar Rp 971,4 triliun. Sementara untuk kredit sepanjang kuartal II-2017 naik sebesar Rp71,2 atau 11,6% ke Rp682 triliun dari Periode yang sama tahun sebelumnya Rp610,9 Triliun.
Di sisi lain, Dana Pihak Ketiga (DPK) juga tumbuh Rp69,5 triliun atau 10,1% menjadi Rp760,9 triliun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp691,4 triliun. Sementara rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) secara gross turun 0,04% dari 3,86% menjadi 3,82%.</content:encoded></item></channel></rss>
