<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mengkaji Saham Emiten Rokok hingga Akhir Tahun, Seberapa Prospektif?</title><description>Tercatat, hingga saat ini baru ada empat nama yang mewarnai papan perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2017/08/03/278/1748714/mengkaji-saham-emiten-rokok-hingga-akhir-tahun-seberapa-prospektif</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2017/08/03/278/1748714/mengkaji-saham-emiten-rokok-hingga-akhir-tahun-seberapa-prospektif"/><item><title>Mengkaji Saham Emiten Rokok hingga Akhir Tahun, Seberapa Prospektif?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2017/08/03/278/1748714/mengkaji-saham-emiten-rokok-hingga-akhir-tahun-seberapa-prospektif</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2017/08/03/278/1748714/mengkaji-saham-emiten-rokok-hingga-akhir-tahun-seberapa-prospektif</guid><pubDate>Kamis 03 Agustus 2017 05:42 WIB</pubDate><dc:creator>Trio Hamdani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/08/02/278/1748714/mengkaji-saham-emiten-rokok-hingga-akhir-tahun-seberapa-prospektif-OjgTstTsPf.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/08/02/278/1748714/mengkaji-saham-emiten-rokok-hingga-akhir-tahun-seberapa-prospektif-OjgTstTsPf.jpg</image><title>Ilustrasi: (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Perusahaan publik (emiten) di sektor industri rokok jumlahnya memang belum banyak. Tercatat, hingga saat ini baru ada empat nama yang mewarnai papan perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Empat emiten dimaksud, antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT Handjaya Mandala Sampoerna Tbk (HMSP), PT Bentoel International Investama Tbk (RMBA), dan PT Wismilak Inti Makmur Tbk (WIIM).
Analis&amp;nbsp;Binaartha Parama Sekuritas Reza&amp;nbsp;Priyambada&amp;nbsp;mengatakan, emiten industri rokok di Indonesia masih memiliki harapan dan kemungkinan untuk mencatatkan pertumbuhan positif, khususnya dari sisi harga saham.
Namun, kata Reza, mengingat sejumlah sentimen yang membayangi industri rokok saat ini pertumbuhan harga saham pada emiten rokok tak akan terlalu signifikan. &quot;Kalau lihat dari prospeknya, sebenarnya masih ada tapi sepertinya kok terbatas ya,&quot; kata dia ketika dihubungi Okezone.
Baca Juga:

Daftar Laporan Keuangan Perusahaan Rokok, Gudang Garam Jadi Juaranya!


 
Begini Strategi Regulator Pasar Modal Jaring 180 Emiten Baru

Adapun, tercatat per hari ini, harga saham emiten GGRM bertengger dikisaran Rp70.700, sementara harga saham 3 emiten rokok lainnya masih cenderung murah. HMSP, sahamnya Rp3.380, dan RMBA sahamnya Rp430, kemudian WIIM sahamnya Rp380.
Reza melanjutkan, sentimen yang cukup mempengaruhi emiten rokok adalah karena konsumen di bidang rokok saat ini mulai membatasi diri untuk mengkonsumsi rokok. Sehingga dari sisi penjualan rokok sedikit mengalami tekanan. Ditambah, cukai rokok makin tinggi harganya.
&quot;Pembatasan ini bukan cuma masalah kesehatan tapi soal harga juga. Kenaikan cukai rokok menyebabkan harga jual rokok makin mahal sehingga orang cenderung terbatas belinya,&quot; lanjut dia.
Baca Juga:

Sudah Bayar Denda Rp150 Juta, Suspensi Saham Steady Safe Dicabut


 
Menilik Laporan Keuangan Emiten Konstruksi, Siapa Juaranya?

Emiten rokok, lanjut dia, sejauh ini hanya bisa mengandalkan konsumennya yang sudah loyal terhadap produk rokok dimaksud, sementara dari sisi pertumbuhan konsumen cenderung stagnan.
Reza pun belum memberikan keterangan lebih lanjut berapa persen pertumbuhan harga saham yang dapat dicatatkan oleh emiten di bidang rokok dengan adanya sejumlah sentimen yang membayanginya.</description><content:encoded>JAKARTA - Perusahaan publik (emiten) di sektor industri rokok jumlahnya memang belum banyak. Tercatat, hingga saat ini baru ada empat nama yang mewarnai papan perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Empat emiten dimaksud, antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT Handjaya Mandala Sampoerna Tbk (HMSP), PT Bentoel International Investama Tbk (RMBA), dan PT Wismilak Inti Makmur Tbk (WIIM).
Analis&amp;nbsp;Binaartha Parama Sekuritas Reza&amp;nbsp;Priyambada&amp;nbsp;mengatakan, emiten industri rokok di Indonesia masih memiliki harapan dan kemungkinan untuk mencatatkan pertumbuhan positif, khususnya dari sisi harga saham.
Namun, kata Reza, mengingat sejumlah sentimen yang membayangi industri rokok saat ini pertumbuhan harga saham pada emiten rokok tak akan terlalu signifikan. &quot;Kalau lihat dari prospeknya, sebenarnya masih ada tapi sepertinya kok terbatas ya,&quot; kata dia ketika dihubungi Okezone.
Baca Juga:

Daftar Laporan Keuangan Perusahaan Rokok, Gudang Garam Jadi Juaranya!


 
Begini Strategi Regulator Pasar Modal Jaring 180 Emiten Baru

Adapun, tercatat per hari ini, harga saham emiten GGRM bertengger dikisaran Rp70.700, sementara harga saham 3 emiten rokok lainnya masih cenderung murah. HMSP, sahamnya Rp3.380, dan RMBA sahamnya Rp430, kemudian WIIM sahamnya Rp380.
Reza melanjutkan, sentimen yang cukup mempengaruhi emiten rokok adalah karena konsumen di bidang rokok saat ini mulai membatasi diri untuk mengkonsumsi rokok. Sehingga dari sisi penjualan rokok sedikit mengalami tekanan. Ditambah, cukai rokok makin tinggi harganya.
&quot;Pembatasan ini bukan cuma masalah kesehatan tapi soal harga juga. Kenaikan cukai rokok menyebabkan harga jual rokok makin mahal sehingga orang cenderung terbatas belinya,&quot; lanjut dia.
Baca Juga:

Sudah Bayar Denda Rp150 Juta, Suspensi Saham Steady Safe Dicabut


 
Menilik Laporan Keuangan Emiten Konstruksi, Siapa Juaranya?

Emiten rokok, lanjut dia, sejauh ini hanya bisa mengandalkan konsumennya yang sudah loyal terhadap produk rokok dimaksud, sementara dari sisi pertumbuhan konsumen cenderung stagnan.
Reza pun belum memberikan keterangan lebih lanjut berapa persen pertumbuhan harga saham yang dapat dicatatkan oleh emiten di bidang rokok dengan adanya sejumlah sentimen yang membayanginya.</content:encoded></item></channel></rss>
