<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>3 Tahun Alami Penurunan, Industri Tekstil Akhirnya Bergeliat   </title><description>Permintaan industri tekstil Indonesia dalam kurun waktu tiga tahun terakhir mengalami penurunan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2017/07/19/320/1740207/3-tahun-alami-penurunan-industri-tekstil-akhirnya-bergeliat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2017/07/19/320/1740207/3-tahun-alami-penurunan-industri-tekstil-akhirnya-bergeliat"/><item><title>3 Tahun Alami Penurunan, Industri Tekstil Akhirnya Bergeliat   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2017/07/19/320/1740207/3-tahun-alami-penurunan-industri-tekstil-akhirnya-bergeliat</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2017/07/19/320/1740207/3-tahun-alami-penurunan-industri-tekstil-akhirnya-bergeliat</guid><pubDate>Rabu 19 Juli 2017 21:17 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/07/19/320/1740207/3-tahun-alami-penurunan-industri-tekstil-akhirnya-bergeliat-EFEZ4CK5Bc.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Tekstil. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/07/19/320/1740207/3-tahun-alami-penurunan-industri-tekstil-akhirnya-bergeliat-EFEZ4CK5Bc.jpg</image><title>Ilustrasi Tekstil. (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Permintaan industri tekstil Indonesia dalam kurun waktu tiga tahun terakhir mengalami penurunan. Tercatat permintaan industri tekstil turun dari USD13 miliar turun menjadi USD11,8 miliar.

Ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API)&amp;nbsp;Ade Sudrajat mengatakan meskipun dalam kurun tiga tahun terakhir mengalami penurunan, namun pada semester I-2017 mengalami kenaikan permintaan untuk industri tekstil. Adapun peningkatan yang adalah sebesar 0,6%.

Menurut Ade, peningkatan permintaan tekstil pada semester pertama 2017 ini buka karena permintaan Amerika Serikat dan Eropa yang naik. Melainkan permintaan tekstil Indonesia-lah yang terus mengalami kenaikan.

&quot;Memang dalam kurun waktu tiga tahun kota turun dari USD 13 miliar menjadi USD 11,8 miliar. Tapi dari Januari sampe Juni ada kenaikan 0,6%. Tapi ini bukan karena&amp;nbsp;atas permintaan AS dan Eropa yang naik. Malah permintaan mereka turun, makanya Indonesia bisa naik,&quot; ujarnya saat ditemui di Hotel Ibis, Jakarta, Rabu (19/7/2017).

Menurut Ade, dengan adanya kenaikan permintaan pada semester ini, membuat para pelaku industri tekstil Indonesia kembali bergairah. Sehingga itu sangat bagus untuk meningkatkan daya saing baik secara lokal maupun internasional. &quot;Adanya daya saing ini makin bagus,&quot; jelasnya

Sebelumnya, Ekspor industri tekstil dan produk tekstil (TPT) Indonesia pada Januari-Februari 2017 mencapai USD2 miliar. Atau naik sebesar 3% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Permintaan industri tekstil Indonesia dalam kurun waktu tiga tahun terakhir mengalami penurunan. Tercatat permintaan industri tekstil turun dari USD13 miliar turun menjadi USD11,8 miliar.

Ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API)&amp;nbsp;Ade Sudrajat mengatakan meskipun dalam kurun tiga tahun terakhir mengalami penurunan, namun pada semester I-2017 mengalami kenaikan permintaan untuk industri tekstil. Adapun peningkatan yang adalah sebesar 0,6%.

Menurut Ade, peningkatan permintaan tekstil pada semester pertama 2017 ini buka karena permintaan Amerika Serikat dan Eropa yang naik. Melainkan permintaan tekstil Indonesia-lah yang terus mengalami kenaikan.

&quot;Memang dalam kurun waktu tiga tahun kota turun dari USD 13 miliar menjadi USD 11,8 miliar. Tapi dari Januari sampe Juni ada kenaikan 0,6%. Tapi ini bukan karena&amp;nbsp;atas permintaan AS dan Eropa yang naik. Malah permintaan mereka turun, makanya Indonesia bisa naik,&quot; ujarnya saat ditemui di Hotel Ibis, Jakarta, Rabu (19/7/2017).

Menurut Ade, dengan adanya kenaikan permintaan pada semester ini, membuat para pelaku industri tekstil Indonesia kembali bergairah. Sehingga itu sangat bagus untuk meningkatkan daya saing baik secara lokal maupun internasional. &quot;Adanya daya saing ini makin bagus,&quot; jelasnya

Sebelumnya, Ekspor industri tekstil dan produk tekstil (TPT) Indonesia pada Januari-Februari 2017 mencapai USD2 miliar. Atau naik sebesar 3% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.</content:encoded></item></channel></rss>
