<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wah, Uji Kelayakan Sementara Proyek Kereta Cepat Jakarta-Surabaya Segera Tuntas!</title><description>BPPT segera mengeluarkan uji kelayakan sementara (pra feasibility study/FS) untuk proyek kereta api cepat Jakarta-Surabaya</description><link>https://economy.okezone.com/read/2017/08/03/320/1749213/wah-uji-kelayakan-sementara-proyek-kereta-cepat-jakarta-surabaya-segera-tuntas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2017/08/03/320/1749213/wah-uji-kelayakan-sementara-proyek-kereta-cepat-jakarta-surabaya-segera-tuntas"/><item><title>Wah, Uji Kelayakan Sementara Proyek Kereta Cepat Jakarta-Surabaya Segera Tuntas!</title><link>https://economy.okezone.com/read/2017/08/03/320/1749213/wah-uji-kelayakan-sementara-proyek-kereta-cepat-jakarta-surabaya-segera-tuntas</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2017/08/03/320/1749213/wah-uji-kelayakan-sementara-proyek-kereta-cepat-jakarta-surabaya-segera-tuntas</guid><pubDate>Kamis 03 Agustus 2017 15:47 WIB</pubDate><dc:creator>Feby Novalius</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/08/03/320/1749213/wah-uji-kelayakan-sementara-proyek-kereta-cepat-jakarta-surabaya-segera-tuntas-cBZjc3HhSB.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: Reuters</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/08/03/320/1749213/wah-uji-kelayakan-sementara-proyek-kereta-cepat-jakarta-surabaya-segera-tuntas-cBZjc3HhSB.jpg</image><title>Ilustrasi: Reuters</title></images><description>JAKARTA - Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) segera mengeluarkan uji kelayakan sementara (pra feasibility study/FS) untuk proyek kereta api cepat Jakarta-Surabaya. Melalui pra-FS tersebut dapat diketahui seperti apa rencana pembangunan nantinya.
Kepala BPPT Unggul Priyanto mengatakan, BBPT mendapat kepercayaan untuk menyusun pra FS pengembangan kereta api cepat Jakarta-Surabaya. Kereta api ini diharapkan dapat mengurangi load penumpang transportasi udara Jakarta-Surabaya yang sangat tinggi dan ke depan mengurangi beban kepadatan jalan raya.
Baca juga: Apa Kabar Proyek Kereta Cepat Jakarta-Surabaya?
&quot;Tercatat bahwa penumpang pesawat Jakarta-Surabaya itu pp (pulang-pergi) rata-rata 10 juta penumpang per tahunnya, sementara yang menggunakan kereta api hanya ratusan ribu. Untuk itu perlu langkah pemerintah mengalihkan beban moda transportasi,&quot; ujarnya di Gedung BBPT, Jakarta, Kamis (3/8/2017).
Sebenarnya, sambung Unggul, pra FS baru selesai pada Desember 2017, tapi karena untuk mempercepat pembangunannya, BPPT mempercepat hasil uji kelayakan sementaranya.
Baca juga: Kereta Cepat Jakarta-Surabaya Diadu dengan Pesawat, Lebih 'Kencang' Mana?
&quot;Minggu depan kita usahakan secara ringkas itu sudah bisa diambil kesimpulan,&quot;ujarnya.
Unggul melanjutkan pra FS isinya akan memberikan kajian seperti apa pembangunannya. Dalam pra FS ada dua opsi yakni mempertahankan existing track yang ada atau membangun baru. Jika membangun baru maka otomatis biayanya lebih mahal, tapi pembangunannya bisa memikirkan untuk masa depan.
Baca juga: Wusss... Kencangnya Kereta Cepat Jakarta-Surabaya hingga 160 Km/Jam
Namun jika dibangun dengan track yang sudah ada bagaimana memaksimalkan kecepatan kereta ini. Pasalnya, BPPT memproyeksikan ke depan perjalanan kereta api cepat Jakarta-Surabaya akan terganggu karena masih ada kereta api lambat seperti sekarang.
&quot;Jadi kalau menggunakan yang ada sekarang itu solusinya gimana supaya betul-betul kecepatan bisa ditempuh rata-rata 160 km per jam. Karena kan terlalu banyak stasiun kecil,&quot;ujarnya.
Dia melanjutkan, walaupun tidak berhenti di stasiun-stasiun kecil tersebut, tapi kecepatan pasti terhambat. Namun seperti apa hasilnya, ini masih dalam kajian di dalam pra-FS.
&quot;Kita pertimbangkan antara cost sama idealnya seperti apa. Termasuk teknologinya juga. Ini kita kaji ya,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) segera mengeluarkan uji kelayakan sementara (pra feasibility study/FS) untuk proyek kereta api cepat Jakarta-Surabaya. Melalui pra-FS tersebut dapat diketahui seperti apa rencana pembangunan nantinya.
Kepala BPPT Unggul Priyanto mengatakan, BBPT mendapat kepercayaan untuk menyusun pra FS pengembangan kereta api cepat Jakarta-Surabaya. Kereta api ini diharapkan dapat mengurangi load penumpang transportasi udara Jakarta-Surabaya yang sangat tinggi dan ke depan mengurangi beban kepadatan jalan raya.
Baca juga: Apa Kabar Proyek Kereta Cepat Jakarta-Surabaya?
&quot;Tercatat bahwa penumpang pesawat Jakarta-Surabaya itu pp (pulang-pergi) rata-rata 10 juta penumpang per tahunnya, sementara yang menggunakan kereta api hanya ratusan ribu. Untuk itu perlu langkah pemerintah mengalihkan beban moda transportasi,&quot; ujarnya di Gedung BBPT, Jakarta, Kamis (3/8/2017).
Sebenarnya, sambung Unggul, pra FS baru selesai pada Desember 2017, tapi karena untuk mempercepat pembangunannya, BPPT mempercepat hasil uji kelayakan sementaranya.
Baca juga: Kereta Cepat Jakarta-Surabaya Diadu dengan Pesawat, Lebih 'Kencang' Mana?
&quot;Minggu depan kita usahakan secara ringkas itu sudah bisa diambil kesimpulan,&quot;ujarnya.
Unggul melanjutkan pra FS isinya akan memberikan kajian seperti apa pembangunannya. Dalam pra FS ada dua opsi yakni mempertahankan existing track yang ada atau membangun baru. Jika membangun baru maka otomatis biayanya lebih mahal, tapi pembangunannya bisa memikirkan untuk masa depan.
Baca juga: Wusss... Kencangnya Kereta Cepat Jakarta-Surabaya hingga 160 Km/Jam
Namun jika dibangun dengan track yang sudah ada bagaimana memaksimalkan kecepatan kereta ini. Pasalnya, BPPT memproyeksikan ke depan perjalanan kereta api cepat Jakarta-Surabaya akan terganggu karena masih ada kereta api lambat seperti sekarang.
&quot;Jadi kalau menggunakan yang ada sekarang itu solusinya gimana supaya betul-betul kecepatan bisa ditempuh rata-rata 160 km per jam. Karena kan terlalu banyak stasiun kecil,&quot;ujarnya.
Dia melanjutkan, walaupun tidak berhenti di stasiun-stasiun kecil tersebut, tapi kecepatan pasti terhambat. Namun seperti apa hasilnya, ini masih dalam kajian di dalam pra-FS.
&quot;Kita pertimbangkan antara cost sama idealnya seperti apa. Termasuk teknologinya juga. Ini kita kaji ya,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
