<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jokowi: Penerapan TKDN Harus Dijadikan Kebijakan Strategis!</title><description>&amp;lrm;Jokowi mendorong lahirnya berbagai produksi di  industri nasional lewat implementasi Tingkat Komponen Dalam Negeri  (TKDN).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2017/08/01/320/1747854/jokowi-penerapan-tkdn-harus-dijadikan-kebijakan-strategis</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2017/08/01/320/1747854/jokowi-penerapan-tkdn-harus-dijadikan-kebijakan-strategis"/><item><title>Jokowi: Penerapan TKDN Harus Dijadikan Kebijakan Strategis!</title><link>https://economy.okezone.com/read/2017/08/01/320/1747854/jokowi-penerapan-tkdn-harus-dijadikan-kebijakan-strategis</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2017/08/01/320/1747854/jokowi-penerapan-tkdn-harus-dijadikan-kebijakan-strategis</guid><pubDate>Selasa 01 Agustus 2017 17:08 WIB</pubDate><dc:creator>Fakhrizal Fakhri </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/08/01/320/1747854/jokowi-penerapan-tkdn-harus-dijadikan-kebijakan-strategis-t0aufj7GNM.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: (Dok. Biro Pers Istana Presiden)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/08/01/320/1747854/jokowi-penerapan-tkdn-harus-dijadikan-kebijakan-strategis-t0aufj7GNM.jpg</image><title>Foto: (Dok. Biro Pers Istana Presiden)</title></images><description>JAKARTA - &amp;lrm;Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendorong lahirnya berbagai produksi di industri nasional lewat implementasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).

Menurut dia, TKDN mampu memperkuat berbagai industri nasional hingga membuka banyak lapangan pekerjaan yang lebih luas kepada masyarakat.

&quot;&amp;lrm;Untuk memperkuat industri nasional serta membuka lapangan pekerjaan, membuka kesempatan lapangan yang lebih luas di dalam negeri, kita akan terus meningkatkan penggunaan komponen di dalam negeri. Dan untuk itu saya minta agar TKDN harus di tempatkan sebagai kebijakan strategis yang harus dijalankan secara konsisten,&quot; kata Jokowi saat membuka rapat terbatas (Ratas) dengan topik 'Evaluasi Implementasi TKDN' di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (1/8/2017).
&amp;nbsp;Baca Juga: 
Sindir BUMN Tidak Gunakan Komponen dalam Negeri, Jokowi: Tolong Digarisbawahi!
Menteri Jonan: Produk Dalam Negeri Harus Lebih Murah dan Berkualitas
K&amp;lrm;epala Negara menilai, selama ini TKDN diimplementasikan hanya sekedar untuk teknis administratif dalam perlengkapan syarat yang diperlukan dalam proses pengadaan barang di Kementerian maupun lembaga negara.

&quot;Ini tolong digarisbawahi karena saya lihat sekedar kebijakan teknis administratif yang diperlukan sebagai pelengkap syarat dalam pengadaan jasa itu. Saya lihat di kementerian, BUMN ataupun lembaga,&quot; lanjut Jokowi.

&quot;Jadi tolong digaris bawahi konsistensi kita dalam menjalankan kebijakan TKDN ini bukan hanya penting untuk mengurangi ketergantungan pada produk-produk impor. Tapi bisa juga mendorong masuknya investasi disektor industri subtitusi impor dan ini penting sekali,&quot; tambahnya.

Presiden Jokowi meminta agar kementerian dan BUMN hingga lembaga negara mampu menjadikan TKDN sebagai salah satu opsi dalam melakukan transfer teknologi dalam melakukan pengadaan impor barang&amp;lrm; ke Tanah Air.

&quot;(Selain itu) menghidupkan industri pendukung, bahkan energi baru untuk membuka lapangan pekerjaan dan muara akhirnya adalah pergerakan roda perekonomian nasional kita,&quot; jelasnya.

