<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Inflasi Rendah di Juli, BPS: Demand Tak Turun, Masyarakat Tetap Beli Beras 5 Kg</title><description>Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi selama bulan Juli 2017 sebesar 0,22%.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2017/08/01/20/1747820/inflasi-rendah-di-juli-bps-demand-tak-turun-masyarakat-tetap-beli-beras-5-kg</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2017/08/01/20/1747820/inflasi-rendah-di-juli-bps-demand-tak-turun-masyarakat-tetap-beli-beras-5-kg"/><item><title>Inflasi Rendah di Juli, BPS: Demand Tak Turun, Masyarakat Tetap Beli Beras 5 Kg</title><link>https://economy.okezone.com/read/2017/08/01/20/1747820/inflasi-rendah-di-juli-bps-demand-tak-turun-masyarakat-tetap-beli-beras-5-kg</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2017/08/01/20/1747820/inflasi-rendah-di-juli-bps-demand-tak-turun-masyarakat-tetap-beli-beras-5-kg</guid><pubDate>Selasa 01 Agustus 2017 16:32 WIB</pubDate><dc:creator>Lidya Julita Sembiring</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/08/01/20/1747820/inflasi-rendah-di-juli-bps-demand-tak-turun-masyarakat-tetap-beli-beras-5-kg-f7giuURafc.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/08/01/20/1747820/inflasi-rendah-di-juli-bps-demand-tak-turun-masyarakat-tetap-beli-beras-5-kg-f7giuURafc.jpg</image><title>Ilustrasi: (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi selama bulan Juli 2017 sebesar 0,22%. Inflasi ini jauh lebih rendah dibandingkan Juli tahun 2016 lalu sebesar 0,69%.

Inflasi disebabkan oleh harga makanan jadi yang tinggi dan biaya pendidikan karena di bulan Juli tahun ajaran baru dimulai. Lalu bagaimanakah dengan daya beli masyarakat yang mengalami perlambatan, apakah karena permintaan rendah atau menahan untuk membeli?

&quot;Kalau demand kayaknya enggak ya, kalau kita ngomongin beberapa komoditas kan demand tetap aja, ngomongin beras kuantitasnya tetap, enggak mungkin kita beras yang biasanya 5 kg (konsumsi) jadi turun enggak mungkin, biasanya kuantitasnya tetap,&quot; ungkap Kepala BPS Suharyanto di Gedung BPS, Jakarta, Selasa (1/8/2017).

 
Baca Juga:
 
&amp;nbsp;
 
Inflasi Juli 2017 0,22%, BPS Klaim Terkendali Pasca-Lebaran



 
Kombinasi Rokok, Mi Instan, hingga Listrik Penyebab Inflasi Juli 0,22%


Namun, ia mengakui inflasi yang lebih rendah ini dikarenakan harga-harga terkontrol. Sehingga ia menilai pengendalian harga pangan jauh lebih baik tahun ini karena upaya Pemerintah yang mengeluarkan kebijakan Harga Eceran Tertinggi (HET) serta Satgas Pangan yang dibentuk untuk mengontrol kebijakan yang telah dibuat oleh Kementerian Perdagangan.

&quot;Karena satu-satu caranya untuk menekan inflasi harus menekan volatile food-nya dan ini karena terjaga,&quot; jelasnya.

Sementara itu, penetapan harga pemerintah seperti penyesuaian harga listrik sudah tidak mempengaruhi inflasi di bulan Juli ini. Karena masa penyesuaian tarif listrik telah berakhir pengaruhnya hingga bulan lalu.

&quot;Kita sadari bahwa kenaikan penyesuaian tarif listrik yang pencabutan subsidi untuk yang tidak mampu itu akan berpengaruh besar. Untuk listrik sudah berakhir. Listrik kan tiga kali kemarin penyesuaian tarif, Januari, Maret dan Mei. Mei dampak pascabayar-nya terasa di Juni tapi di Juli flat, karena inflasi relatif harga, harga (listrik) sekarang sama semua,&quot; tukasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi selama bulan Juli 2017 sebesar 0,22%. Inflasi ini jauh lebih rendah dibandingkan Juli tahun 2016 lalu sebesar 0,69%.

Inflasi disebabkan oleh harga makanan jadi yang tinggi dan biaya pendidikan karena di bulan Juli tahun ajaran baru dimulai. Lalu bagaimanakah dengan daya beli masyarakat yang mengalami perlambatan, apakah karena permintaan rendah atau menahan untuk membeli?

&quot;Kalau demand kayaknya enggak ya, kalau kita ngomongin beberapa komoditas kan demand tetap aja, ngomongin beras kuantitasnya tetap, enggak mungkin kita beras yang biasanya 5 kg (konsumsi) jadi turun enggak mungkin, biasanya kuantitasnya tetap,&quot; ungkap Kepala BPS Suharyanto di Gedung BPS, Jakarta, Selasa (1/8/2017).

 
Baca Juga:
 
&amp;nbsp;
 
Inflasi Juli 2017 0,22%, BPS Klaim Terkendali Pasca-Lebaran



 
Kombinasi Rokok, Mi Instan, hingga Listrik Penyebab Inflasi Juli 0,22%


Namun, ia mengakui inflasi yang lebih rendah ini dikarenakan harga-harga terkontrol. Sehingga ia menilai pengendalian harga pangan jauh lebih baik tahun ini karena upaya Pemerintah yang mengeluarkan kebijakan Harga Eceran Tertinggi (HET) serta Satgas Pangan yang dibentuk untuk mengontrol kebijakan yang telah dibuat oleh Kementerian Perdagangan.

&quot;Karena satu-satu caranya untuk menekan inflasi harus menekan volatile food-nya dan ini karena terjaga,&quot; jelasnya.

Sementara itu, penetapan harga pemerintah seperti penyesuaian harga listrik sudah tidak mempengaruhi inflasi di bulan Juli ini. Karena masa penyesuaian tarif listrik telah berakhir pengaruhnya hingga bulan lalu.

&quot;Kita sadari bahwa kenaikan penyesuaian tarif listrik yang pencabutan subsidi untuk yang tidak mampu itu akan berpengaruh besar. Untuk listrik sudah berakhir. Listrik kan tiga kali kemarin penyesuaian tarif, Januari, Maret dan Mei. Mei dampak pascabayar-nya terasa di Juni tapi di Juli flat, karena inflasi relatif harga, harga (listrik) sekarang sama semua,&quot; tukasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
