<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tumbuh 10%, BCA Kantongi Untung Rp10,5 Triliun</title><description>PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mengantongi laba bersih sebesar Rp10,5 triliun atau tumbuh 10% pada semester I-2017.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2017/07/27/278/1745187/tumbuh-10-bca-kantongi-untung-rp10-5-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2017/07/27/278/1745187/tumbuh-10-bca-kantongi-untung-rp10-5-triliun"/><item><title>Tumbuh 10%, BCA Kantongi Untung Rp10,5 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2017/07/27/278/1745187/tumbuh-10-bca-kantongi-untung-rp10-5-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2017/07/27/278/1745187/tumbuh-10-bca-kantongi-untung-rp10-5-triliun</guid><pubDate>Kamis 27 Juli 2017 19:27 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/07/27/278/1745187/tumbuh-10-bca-kantongi-untung-rp10-5-triliun-YsQIiNgT9E.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: Shutterstock</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/07/27/278/1745187/tumbuh-10-bca-kantongi-untung-rp10-5-triliun-YsQIiNgT9E.jpg</image><title>Ilustrasi: Shutterstock</title></images><description>JAKARTA - PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mengantongi laba bersih sebesar Rp10,5 triliun atau tumbuh 10% pada semester I-2017. Kenaikan tersebut didorong pertumbuhan penyaluran kredit hingga 11,9% dan upaya ekstrahati-hati dalam menjaga rasio kredit bermasalah.

&quot;Faktor utama adalah rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) kita jaga dan saat ini NPL kita termasuk sangat kecil di antara industri,&quot; ujar Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis (27/7/2017).
Baca juga: Rampung Tahun Ini, BCA Masih &quot;Meraba&quot; Akuisisi Bank Kecil
NPL BCA di paruh pertama tahun ini sebesar 1,5 % (gross). Angka itu sebenarnya naik dibanding periode sama tahun lalu yang sebesar 1,4 %. Namun, kata BCA, level NPL saat ini masih berada dalam rentang target NPL yang dijaga BCA yakni di 1,5%-2%.

Berdasarkan komponen pendapatan BCA, pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) BCA sebenarnya tidak tumbuh signifikan yakni hanya satu digit di 3,1% menjadi Rp20,3 triliun. Pendapatan Komisi (Fee Based Income) BCA juga tumbuh normal di 10,7% menjadi Rp7,04 triliun.
Baca juga: Incar Bank Kecil, Bos BCA: Akuisisi Sama seperti Cari Jodoh
Namun, BCA banyak terbantu dengan turunnya pencadangan secara signifikan, menyusul NPL yang terjaga dan kredit yang ekspansif. Biaya provisi BCA turun hingga 53,3% (yoy) di paruh pertama tahun ini menjadi Rp936 miliar dari Rp2 triliun.

&quot;Kita memang tetap ada penambahan cadangan, tapi tidak sebesar tahun lalu,&quot; ujar Jahja.

Sementara BCA manaruh rasio cadangan terhadap kredit bermasalah sebesar 196,3%. Dari fungsi intermediasi, BCA tercatat menyalurkan kredit Rp433 triliun yang banyak ditopang segmen konsumer dan korporasi.
Baca juga: Waduh! Saham BCA Anjlok 7,2% dalam 2 Hari
Kredit konsumer BCA tumbuh 18,4% menjadi Rp124,5 triliun, sementara kredit korporasi BCA tumbuh 18,7% menjadi Rp160,7 triliun. Sementara itu, kredit komersial dan usaha kecil serta menengah (UKM) tumbuh 1,2% (yoy) menjadi Rp148,3 triliun.

Adapun dana pihak ketiga (DPK) BCA tumbuh 16,7% (yoy) menjadi Rp572,2 triliun, dengan komposisi dana murah naik 12% menjadi Rp426,9 triliun dan deposito tumbuh 33% menjadi Rp145,3 triliun.

Sedangkan rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) BCA terjaga di 22,1%. Likuiditas BCA tampak longgar dengan rasio pinjaman terhadap pendanaan (Loan to Funding Ratio/LFR) sebesar 74,5%.

&quot;Likuiditas ini karena tumbuhnya deposito yang cukup tinggi,&quot; ujar dia.

Dengan kredit dan DPK tersebut, aset BCA terkumpul Rp738,1 triliun atau tumbuh 17,9% pada semester I 2017.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mengantongi laba bersih sebesar Rp10,5 triliun atau tumbuh 10% pada semester I-2017. Kenaikan tersebut didorong pertumbuhan penyaluran kredit hingga 11,9% dan upaya ekstrahati-hati dalam menjaga rasio kredit bermasalah.

&quot;Faktor utama adalah rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) kita jaga dan saat ini NPL kita termasuk sangat kecil di antara industri,&quot; ujar Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis (27/7/2017).
Baca juga: Rampung Tahun Ini, BCA Masih &quot;Meraba&quot; Akuisisi Bank Kecil
NPL BCA di paruh pertama tahun ini sebesar 1,5 % (gross). Angka itu sebenarnya naik dibanding periode sama tahun lalu yang sebesar 1,4 %. Namun, kata BCA, level NPL saat ini masih berada dalam rentang target NPL yang dijaga BCA yakni di 1,5%-2%.

Berdasarkan komponen pendapatan BCA, pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) BCA sebenarnya tidak tumbuh signifikan yakni hanya satu digit di 3,1% menjadi Rp20,3 triliun. Pendapatan Komisi (Fee Based Income) BCA juga tumbuh normal di 10,7% menjadi Rp7,04 triliun.
Baca juga: Incar Bank Kecil, Bos BCA: Akuisisi Sama seperti Cari Jodoh
Namun, BCA banyak terbantu dengan turunnya pencadangan secara signifikan, menyusul NPL yang terjaga dan kredit yang ekspansif. Biaya provisi BCA turun hingga 53,3% (yoy) di paruh pertama tahun ini menjadi Rp936 miliar dari Rp2 triliun.

&quot;Kita memang tetap ada penambahan cadangan, tapi tidak sebesar tahun lalu,&quot; ujar Jahja.

Sementara BCA manaruh rasio cadangan terhadap kredit bermasalah sebesar 196,3%. Dari fungsi intermediasi, BCA tercatat menyalurkan kredit Rp433 triliun yang banyak ditopang segmen konsumer dan korporasi.
Baca juga: Waduh! Saham BCA Anjlok 7,2% dalam 2 Hari
Kredit konsumer BCA tumbuh 18,4% menjadi Rp124,5 triliun, sementara kredit korporasi BCA tumbuh 18,7% menjadi Rp160,7 triliun. Sementara itu, kredit komersial dan usaha kecil serta menengah (UKM) tumbuh 1,2% (yoy) menjadi Rp148,3 triliun.

Adapun dana pihak ketiga (DPK) BCA tumbuh 16,7% (yoy) menjadi Rp572,2 triliun, dengan komposisi dana murah naik 12% menjadi Rp426,9 triliun dan deposito tumbuh 33% menjadi Rp145,3 triliun.

Sedangkan rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) BCA terjaga di 22,1%. Likuiditas BCA tampak longgar dengan rasio pinjaman terhadap pendanaan (Loan to Funding Ratio/LFR) sebesar 74,5%.

&quot;Likuiditas ini karena tumbuhnya deposito yang cukup tinggi,&quot; ujar dia.

Dengan kredit dan DPK tersebut, aset BCA terkumpul Rp738,1 triliun atau tumbuh 17,9% pada semester I 2017.</content:encoded></item></channel></rss>
