<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Berkat Bank Besar, Kinerja Sektor Perbankan Semester I Kinclong</title><description>Sektor perbankan mencatatkan kinerja cemerlang pada sepanjang semester I 2017. Terutama, disumbang oleh perbankan kapital besar.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2017/08/01/278/1747020/berkat-bank-besar-kinerja-sektor-perbankan-semester-i-kinclong</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2017/08/01/278/1747020/berkat-bank-besar-kinerja-sektor-perbankan-semester-i-kinclong"/><item><title>Berkat Bank Besar, Kinerja Sektor Perbankan Semester I Kinclong</title><link>https://economy.okezone.com/read/2017/08/01/278/1747020/berkat-bank-besar-kinerja-sektor-perbankan-semester-i-kinclong</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2017/08/01/278/1747020/berkat-bank-besar-kinerja-sektor-perbankan-semester-i-kinclong</guid><pubDate>Selasa 01 Agustus 2017 06:21 WIB</pubDate><dc:creator>Ulfa Arieza</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/07/31/278/1747020/berkat-bank-besar-kinerja-sektor-perbankan-semester-i-kinclong-CgZwlXeYWb.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/07/31/278/1747020/berkat-bank-besar-kinerja-sektor-perbankan-semester-i-kinclong-CgZwlXeYWb.jpg</image><title>Ilustrasi: (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Sektor perbankan mencatatkan kinerja cemerlang pada sepanjang semester I 2017. Terutama, disumbang oleh perbankan kapital besar yang masuk dalam kategori Bank Umum Kelompok Usaha (BUKU) IV.&amp;nbsp;

Dari rilis laporan keuangan tiga bank BUKU IV, semuanya mencatatkan kenaikan laba. Akan tetapi, kenaikan laba bukan ditopang oleh kenaikan pendapatan. &amp;nbsp;

Menurut Analis NH Korindo Sekuritas Bima Setiaji, kenaikan laba ini justru didorong oleh perampingan cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) serta penurunan rasio kredit bermasalah (NPL).&amp;nbsp;

&quot;Kebanyakan laba bersih perbankan meningkat lebih kepada efisiensi dan kredit bermasalah,&quot; ujarnya saat dihubungi Okezone.&amp;nbsp;

Bima melanjutkan, sisi pendapatan perbankan masih stagnan. Begitu pun angka penyaluran kredit belum banyak memperlihatkan peningkatan.&amp;nbsp;

Dari tiga perbankan tersebut, Bima menilai PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) menjadi bank yang mencatatkan kinerja paling positif. Laba BBNI tercatat tumbuh paling tinggi &amp;nbsp;sebesar Rp6,41 triliun dari sebelumnya Rp4,37 triliun atau mengalami kenaikan Rp2,04 triliun atau sekira 46,71%.&amp;nbsp;

&quot;BNI dapat dari infrastruktur, sehingga penyaluran kredit dia tumbuh sekitar 15%,&quot; tambah dia.&amp;nbsp;

BBNI melaporkan angka penyaluran kredit BBNI sebesar Rp412,18 triliun pada semester I 2017. Realisasi ini tumbuh 15,4% secara tahunan (yoy) dibandingkan Rp357,22 triliun pada periode yang sama pada 2016.

Sementara itu, laba bersih PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) pada Semester I-2017 mencapai Rp10,5 triliun. Angka ini naik sekira 10% dari periode yang sama pada 2016 yaitu sebesar Rp9,6 triliun.

Kenaikan laba BBCA disebutkan karena turunnya biaya pencadangan.&amp;nbsp; Dari laporan keuangan, biaya pencadangan perseroan semester I-2017 sebesar Rp 936 miliar atau turun sekira 53,3% dari Rp2 triliun pada periode yang sama pada 2016.&amp;nbsp;

Sedangkan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mencatatkan laba bersih sebesar Rp9,5 triliun pada kuartal kedua pada 2017. Angka tersebut naik sebesar Rp2,4 triliun atau 33,7% dari periode yang sama di tahun sebelumnya sebesar Rp7,1 triliun.&amp;nbsp;

Kenaikan laba di Semester I-2017 ini ditopang oleh perbaikan yang dialami oleh dunia usaha. Oleh karena itu, perseroan dapat menekan rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) secara gross turun 0,04% dari 3,86% menjadi 3,82%.</description><content:encoded>JAKARTA - Sektor perbankan mencatatkan kinerja cemerlang pada sepanjang semester I 2017. Terutama, disumbang oleh perbankan kapital besar yang masuk dalam kategori Bank Umum Kelompok Usaha (BUKU) IV.&amp;nbsp;

Dari rilis laporan keuangan tiga bank BUKU IV, semuanya mencatatkan kenaikan laba. Akan tetapi, kenaikan laba bukan ditopang oleh kenaikan pendapatan. &amp;nbsp;

Menurut Analis NH Korindo Sekuritas Bima Setiaji, kenaikan laba ini justru didorong oleh perampingan cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) serta penurunan rasio kredit bermasalah (NPL).&amp;nbsp;

&quot;Kebanyakan laba bersih perbankan meningkat lebih kepada efisiensi dan kredit bermasalah,&quot; ujarnya saat dihubungi Okezone.&amp;nbsp;

Bima melanjutkan, sisi pendapatan perbankan masih stagnan. Begitu pun angka penyaluran kredit belum banyak memperlihatkan peningkatan.&amp;nbsp;

Dari tiga perbankan tersebut, Bima menilai PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) menjadi bank yang mencatatkan kinerja paling positif. Laba BBNI tercatat tumbuh paling tinggi &amp;nbsp;sebesar Rp6,41 triliun dari sebelumnya Rp4,37 triliun atau mengalami kenaikan Rp2,04 triliun atau sekira 46,71%.&amp;nbsp;

&quot;BNI dapat dari infrastruktur, sehingga penyaluran kredit dia tumbuh sekitar 15%,&quot; tambah dia.&amp;nbsp;

BBNI melaporkan angka penyaluran kredit BBNI sebesar Rp412,18 triliun pada semester I 2017. Realisasi ini tumbuh 15,4% secara tahunan (yoy) dibandingkan Rp357,22 triliun pada periode yang sama pada 2016.

Sementara itu, laba bersih PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) pada Semester I-2017 mencapai Rp10,5 triliun. Angka ini naik sekira 10% dari periode yang sama pada 2016 yaitu sebesar Rp9,6 triliun.

Kenaikan laba BBCA disebutkan karena turunnya biaya pencadangan.&amp;nbsp; Dari laporan keuangan, biaya pencadangan perseroan semester I-2017 sebesar Rp 936 miliar atau turun sekira 53,3% dari Rp2 triliun pada periode yang sama pada 2016.&amp;nbsp;

Sedangkan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mencatatkan laba bersih sebesar Rp9,5 triliun pada kuartal kedua pada 2017. Angka tersebut naik sebesar Rp2,4 triliun atau 33,7% dari periode yang sama di tahun sebelumnya sebesar Rp7,1 triliun.&amp;nbsp;

Kenaikan laba di Semester I-2017 ini ditopang oleh perbaikan yang dialami oleh dunia usaha. Oleh karena itu, perseroan dapat menekan rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) secara gross turun 0,04% dari 3,86% menjadi 3,82%.</content:encoded></item></channel></rss>
