<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tak Mau Pakai Obligasi, Mandiri Akan Terbitkan Sertifikat Deposito Rp2,5 Triliun   </title><description>Realisasi belanja modal atau capital expenditure (capex) Bank Mandiri hingga saat ini mencapai 50%.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2017/07/19/320/1740240/tak-mau-pakai-obligasi-mandiri-akan-terbitkan-sertifikat-deposito-rp2-5-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2017/07/19/320/1740240/tak-mau-pakai-obligasi-mandiri-akan-terbitkan-sertifikat-deposito-rp2-5-triliun"/><item><title>Tak Mau Pakai Obligasi, Mandiri Akan Terbitkan Sertifikat Deposito Rp2,5 Triliun   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2017/07/19/320/1740240/tak-mau-pakai-obligasi-mandiri-akan-terbitkan-sertifikat-deposito-rp2-5-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2017/07/19/320/1740240/tak-mau-pakai-obligasi-mandiri-akan-terbitkan-sertifikat-deposito-rp2-5-triliun</guid><pubDate>Rabu 19 Juli 2017 22:14 WIB</pubDate><dc:creator>Ulfa Arieza</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/07/19/320/1740240/tak-mau-pakai-obligasi-mandiri-akan-terbitkan-sertifikat-deposito-rp2-5-triliun-qBYezJLD7b.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Bank Mandiri. (Foto: Okezone/Heru)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/07/19/320/1740240/tak-mau-pakai-obligasi-mandiri-akan-terbitkan-sertifikat-deposito-rp2-5-triliun-qBYezJLD7b.jpg</image><title>Ilustrasi Bank Mandiri. (Foto: Okezone/Heru)</title></images><description>JAKARTA - PT Bank Mandiri berencana melakukan diversifikasi sumber pendanaan. Instrumen baru yang ditawarkan adalah  Negotiable Certificate of Deposit (NCD) atau yang lebih dikenal dengan sertifikat deposito.

Direktur Utama Bank Mandiri, Kartika Wirjoatmodjo mengatakan besaran NCD yang akan diterbitkan kurang lebih Rp2,5 Triliun.

&quot;Instrumen pendanaan mungkin kita nambah NCD, Rp2,5 Triliun,&quot; ujar dia di Plaza Mandiri, Jakarta, Rabu (19/7/2017).

Untuk instrumen lainnya seperti obligasi, Tiko mengatakan Bank Mandiri belum memiliki rencana penerbitan obligasi. Saat ini, lanjut Tiko, Bank Mandiri masih berusaha untuk menambah kredit infrastruktur.

&quot;Obligasi belum diarahkan ke nasabah. Kalau Mandiri kan kita kebutuhan infrastruktur. Mungkin kita nambah NCD,&quot; tambah dia.

Sementara itu, realisasi belanja modal atau capital expenditure (capex) Bank Mandiri hingga saat ini mencapai 50%. Tiko memaparkan, mayoritas belanja modal dialokasikan untuk investasi bidang infrastruktur IT.

Pasalnya, Bank Mandiri sering menghadapi permasalahan sistem online banking. &quot;Kita memperbanyak server baru untuk peningkatan kapasitas transaksi,&quot; ujar Tiko.

Sebagai catatan, Bank Mandiri mencatatkan kinerja cemerlang sepanjang kuartal II -2017. Bank Mandiri meraup laba bersih sebesar Rp9,5 triliun atau naik 33,7% sebesar Rp2,4 triliun dari periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp7,1 triliun.

Pertumbuhan kredit secara tahunan yang mencapai 11,6% pada akhir Juni 2017 menjadi Rp682,0 triliun. Pertumbuhan kredit tersebut merupakan faktor utama yang mendorong pertumbuhan aset sebesar 9,9% (yoy) menjadi Rp1.067,4 triliun.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Bank Mandiri berencana melakukan diversifikasi sumber pendanaan. Instrumen baru yang ditawarkan adalah  Negotiable Certificate of Deposit (NCD) atau yang lebih dikenal dengan sertifikat deposito.

Direktur Utama Bank Mandiri, Kartika Wirjoatmodjo mengatakan besaran NCD yang akan diterbitkan kurang lebih Rp2,5 Triliun.

&quot;Instrumen pendanaan mungkin kita nambah NCD, Rp2,5 Triliun,&quot; ujar dia di Plaza Mandiri, Jakarta, Rabu (19/7/2017).

Untuk instrumen lainnya seperti obligasi, Tiko mengatakan Bank Mandiri belum memiliki rencana penerbitan obligasi. Saat ini, lanjut Tiko, Bank Mandiri masih berusaha untuk menambah kredit infrastruktur.

&quot;Obligasi belum diarahkan ke nasabah. Kalau Mandiri kan kita kebutuhan infrastruktur. Mungkin kita nambah NCD,&quot; tambah dia.

Sementara itu, realisasi belanja modal atau capital expenditure (capex) Bank Mandiri hingga saat ini mencapai 50%. Tiko memaparkan, mayoritas belanja modal dialokasikan untuk investasi bidang infrastruktur IT.

Pasalnya, Bank Mandiri sering menghadapi permasalahan sistem online banking. &quot;Kita memperbanyak server baru untuk peningkatan kapasitas transaksi,&quot; ujar Tiko.

Sebagai catatan, Bank Mandiri mencatatkan kinerja cemerlang sepanjang kuartal II -2017. Bank Mandiri meraup laba bersih sebesar Rp9,5 triliun atau naik 33,7% sebesar Rp2,4 triliun dari periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp7,1 triliun.

Pertumbuhan kredit secara tahunan yang mencapai 11,6% pada akhir Juni 2017 menjadi Rp682,0 triliun. Pertumbuhan kredit tersebut merupakan faktor utama yang mendorong pertumbuhan aset sebesar 9,9% (yoy) menjadi Rp1.067,4 triliun.</content:encoded></item></channel></rss>
