<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>FAKTA! Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 5,01% Dipengaruhi China dan Amerika</title><description>Pusat Badan Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi sepanjang kuartal II tahun 2017 sebesar 5,01%.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2017/08/07/20/1751146/fakta-pertumbuhan-ekonomi-indonesia-5-01-dipengaruhi-china-dan-amerika</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2017/08/07/20/1751146/fakta-pertumbuhan-ekonomi-indonesia-5-01-dipengaruhi-china-dan-amerika"/><item><title>FAKTA! Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 5,01% Dipengaruhi China dan Amerika</title><link>https://economy.okezone.com/read/2017/08/07/20/1751146/fakta-pertumbuhan-ekonomi-indonesia-5-01-dipengaruhi-china-dan-amerika</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2017/08/07/20/1751146/fakta-pertumbuhan-ekonomi-indonesia-5-01-dipengaruhi-china-dan-amerika</guid><pubDate>Senin 07 Agustus 2017 14:23 WIB</pubDate><dc:creator>Lidya Julita Sembiring</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/08/07/20/1751146/fakta-pertumbuhan-ekonomi-indonesia-5-01-dipengaruhi-china-dan-amerika-FqptUdwcgP.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/08/07/20/1751146/fakta-pertumbuhan-ekonomi-indonesia-5-01-dipengaruhi-china-dan-amerika-FqptUdwcgP.jpg</image><title>Ilustrasi: (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Pusat Badan Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi sepanjang kuartal II tahun 2017 sebesar 5,01%. Pertumbuhan ini didorong oleh beberapa faktor baik global maupun domestik.

BPS mencatat harga komoditas migas dan non-migas di pasar internasional pada triwulan II-2017 secara umum mengalami penurunan (q to q) sedangkan secara year on year (yoy) pada umumnya meningkat.

&quot;Kondisi perekonomian global pada triwulan II-2017 terus menunjukkan adanya peningkatan,&quot; ungkap Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kecuk Suhariyanto, di kantornya, Senin (7/8/2017).
Baca Juga: 
Konsumsi Rumah Tangga Tumbuh 4,95%, BPS: Daya Beli Masih Kuat!
Catat! Ekonomi Tumbuh 5,01%, Industri Pengolahan Jadi Andil Terbesar

Selain itu, pertumbuhan ekonomi negara mitra dagang Indonesia pada umumnya juga membaik seperti China menguat dari 6,7% menjadi 6,9% di kuartal II 2017 (yoy), Amerika Serikat menguat dari 1,2% di kuartal II 2016 menjadi 2,1% di Kuartal II 2017, dan Singapura menguat dari 1,9% menjadi 2,5%.

&quot;Kita juga lihat inflasi sebesar 1,17% (q to q), dan realisasi belanja pemerintah (APBN) triwulan II 2017 mencapai Rp493,29 triliun atau 23,71% dari pagu 2017 sebesar Rp2.080,50 triliun, naik dibandingkan realisasi triwulan II 2016 yang mencapai Rp475,89 triliun atau 22,85% dari pagu sebesar Rp2.082,90 triliun,&quot; jelasnya.

Selain itu, BPS mencatat nilai ekspor barang Indonesia mengalami penurunan pada triwulan II tahun 2017 mencapai USD39,27 miliar atau turun sebesar 3,5% (q to q) dan naik 9,15% (yoy). Sedangkan nilai impor barang juga mengalami penurunan sebesar 2,40% (q to q) dan naik 4,92% (yoy).
Sementara itu, BPS juga menilai realisasi penanaman modal yang tercatat di BKPM terdiri dari PMA dan PMDN mengalami peningkatan.

Pada triwulan II 2017 menjadi Rp170,9 triliun atau naik sebesar 3,1% (q to q) dan naik 12,7% (yoy).

&quot;Kita lihat produksi semen pada triwulan II 2017 sebesar 14,38 juta ton mengalami penurunan 3,64% secara quartal to quartal (q to q) dan juga turun 5,01% secara year on year (yoy),&quot; tukasnya.
</description><content:encoded>JAKARTA - Pusat Badan Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi sepanjang kuartal II tahun 2017 sebesar 5,01%. Pertumbuhan ini didorong oleh beberapa faktor baik global maupun domestik.

BPS mencatat harga komoditas migas dan non-migas di pasar internasional pada triwulan II-2017 secara umum mengalami penurunan (q to q) sedangkan secara year on year (yoy) pada umumnya meningkat.

&quot;Kondisi perekonomian global pada triwulan II-2017 terus menunjukkan adanya peningkatan,&quot; ungkap Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kecuk Suhariyanto, di kantornya, Senin (7/8/2017).
Baca Juga: 
Konsumsi Rumah Tangga Tumbuh 4,95%, BPS: Daya Beli Masih Kuat!
Catat! Ekonomi Tumbuh 5,01%, Industri Pengolahan Jadi Andil Terbesar

Selain itu, pertumbuhan ekonomi negara mitra dagang Indonesia pada umumnya juga membaik seperti China menguat dari 6,7% menjadi 6,9% di kuartal II 2017 (yoy), Amerika Serikat menguat dari 1,2% di kuartal II 2016 menjadi 2,1% di Kuartal II 2017, dan Singapura menguat dari 1,9% menjadi 2,5%.

&quot;Kita juga lihat inflasi sebesar 1,17% (q to q), dan realisasi belanja pemerintah (APBN) triwulan II 2017 mencapai Rp493,29 triliun atau 23,71% dari pagu 2017 sebesar Rp2.080,50 triliun, naik dibandingkan realisasi triwulan II 2016 yang mencapai Rp475,89 triliun atau 22,85% dari pagu sebesar Rp2.082,90 triliun,&quot; jelasnya.

Selain itu, BPS mencatat nilai ekspor barang Indonesia mengalami penurunan pada triwulan II tahun 2017 mencapai USD39,27 miliar atau turun sebesar 3,5% (q to q) dan naik 9,15% (yoy). Sedangkan nilai impor barang juga mengalami penurunan sebesar 2,40% (q to q) dan naik 4,92% (yoy).
Sementara itu, BPS juga menilai realisasi penanaman modal yang tercatat di BKPM terdiri dari PMA dan PMDN mengalami peningkatan.

Pada triwulan II 2017 menjadi Rp170,9 triliun atau naik sebesar 3,1% (q to q) dan naik 12,7% (yoy).

&quot;Kita lihat produksi semen pada triwulan II 2017 sebesar 14,38 juta ton mengalami penurunan 3,64% secara quartal to quartal (q to q) dan juga turun 5,01% secara year on year (yoy),&quot; tukasnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
