<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Perhitungan yang Ketat Buat Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Ngaret</title><description>Pembangunan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung hingga saat ini belum terlihat.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2017/07/25/320/1743905/perhitungan-yang-ketat-buat-proyek-kereta-cepat-jakarta-bandung-ngaret</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2017/07/25/320/1743905/perhitungan-yang-ketat-buat-proyek-kereta-cepat-jakarta-bandung-ngaret"/><item><title>Perhitungan yang Ketat Buat Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Ngaret</title><link>https://economy.okezone.com/read/2017/07/25/320/1743905/perhitungan-yang-ketat-buat-proyek-kereta-cepat-jakarta-bandung-ngaret</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2017/07/25/320/1743905/perhitungan-yang-ketat-buat-proyek-kereta-cepat-jakarta-bandung-ngaret</guid><pubDate>Selasa 25 Juli 2017 21:41 WIB</pubDate><dc:creator>Dedy Afrianto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/07/25/320/1743905/perhitungan-yang-ketat-buat-proyek-kereta-cepat-jakarta-bandung-ngaret-tN5WMzrmx7.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/07/25/320/1743905/perhitungan-yang-ketat-buat-proyek-kereta-cepat-jakarta-bandung-ngaret-tN5WMzrmx7.jpg</image><title>Ilustrasi: (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Pembangunan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung hingga saat ini belum terlihat. Molornya pembangunan proyek ini pun menjadi salah satu perhatian pemerintah.

Menteri Perhubungan Budi Karya pun memiliki alasan tersendiri terkait molornya proyek ini. Menurutnya, skema business to business yang digunakan pada proyek ini berdampak pada ketatnya perhitungan pada pelaksanaan proyek ini.
&amp;nbsp;Baca juga: Jokowi Minta 2 Menteri Ini Kaji Porsi Kepemilikan Indonesia dalam Konsorsium Kereta Cepat
&quot;Suatu proyek infrastruktur biasanya oleh pemerintah. Ini jadi ketat karena B to B jadi perhitungan lebih ketat,&quot; kata Budi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (25/7/2017).

Budi Karya pun optimis pembangunan proyek ini dapat selesai. Saat ini, pembebasan biaya masih menjadi pekerjaan rumah pada proyek ini.

Pemerintah pun akan tetap mendukung pembangunan proyek ini. Diharapkan, proyek ini dapat segera dibangun sehingga memberikan dampak positif bagi masyarakat.

&quot;Kalau infrastruktur pemerintah harus involve. Pemerintah harus care,&quot; ujarnya.

Sementara itu, Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan bahwa pemerintah masih melakukan evaluasi terkait proyek ini. Beberapa persoalan pun perlu diselesaikan seperti masalah lahan di Walini.

Pemerintah pun akan melihat kembali rincian terkait proyek ini. Diharapkan, proyek ini dapat memberikan keuntungan bagi Indonesia dan masyarakat luas.

&quot;Karena pemasukan TOD-nya itu yang paling besar untuk bisa ini sustain. LRT ini jadi model. Karena dengan struktur financing yang dibuat teman-teman anak-anak muda di kantor itu, project error-nya jadi double digit. Jadi akhirnya bank-able. Jadi kita suatu ketika tidak akan pakai lagi state budget. Maksud kita semua proyek-proyek yang ada ini kita enggak mau lagi atau menghindari sebanyak mungkin penggunaan anggaran APBN. Seperti LRT ini mungkin akan kami jadikan model di tempat-tempat lain,&quot; ujarnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Pembangunan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung hingga saat ini belum terlihat. Molornya pembangunan proyek ini pun menjadi salah satu perhatian pemerintah.

Menteri Perhubungan Budi Karya pun memiliki alasan tersendiri terkait molornya proyek ini. Menurutnya, skema business to business yang digunakan pada proyek ini berdampak pada ketatnya perhitungan pada pelaksanaan proyek ini.
&amp;nbsp;Baca juga: Jokowi Minta 2 Menteri Ini Kaji Porsi Kepemilikan Indonesia dalam Konsorsium Kereta Cepat
&quot;Suatu proyek infrastruktur biasanya oleh pemerintah. Ini jadi ketat karena B to B jadi perhitungan lebih ketat,&quot; kata Budi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (25/7/2017).

Budi Karya pun optimis pembangunan proyek ini dapat selesai. Saat ini, pembebasan biaya masih menjadi pekerjaan rumah pada proyek ini.

Pemerintah pun akan tetap mendukung pembangunan proyek ini. Diharapkan, proyek ini dapat segera dibangun sehingga memberikan dampak positif bagi masyarakat.

&quot;Kalau infrastruktur pemerintah harus involve. Pemerintah harus care,&quot; ujarnya.

Sementara itu, Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan bahwa pemerintah masih melakukan evaluasi terkait proyek ini. Beberapa persoalan pun perlu diselesaikan seperti masalah lahan di Walini.

Pemerintah pun akan melihat kembali rincian terkait proyek ini. Diharapkan, proyek ini dapat memberikan keuntungan bagi Indonesia dan masyarakat luas.

&quot;Karena pemasukan TOD-nya itu yang paling besar untuk bisa ini sustain. LRT ini jadi model. Karena dengan struktur financing yang dibuat teman-teman anak-anak muda di kantor itu, project error-nya jadi double digit. Jadi akhirnya bank-able. Jadi kita suatu ketika tidak akan pakai lagi state budget. Maksud kita semua proyek-proyek yang ada ini kita enggak mau lagi atau menghindari sebanyak mungkin penggunaan anggaran APBN. Seperti LRT ini mungkin akan kami jadikan model di tempat-tempat lain,&quot; ujarnya.</content:encoded></item></channel></rss>
