<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Cara Jokowi Tekan Inflasi di Indonesia: Konsisten Turunkan Biaya Operasional</title><description>Inflasi di Indonesia saat ini terbilang cukup rendah. Pada 2016, inflasi di Indonesia berada pada level 3,02%.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2017/07/27/320/1744887/cara-jokowi-tekan-inflasi-di-indonesia-konsisten-turunkan-biaya-operasional</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2017/07/27/320/1744887/cara-jokowi-tekan-inflasi-di-indonesia-konsisten-turunkan-biaya-operasional"/><item><title>Cara Jokowi Tekan Inflasi di Indonesia: Konsisten Turunkan Biaya Operasional</title><link>https://economy.okezone.com/read/2017/07/27/320/1744887/cara-jokowi-tekan-inflasi-di-indonesia-konsisten-turunkan-biaya-operasional</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2017/07/27/320/1744887/cara-jokowi-tekan-inflasi-di-indonesia-konsisten-turunkan-biaya-operasional</guid><pubDate>Kamis 27 Juli 2017 13:02 WIB</pubDate><dc:creator>Dedy Afrianto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/07/27/320/1744887/cara-jokowi-tekan-inflasi-di-indonesia-konsisten-turunkan-biaya-operasional-POGr9k2O7N.jpg" expression="full" type="image/jpeg">(Foto: Dedy Afrianto/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/07/27/320/1744887/cara-jokowi-tekan-inflasi-di-indonesia-konsisten-turunkan-biaya-operasional-POGr9k2O7N.jpg</image><title>(Foto: Dedy Afrianto/Okezone)</title></images><description> 
JAKARTA - Inflasi di Indonesia saat ini terbilang cukup rendah. Pada 2016, inflasi di Indonesia berada pada level 3,02%. Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan cara mengendalikan inflasi. Salah satu hal yang perlu dilakukan adalah dengan menekan harga pangan secara bertahap.

&quot;Inflasi yang sifatnya struktural. Itu tidak lepas dari efisiensi. Efisiensi dalam segala hal. Katakan kalau kita semuanya sebagai pelaku, ini bisa menurunkan biaya operasional masing-masing katakanlah 1% per tahun. Tapi konsisten terus setiap tahun. Coba kita hitung dalam 15 tahun, artinya apa, kita menurunkan basis harga 15%,&amp;rdquo; kata Jokowi saat meresmikan pembukaan rapat koordinasi nasional pengendalian inflasi tahun 2017 di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Kamis (27/7/2017).

Baca juga:
Pertumbuhan Ekonomi 6% dan Inflasi 9%, Jokowi: Rakyat Tekor!
Jokowi: Pasrah Inflasi Tinggi Sudah Lama Jadi Budaya Kita
 

Penekanan harga ini perlu dilakukan seiring dengan efisiensi pada berbagai sektor. Dengan begitu, secara jangka panjang inflasi dapat tetap terkendali.

&quot;Saya perhatikan, kita masih belum cukup menghargai efisinsi-efisiensi yang kecil seperti itu, yang detail seperti itu. Sering banyak di antara kita masih menyampaikan, 'ah bedanya apa cuma nol koma'. Tapi kalau dikumpulin bertahun-tahun, itu akan jadi angka yang besar seperti yang tadi saya sampaikan. Saya sering menyampaikan, kalau kerja harus detail, 1%, 0,5%, 0,3% itu harus detail dan harus kita apresiasi kalau ada efisiensi seperti itu,&quot; ujarnya.

Hal ini, kata Jokowi, telah dilakukan oleh negara maju lainnya. Upaya inilah yang perlu diperhatikan oleh pemerintah hingga ke tingkat daerah.

&quot;Mereka rajin mengumpulkan tadi, 0,5%, 0,3%, 1% dikumpulin. Lama-lama numpuk jadi 15%. Etos kerja seperti inilah yang mulai harus kita budayakan,&quot; ujarnya.

Baca juga:
Gubernur BI: Konsistensi Pengendalian Inflasi Perlu Diteruskan
Alhamdulillah, Jokowi Cerita Inflasi Rendah hingga Ekonomi RI Ketiga Terbesar

Tak hanya itu, ketersediaan informasi juga penting untuk menekan inflasi pada berbagai daerah. Dengan adanya akses informasi, maka pemerintah bisa segera mengetahui dan mengantisipasi kenaikan harga dalam waktu singkat.

&quot;Beberapa tahun terakhir telah banyak sekali dibangun jaringan-jaringan, sarana-sarana, dan prosedur-prosedur untuk menyebarluaskan informasi,&quot; ujarnya.

