<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Penetrasi Energi Terbarukan Tak Penuhi Target, Pemerintah Bakal Lakukan Akselerasi</title><description>Penggunaan energi baru terbarukan (EBT) masih jauh dari target yang ditetapkan oleh pemerintah.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2017/08/04/320/1749761/penetrasi-energi-terbarukan-tak-penuhi-target-pemerintah-bakal-lakukan-akselerasi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2017/08/04/320/1749761/penetrasi-energi-terbarukan-tak-penuhi-target-pemerintah-bakal-lakukan-akselerasi"/><item><title>Penetrasi Energi Terbarukan Tak Penuhi Target, Pemerintah Bakal Lakukan Akselerasi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2017/08/04/320/1749761/penetrasi-energi-terbarukan-tak-penuhi-target-pemerintah-bakal-lakukan-akselerasi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2017/08/04/320/1749761/penetrasi-energi-terbarukan-tak-penuhi-target-pemerintah-bakal-lakukan-akselerasi</guid><pubDate>Jum'at 04 Agustus 2017 13:44 WIB</pubDate><dc:creator>Ulfa Arieza</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/08/04/320/1749761/penetrasi-ebt-tak-penuhi-target-pemerintah-bakal-lakukan-akselerasi-VBRYEhv6Hd.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Ulfa/Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/08/04/320/1749761/penetrasi-ebt-tak-penuhi-target-pemerintah-bakal-lakukan-akselerasi-VBRYEhv6Hd.jpg</image><title>Foto: Ulfa/Okezone</title></images><description>JAKARTA - Penggunaan energi baru terbarukan (EBT) masih jauh dari target yang ditetapkan oleh pemerintah. Akhir 2016, penggunaan EBT baru mencapai 7,7% dari target awal 10,4%. Artinya ada gap yang terjadi, sehingga untuk merealisasikan 23% EBT dari total konsumsi energi nasional pada 2025 perlu ada akselerasi.  Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Abadi Poernomo mengatakan bahwa diperlukan upaya lebih untuk mewujudkan target tersebut.   &quot;Sehingga grafik ini menjadi eksponsial, tidak mungkin lagi dilakukan dengan hal-hal yang biasa dilakukan,&quot; ujarnya di Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat, (4/8/2017).   Abadi menuturkan, upaya peningkatan penggunaan EBT telah dibahas dalam Sidang Anggota DEN ke 22. Salah satu anggota DEN, Rinaldy Dalimi, memberikan usulan tentang upaya akselerasi EBT.
Baca Juga:

11 Perusahaan Batal Teken Kerjasama Jual Beli Listrik dengan PLN, Menteri Jonan: Tidak Ada Pemaksaan


 
Ada 53 Perjanjian Jual-Beli Listrik, Lokasinya di Mana Saja?

Abadi menjelaskan usulan yang diberikan oleh Rinaldy, yaitu untuk menuangkan rencana penggunaan EBT dalam&amp;nbsp;RPJM (Rencana Pembangunan Jangka Menengah) pada tiap daerah. Sehingga, dapat menggenjot konsumsi EBT.  Salah satunya untuk meningkatkan penggunaan panel surya pada tiap daerah.   &quot;Jadi, kita mengakselerasi penggunaan panel surya di semua sektor terutama di bangunan, baik bangunan Pemerintah, maupun bangunan swasta dan pribadi, pabrik, dan sebagainya,&quot; ujar dia.
Baca Juga:

Wamen ESDM: Energi Baru Terbarukan Itu Keharusan!


 
PLN Teken 53 Perjanjian Jual-Beli Listrik Energi Terbarukan, Ini untuk Pulau Terluar!

Selain itu, Pemerintah juga berencana untuk meningkatkan penggunaan B20.&amp;nbsp;Dalam program ini, bahan bakar minyak jenis solar nantinya akan dicampur dengan minyak dari kepala sawit (biodiesel) sebesar 20%.   &quot;Selain itu, kami juga mengutilisasi panel surya yang sudah terpasang yang saat ini masih mengalami kendala operasional,&quot; tukasnya</description><content:encoded>JAKARTA - Penggunaan energi baru terbarukan (EBT) masih jauh dari target yang ditetapkan oleh pemerintah. Akhir 2016, penggunaan EBT baru mencapai 7,7% dari target awal 10,4%. Artinya ada gap yang terjadi, sehingga untuk merealisasikan 23% EBT dari total konsumsi energi nasional pada 2025 perlu ada akselerasi.  Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Abadi Poernomo mengatakan bahwa diperlukan upaya lebih untuk mewujudkan target tersebut.   &quot;Sehingga grafik ini menjadi eksponsial, tidak mungkin lagi dilakukan dengan hal-hal yang biasa dilakukan,&quot; ujarnya di Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat, (4/8/2017).   Abadi menuturkan, upaya peningkatan penggunaan EBT telah dibahas dalam Sidang Anggota DEN ke 22. Salah satu anggota DEN, Rinaldy Dalimi, memberikan usulan tentang upaya akselerasi EBT.
Baca Juga:

11 Perusahaan Batal Teken Kerjasama Jual Beli Listrik dengan PLN, Menteri Jonan: Tidak Ada Pemaksaan


 
Ada 53 Perjanjian Jual-Beli Listrik, Lokasinya di Mana Saja?

Abadi menjelaskan usulan yang diberikan oleh Rinaldy, yaitu untuk menuangkan rencana penggunaan EBT dalam&amp;nbsp;RPJM (Rencana Pembangunan Jangka Menengah) pada tiap daerah. Sehingga, dapat menggenjot konsumsi EBT.  Salah satunya untuk meningkatkan penggunaan panel surya pada tiap daerah.   &quot;Jadi, kita mengakselerasi penggunaan panel surya di semua sektor terutama di bangunan, baik bangunan Pemerintah, maupun bangunan swasta dan pribadi, pabrik, dan sebagainya,&quot; ujar dia.
Baca Juga:

Wamen ESDM: Energi Baru Terbarukan Itu Keharusan!


 
PLN Teken 53 Perjanjian Jual-Beli Listrik Energi Terbarukan, Ini untuk Pulau Terluar!

Selain itu, Pemerintah juga berencana untuk meningkatkan penggunaan B20.&amp;nbsp;Dalam program ini, bahan bakar minyak jenis solar nantinya akan dicampur dengan minyak dari kepala sawit (biodiesel) sebesar 20%.   &quot;Selain itu, kami juga mengutilisasi panel surya yang sudah terpasang yang saat ini masih mengalami kendala operasional,&quot; tukasnya</content:encoded></item></channel></rss>