Ia menambahkan, pemerintah akan terus berkomitmen untuk melakukan penguatan dalam memajukan produksi industri &amp;lrm;nasional. Sebab itu, mantan Gubernur DKI Jakarta itu kembali meminta agar Kabinet Kerja untuk terus mendampingi dan memfasilitasi para leading sektor dalam memperkuat daya saing maupun dari sisi harga produksi dalam negeri.

&quot;Ini akan menjadi pondasi bagi kita untuk mempunyai industri nasional yang semakin kuat dan kompetitif. Sekali lagi saya ingin menekankan bahwa untuk urusan TKDN akan saya ikuti baik lewat BPKP maupun lewat cara yang lain,&quot; pungkasnya.
</description><content:encoded>JAKARTA - &amp;lrm;Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendorong lahirnya berbagai produksi di industri nasional lewat implementasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).

Menurut dia, TKDN mampu memperkuat berbagai industri nasional hingga membuka banyak lapangan pekerjaan yang lebih luas kepada masyarakat.

&quot;&amp;lrm;Untuk memperkuat industri nasional serta membuka lapangan pekerjaan, membuka kesempatan lapangan yang lebih luas di dalam negeri, kita akan terus meningkatkan penggunaan komponen di dalam negeri. Dan untuk itu saya minta agar TKDN harus di tempatkan sebagai kebijakan strategis yang harus dijalankan secara konsisten,&quot; kata Jokowi saat membuka rapat terbatas (Ratas) dengan topik 'Evaluasi Implementasi TKDN' di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (1/8/2017).
&amp;nbsp;Baca Juga: 
Sindir BUMN Tidak Gunakan Komponen dalam Negeri, Jokowi: Tolong Digarisbawahi!
Menteri Jonan: Produk Dalam Negeri Harus Lebih Murah dan Berkualitas
K&amp;lrm;epala Negara menilai, selama ini TKDN diimplementasikan hanya sekedar untuk teknis administratif dalam perlengkapan syarat yang diperlukan dalam proses pengadaan barang di Kementerian maupun lembaga negara.

&quot;Ini tolong digarisbawahi karena saya lihat sekedar kebijakan teknis administratif yang diperlukan sebagai pelengkap syarat dalam pengadaan jasa itu. Saya lihat di kementerian, BUMN ataupun lembaga,&quot; lanjut Jokowi.

&quot;Jadi tolong digaris bawahi konsistensi kita dalam menjalankan kebijakan TKDN ini bukan hanya penting untuk mengurangi ketergantungan pada produk-produk impor. Tapi bisa juga mendorong masuknya investasi disektor industri subtitusi impor dan ini penting sekali,&quot; tambahnya.

Presiden Jokowi meminta agar kementerian dan BUMN hingga lembaga negara mampu menjadikan TKDN sebagai salah satu opsi dalam melakukan transfer teknologi dalam melakukan pengadaan impor barang&amp;lrm; ke Tanah Air.

&quot;(Selain itu) menghidupkan industri pendukung, bahkan energi baru untuk membuka lapangan pekerjaan dan muara akhirnya adalah pergerakan roda perekonomian nasional kita,&quot; jelasnya.

Ia menambahkan, pemerintah akan terus berkomitmen untuk melakukan penguatan dalam memajukan produksi industri &amp;lrm;nasional. Sebab itu, mantan Gubernur DKI Jakarta itu kembali meminta agar Kabinet Kerja untuk terus mendampingi dan memfasilitasi para leading sektor dalam memperkuat daya saing maupun dari sisi harga produksi dalam negeri.

&quot;Ini akan menjadi pondasi bagi kita untuk mempunyai industri nasional yang semakin kuat dan kompetitif. Sekali lagi saya ingin menekankan bahwa untuk urusan TKDN akan saya ikuti baik lewat BPKP maupun lewat cara yang lain,&quot; pungkasnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