Beberapa daerah pun telah memilih sistem penyediaan informasi yang dapat menekan angka inflasi, salah satunya adalah daerah Jawa Tengah. Dengan begitu, para petani, pedagang, masyakarat, hingga pemerintah dapat melakukan pemantauan terhadap harga pangan.

&quot;Saya melihat informasi yang semakin akurat dan semakin tepat waktu. Semakin real time yang memungkinkan respons cepat apabila ada keadaan-keadaan satu harga naik begitu cepatnya kita menjadi sekarang tahu. Sehingga kalau ada barang tertentu mahal di satu tempat, tapi murah di tempat lain, barang itu bisa cepat dikirimkan dari daerah yang murah ke tempat daerah yg mahal itu. Sehingga harga jadi stabil. Artinya distribusi,mengenai pasokan itu sangat penting sekali,&quot; tukasnya.</description><content:encoded> 
JAKARTA - Inflasi di Indonesia saat ini terbilang cukup rendah. Pada 2016, inflasi di Indonesia berada pada level 3,02%. Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan cara mengendalikan inflasi. Salah satu hal yang perlu dilakukan adalah dengan menekan harga pangan secara bertahap.

&quot;Inflasi yang sifatnya struktural. Itu tidak lepas dari efisiensi. Efisiensi dalam segala hal. Katakan kalau kita semuanya sebagai pelaku, ini bisa menurunkan biaya operasional masing-masing katakanlah 1% per tahun. Tapi konsisten terus setiap tahun. Coba kita hitung dalam 15 tahun, artinya apa, kita menurunkan basis harga 15%,&amp;rdquo; kata Jokowi saat meresmikan pembukaan rapat koordinasi nasional pengendalian inflasi tahun 2017 di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Kamis (27/7/2017).

Baca juga:
Pertumbuhan Ekonomi 6% dan Inflasi 9%, Jokowi: Rakyat Tekor!
Jokowi: Pasrah Inflasi Tinggi Sudah Lama Jadi Budaya Kita
 

Penekanan harga ini perlu dilakukan seiring dengan efisiensi pada berbagai sektor. Dengan begitu, secara jangka panjang inflasi dapat tetap terkendali.

&quot;Saya perhatikan, kita masih belum cukup menghargai efisinsi-efisiensi yang kecil seperti itu, yang detail seperti itu. Sering banyak di antara kita masih menyampaikan, 'ah bedanya apa cuma nol koma'. Tapi kalau dikumpulin bertahun-tahun, itu akan jadi angka yang besar seperti yang tadi saya sampaikan. Saya sering menyampaikan, kalau kerja harus detail, 1%, 0,5%, 0,3% itu harus detail dan harus kita apresiasi kalau ada efisiensi seperti itu,&quot; ujarnya.

Hal ini, kata Jokowi, telah dilakukan oleh negara maju lainnya. Upaya inilah yang perlu diperhatikan oleh pemerintah hingga ke tingkat daerah.

&quot;Mereka rajin mengumpulkan tadi, 0,5%, 0,3%, 1% dikumpulin. Lama-lama numpuk jadi 15%. Etos kerja seperti inilah yang mulai harus kita budayakan,&quot; ujarnya.

Baca juga:
Gubernur BI: Konsistensi Pengendalian Inflasi Perlu Diteruskan
Alhamdulillah, Jokowi Cerita Inflasi Rendah hingga Ekonomi RI Ketiga Terbesar

Tak hanya itu, ketersediaan informasi juga penting untuk menekan inflasi pada berbagai daerah. Dengan adanya akses informasi, maka pemerintah bisa segera mengetahui dan mengantisipasi kenaikan harga dalam waktu singkat.

&quot;Beberapa tahun terakhir telah banyak sekali dibangun jaringan-jaringan, sarana-sarana, dan prosedur-prosedur untuk menyebarluaskan informasi,&quot; ujarnya.

Beberapa daerah pun telah memilih sistem penyediaan informasi yang dapat menekan angka inflasi, salah satunya adalah daerah Jawa Tengah. Dengan begitu, para petani, pedagang, masyakarat, hingga pemerintah dapat melakukan pemantauan terhadap harga pangan.

&quot;Saya melihat informasi yang semakin akurat dan semakin tepat waktu. Semakin real time yang memungkinkan respons cepat apabila ada keadaan-keadaan satu harga naik begitu cepatnya kita menjadi sekarang tahu. Sehingga kalau ada barang tertentu mahal di satu tempat, tapi murah di tempat lain, barang itu bisa cepat dikirimkan dari daerah yang murah ke tempat daerah yg mahal itu. Sehingga harga jadi stabil. Artinya distribusi,mengenai pasokan itu sangat penting sekali,&quot; tukasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
