<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   Jangan Lupa! Oktober Sudah Harus Bayar Tol Secara Nontunai, Bagaimana Persiapannya?</title><description>Pemerintah akan menerapkan pembayaran tol nontunai pada Oktober 2017  mendatang.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2017/08/01/320/1748063/jangan-lupa-oktober-sudah-harus-bayar-tol-secara-nontunai-bagaimana-persiapannya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2017/08/01/320/1748063/jangan-lupa-oktober-sudah-harus-bayar-tol-secara-nontunai-bagaimana-persiapannya"/><item><title>   Jangan Lupa! Oktober Sudah Harus Bayar Tol Secara Nontunai, Bagaimana Persiapannya?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2017/08/01/320/1748063/jangan-lupa-oktober-sudah-harus-bayar-tol-secara-nontunai-bagaimana-persiapannya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2017/08/01/320/1748063/jangan-lupa-oktober-sudah-harus-bayar-tol-secara-nontunai-bagaimana-persiapannya</guid><pubDate>Selasa 01 Agustus 2017 21:11 WIB</pubDate><dc:creator>Dedy Afrianto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/08/01/320/1748063/jangan-lupa-oktober-sudah-harus-bayar-tol-secara-nontunai-bagaimana-persiapannya-rMAqnmO5ku.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/08/01/320/1748063/jangan-lupa-oktober-sudah-harus-bayar-tol-secara-nontunai-bagaimana-persiapannya-rMAqnmO5ku.jpg</image><title>Ilustrasi: (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Pemerintah akan menerapkan pembayaran tol nontunai pada Oktober 2017 mendatang. Seluruh gerbang tol nantinya tak lagi melayani pembayaran secara tunai.

&quot;Satu yang selalu saya ulang, peralatan di Jasa Marga sudah 100% bisa menerima non tunai, di gardu manual sudah bisa menerima e-toll. Udah lama itu,&quot; kata Direktur Utama Jasa Marga Desi Arryani di Gedung Kriya Bhakti, Sekretariat Negara, Selasa (1/8/2017).

Sosialisasi pun terus dilakukan pada berbagai program. Salah satunya adalah dengan memberikan potongan harga hingga program lainnya. Program ini dinilai berhasil meningkatkan transaksi non tunai pada berbagai gerbang tol.

&quot;Iya, tetapi ternyata yang membeli pada saat Lebaran mentop-up lagi artinya berlanjut, ada kenaikan sampai 5%,  yang tadinya 28%, sekian sekarang 33% sekian. Ke depan kita akan buat program baru tapi bukan berati diskon kita lagi pikirkan dengan internal dengan BPJT, BI, program-program apalagi untuk meningkatkan non tunai,&quot; jelasnya.

 
Baca Juga: 
Bayar Tol Pakai Uang Tunai 9 Detik, dengan Nontunai Cuma 4 Detik



 
Menteri Basuki: Gardu Tol Nontunai Hanya Habiskan Waktu 3 Detik


Pembangunan ruas tol baru saat ini juga terus dikebut. Beberapa jalan tol darurat sewaktu Lebaran lalu pun saat ini telah ditutup dan pembangunan dapat diteruskan.

&quot;Langsung ditutup kalau yang Batang-Semarang yang masih darurat kan sebelumnya 30% masih panjang, baru akan selesai tahun depan, yang sudah mau selesai seperti Bawean-Salatiga sekarang lagi uji layak, kira-kira akhir Agustus atau awal September akan dioperasikan,&quot; ujarnya.

Pengecekan gardu tol juga akan dilakukan jelang Oktober mendatang. Diharapkan, tak lagi ada kendala dalam pengoperasian program ini pada seluruh gardu tol.

&quot;Memang kan serba salah, mungkin dalam beberapa waktu dekat kita akan mencoba, kita akan mencoba beberapa gardu kita. Akan kita 100% kan seperti di Semanggi, jadi di beberapa gardu kita akan kita cek komposisi antara golongan 1 dan golongan 2-5 nya. Kalau mayoritas di golongan 1 maksimal akan kita coba seratus persenkan, yang Semanggi itu yang juga udah nambah di Jakarta-Tangerang itu kan sudah banyak  nanti akan kita tambahin, lagi diolah lebih detail lagi  supaya enggak keos, enggak buka pembayaran tunai lagi,&quot; ujarnya.

</description><content:encoded>JAKARTA - Pemerintah akan menerapkan pembayaran tol nontunai pada Oktober 2017 mendatang. Seluruh gerbang tol nantinya tak lagi melayani pembayaran secara tunai.

&quot;Satu yang selalu saya ulang, peralatan di Jasa Marga sudah 100% bisa menerima non tunai, di gardu manual sudah bisa menerima e-toll. Udah lama itu,&quot; kata Direktur Utama Jasa Marga Desi Arryani di Gedung Kriya Bhakti, Sekretariat Negara, Selasa (1/8/2017).

Sosialisasi pun terus dilakukan pada berbagai program. Salah satunya adalah dengan memberikan potongan harga hingga program lainnya. Program ini dinilai berhasil meningkatkan transaksi non tunai pada berbagai gerbang tol.

&quot;Iya, tetapi ternyata yang membeli pada saat Lebaran mentop-up lagi artinya berlanjut, ada kenaikan sampai 5%,  yang tadinya 28%, sekian sekarang 33% sekian. Ke depan kita akan buat program baru tapi bukan berati diskon kita lagi pikirkan dengan internal dengan BPJT, BI, program-program apalagi untuk meningkatkan non tunai,&quot; jelasnya.

 
Baca Juga: 
Bayar Tol Pakai Uang Tunai 9 Detik, dengan Nontunai Cuma 4 Detik



 
Menteri Basuki: Gardu Tol Nontunai Hanya Habiskan Waktu 3 Detik


Pembangunan ruas tol baru saat ini juga terus dikebut. Beberapa jalan tol darurat sewaktu Lebaran lalu pun saat ini telah ditutup dan pembangunan dapat diteruskan.

&quot;Langsung ditutup kalau yang Batang-Semarang yang masih darurat kan sebelumnya 30% masih panjang, baru akan selesai tahun depan, yang sudah mau selesai seperti Bawean-Salatiga sekarang lagi uji layak, kira-kira akhir Agustus atau awal September akan dioperasikan,&quot; ujarnya.

Pengecekan gardu tol juga akan dilakukan jelang Oktober mendatang. Diharapkan, tak lagi ada kendala dalam pengoperasian program ini pada seluruh gardu tol.

&quot;Memang kan serba salah, mungkin dalam beberapa waktu dekat kita akan mencoba, kita akan mencoba beberapa gardu kita. Akan kita 100% kan seperti di Semanggi, jadi di beberapa gardu kita akan kita cek komposisi antara golongan 1 dan golongan 2-5 nya. Kalau mayoritas di golongan 1 maksimal akan kita coba seratus persenkan, yang Semanggi itu yang juga udah nambah di Jakarta-Tangerang itu kan sudah banyak  nanti akan kita tambahin, lagi diolah lebih detail lagi  supaya enggak keos, enggak buka pembayaran tunai lagi,&quot; ujarnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
